Startup Swiss Ubah Urine Jadi Pupuk Masa Depan

Startup Swiss mengolah urine menjadi pupuk bersertifikat pertama di Eropa, memakai teknologi terinspirasi riset ruang angkasa.


Startup Swiss mengolah urine menjadi pupuk bersertifikat pertama di Eropa, memakai teknologi terinspirasi riset ruang angkasa.Ilustrasi: Freepik


Ringkasan 

  • VunaNexus mengubah urine manusia menjadi pupuk bersertifikat pertama di Eropa menggunakan proses biologis dan distilasi.
  • Teknologinya terinspirasi proyek ruang angkasa ESA dan membantu mengurangi polusi nitrogen serta emisi karbon.
  • Sistem ini mendukung ekonomi sirkular dan dapat diterapkan di gedung-gedung kota sebagai solusi pertanian berkelanjutan.


KETIKA kebanyakan orang buang air kecil, sebagian besar dari kita langsung melupakan apa yang terjadi setelah urine itu menghilang ke saluran pembuangan. 


Namun bagi dua saudara pendiri startup Swiss VunaNexus, urine bukan sekadar limbah, melainkan sumber nitrogen bernilai tinggi yang bisa mengurangi ketergantungan pertanian pada pupuk berbasis fosil.


Dalam sebuah video penjelasan, Nadège de Chambrier, salah satu pendiri VunaNexus, mengatakan bahwa pertanian modern membutuhkan nitrogen dalam jumlah besar. 


Selama ini, nitrogen diekstraksi dari udara menggunakan proses yang menelan banyak energi dan bahan bakar fosil. Padahal, nitrogen sudah tersedia dalam urine manusia. 


“Saat ini kita menganggapnya limbah. Yang kami lakukan adalah mendaur ulangnya, menutup siklus nutrisi,” ujarnya.


VunaNexus mengembangkan sistem pengolahan air limbah kecil yang dapat dipasang di basement gedung-gedung besar. 


Sistem ini bekerja dengan menyalurkan urine dari toilet khusus, seperti urinoir kering atau toilet pemisah urine, ke sebuah reaktor biologis. 


Di dalam reaktor, urine distabilkan melalui proses nitrifikasi. Dua jenis bakteri mengubah ammonium menjadi nitrat, yang menghilangkan bau urine hanya dalam 5–10 hari.


Setelah itu, cairan hasil nitrifikasi disaring dari mikropolutan, dipasteurisasi, lalu diuapkan dalam distiler untuk mendapatkan dua produk.


Pertama air sulingan yang dapat digunakan kembali dan kedua Aurin, pupuk berbahan urine pertama yang bersertifikat di Eropa. Seluruh sistem bekerja otomatis, dapat dikendalikan jarak jauh, dan memerlukan perawatan minimal.


“Kami memasang instalasi pengolahan air limbah kecil di gedung-gedung besar dan infrastruktur perkotaan. Pupuknya bisa dijual ke petani atau digunakan oleh masyarakat untuk tanaman rumah,” kata sang co-founder, David de Chambrier. 


Saat ini, VunaNexus telah memasang sistemnya di enam lokasi komersial dan residensial, termasuk salah satu bank swasta terbesar di Swiss.


Yang menarik, teknologi pengolahan nutrisi ini terinspirasi dari riset ruang angkasa. 


VunaNexus bekerja sama dengan European Space Agency (ESA) dan terinspirasi proyek MELiSSA, sebuah inisiatif yang meneliti sistem regeneratif untuk mendukung kehidupan astronaut dalam misi jangka panjang. 


Sistem daur ulang nutrisi di luar angkasa inilah yang mendorong gagasan memanen kembali nitrogen dan fosfor dari urine manusia di Bumi.


Nadège menekankan bahwa masalah nitrogen dari urine jarang dibahas, padahal sangat serius. 


Menurut penelitian di jurnal Scientific Reports, sebagian besar urine manusia dibuang tanpa diolah, mengalir ke sungai, danau, atau tanah, menyebabkan eutrofikasi, polusi udara, serta hilangnya unsur hara penting. 


VunaNexus kini memproses sekitar 8.000 liter urine per hari, jumlah yang cukup besar untuk mencegah polusi tambahan di lingkungan sekitar.


ESA melalui unggahan media sosial menyebut teknologi VunaNexus membantu menekan emisi CO₂, mengurangi pemborosan air, dan mengurangi pencemaran nitrogen.


Hal itu sekaligus mengubah sistem limbah menjadi sistem sirkular di mana nutrisi tidak lagi hilang begitu saja.


Mengubah urine menjadi pupuk bukan hal baru di dunia ilmiah. Studi dari University of Michigan (2020) menunjukkan bahwa pupuk liquid berbahan urine mampu meningkatkan hasil panen sayuran hingga 10–15 persen tanpa dampak negatif terhadap tanah. 


Hal ini memperkuat potensi teknologi seperti VunaNexus untuk memperluas model pertanian berkelanjutan di kota-kota padat.


David de Chambrier menambahkan, “Visi kami adalah bahwa di masa depan, sebagian besar bangunan besar di pusat kota akan memiliki teknologi untuk mendaur ulang nutrisi dari urine.”


Disadur dari Popular Science.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama