Cari Tahu Buah Matang, Cukup Cek Daunnya

Teknologi pemindaian daun memungkinkan petani mengetahui kematangan buah tanpa memetik atau merusaknya lebih dulu.


Daun nektarin dipindai sebagai bagian dari penelitian. Foto: Universitat Rovira i Virgili.Daun nektarin dipindai sebagai bagian dari penelitian. Foto: Universitat Rovira i Virgili.


Ringkasan 

  • Daun menyimpan sinyal kematangan buah yang bisa dibaca lewat pemindaian inframerah.
  • Metode ini non-destruktif, tidak merusak buah seperti pengujian konvensional.
  • Berpotensi mendukung panen selektif dan pertanian presisi di masa depan.


SELAMA ini, ada ironi kecil dalam dunia pertanian buah. Untuk mengetahui apakah buah sudah matang dan siap dipanen, petani justru harus memetik dan menganalisis sebagian buah tersebut. 


Cara ini memang lazim, tetapi secara tidak langsung mengurangi hasil panen dan berpotensi menurunkan nilai jual. 


Kini, para ilmuwan menawarkan pendekatan baru yang lebih ramah hasil panen, menilai kematangan buah dengan memindai daun di sekitarnya.


Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti dari Universitat Rovira i Virgili, Spanyol. Dalam uji coba lapangan, metode tersebut diuji selama 11 minggu pada 12 pohon nektarin di sebuah kebun komersial. 


Hasilnya menunjukkan bahwa daun ternyata menyimpan “petunjuk tersembunyi” tentang kondisi buah yang tumbuh di dekatnya.


Pada tahap pengembangan saat ini, sistem tersebut menggunakan dua jenis spektrometer untuk melakukan pemindaian inframerah dekat (near-infrared) dan inframerah menengah (mid-infrared). 


Alat ini memindai permukaan atas dan bawah daun yang berada tepat di samping buah. Cara daun menyerap dan memantulkan cahaya dari kedua spektrometer itu kemudian dianalisis untuk menentukan tingkat kematangan buah.


Menurut salah satu anggota tim peneliti, Dr. Daniel Schorn, pendekatan ini masuk akal secara biologis. 


“Daun mengalami perubahan fisiologis dan biokimia seiring buah matang, karena metabolisme daun dan buah saling terhubung secara langsung,” jelasnya. 


Perubahan tersebut tercermin dalam apa yang disebut sebagai sidik jari spektral daun, pola unik penyerapan dan pantulan cahaya yang bisa dibaca oleh sensor.


Sejauh ini, teknik pemindaian daun terbukti sangat akurat dalam memprediksi berat dan tingkat kekerasan buah, dua indikator penting kematangan. 


Namun, untuk parameter lain seperti kadar gula, pH, dan keasaman, akurasinya masih belum setinggi itu. 


Para peneliti menilai keterbatasan ini bersifat sementara dan bisa diatasi seiring penyempurnaan sistem serta penambahan data pembelajaran.


Sebenarnya, spektrometer juga dapat digunakan langsung untuk memindai buah. Masalahnya, pemindaian langsung sering meninggalkan bekas pada kulit buah, yang dapat menurunkan kualitas visual dan nilai pasarnya. 


Dalam industri buah segar, penampilan adalah faktor penting, sehingga metode non-destruktif menjadi sangat menarik.


Ke depan, para peneliti berharap teknologi ini dapat diterapkan langsung di kebun menggunakan pemindai portabel. 


Dengan alat semacam itu, petani tidak hanya bisa menilai tingkat kematangan seluruh kebun berdasarkan sampel representatif, tetapi juga berpotensi memanen buah secara selektif. 


Artinya, hanya buah yang benar-benar matang yang dipetik, sementara sisanya dibiarkan matang alami di pohon.


Pendekatan ini sejalan dengan tren pertanian presisi, yang mengandalkan sensor, data, dan analisis cerdas untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi limbah. 


Teknologi non-destruktif lain, seperti pencitraan hiperspektral dan sensor berbasis AI, juga tengah dikembangkan untuk memantau kesehatan tanaman, stres air, hingga serangan penyakit.


Studi tentang pemindaian daun ini telah dipublikasikan dalam jurnal ACS Agricultural Science & Technology, dan menjadi contoh bagaimana sains dapat membantu petani mengambil keputusan lebih tepat tanpa mengorbankan hasil panen. 


Jika berhasil diterapkan secara luas, metode ini berpotensi mengubah cara kita menentukan waktu panen — cukup dengan melihat daun, bukan memetik buahnya.


Disadur dari New Atlas.


Post a Comment

أحدث أقدم