Kucing Ternyata Predator Ganas yang Mangsa 2.000 Spesies Hewan!

Kucing terbukti sebagai predator oportunistik yang memangsa setidaknya 2.084 spesies hewan berbeda, dan mengancam keanekaragaman hayati global secara signifikan.


Kucing terbukti sebagai predator oportunistik yang memangsa setidaknya 2.084 spesies hewan berbeda, dan mengancam keanekaragaman hayati global secara signifikan.Ilustrasi: Freepik 


Ringkasan

  • Kucing tercatat mengonsumsi 2.084 spesies hewan berbeda di seluruh dunia.
  • Menu makanan kucing mencakup burung, mamalia, reptil, bahkan bangkai hewan besar seperti sapi.
  • Sekitar 16,65% dari hewan yang dimangsa kucing merupakan spesies yang terancam punah.


JIKA kucing peliharaan kamu sering mogok makan saat diberi merek dry food baru, mungkin kamu perlu menunjukkan hasil penelitian ini kepadanya. 


Meski sering dianggap sebagai hewan yang pemilih atau peli soal makanan, sebuah riset ilmiah justru mengungkap fakta yang mengejutkan. 


Jauh dari kesan manja, kucing domestik maupun kucing liar ternyata merupakan salah satu predator paling serba bisa dan "tidak pilih-pilih" di muka bumi.


Sebuah studi tahun 2023 yang dilakukan oleh para peneliti dari Auburn University mengungkapkan bahwa kucing yang berkeliaran bebas mengonsumsi setidaknya 2.084 spesies hewan yang berbeda. 


Angka yang mencengangkan ini menempatkan diet kucing sebagai salah satu yang paling beragam dibandingkan predator lainnya di planet ini.


Daftar "menu" kucing ini mencakup sekitar 9 persen burung, 6 persen mamalia, dan 4 persen reptil yang telah diketahui manusia. Tidak ketinggalan, serangga dan amfibi masuk dalam daftar santapan mereka. 


Para penulis studi menyebutkan bahwa ini adalah sintesis global paling komprehensif mengenai pola makan kucing yang pernah dilakukan.


Temuan ini membuktikan bahwa kucing adalah predator sembarangan yang pada dasarnya memakan jenis hewan apa pun yang dapat mereka tangkap atau temukan bangkainya. 


Dalam proses pengumpulan data, tim ilmuwan internasional memindai lebih dari 500 studi terdahulu untuk menyatukan gambaran besar ini.


Beberapa temuan yang paling aneh sekaligus mengerikan adalah bukti kucing mengonsumsi hewan yang ukurannya jauh lebih besar, seperti emu, penyu hijau, hingga sapi. 


Bahkan, ilmuwan pernah mengamati seekor kucing yang sanggup menghabiskan seluruh tubuh kanguru sendirian.


Namun, kabar ini menjadi sinyal merah bagi para pegiat konservasi. 


Studi tersebut memperkirakan bahwa hingga 347 spesies (sekitar 16,65 persen) dari hewan yang dimangsa kucing merupakan spesies yang masuk dalam daftar perhatian konservasi atau terancam punah. 


Dampaknya bahkan lebih fatal di ekosistem pulau. Di Selandia Baru, penelitian tahun 1970-an menemukan bahwa kucing liar bertanggung jawab atas punahnya setidaknya enam spesies burung endemik.


Melansir dari laman Nature Communications, kucing dianggap sebagai salah satu spesies invasif paling merusak di dunia. 


Selain faktor predasi langsung, kehadiran kucing di alam liar juga mengganggu keseimbangan ekosistem melalui penyebaran penyakit seperti toksoplasmosis yang dapat menjangkiti satwa liar lainnya.


Di Inggris, penelitian tahun 2022 memperkirakan kucing peliharaan membunuh antara 160 hingga 270 juta hewan setiap tahunnya. 


Sementara di Australia, angkanya lebih gila lagi; kucing bertanggung jawab atas kematian hingga 650 juta reptil setiap tahun. 


Hal inilah yang memicu beberapa wilayah, seperti Melbourne, memberlakukan "jam malam" bagi kucing untuk melindungi satwa lokal.


Jadi, saat si manis sedang mendengkur di pangkuan kamu, jangan lupa bahwa di balik wajah lucunya, ia adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang memiliki selera makan luar biasa luas.


Disadur dari IFL Science - Cats Will Eat Over 2,084 Different Animal Species – Including Some Huge, Bizarre Ones.




Post a Comment

أحدث أقدم