Di antara perbukitan hijau dan kebun anggur berusia ribuan tahun di kawasan Tokaj, Hungaria, berdiri sebuah bangunan yang tampak mustahil: Sauska Tokaj Winery.
Ringkasan
- Sauska Tokaj Winery dirancang seperti melayang di atas kebun anggur Tokaj-Hegyalja, situs warisan dunia UNESCO.
- Arsitek Péter Bordás mengusung filosofi “menyentuh yang tak tersentuh” dengan struktur melingkar yang ringan dan elegan.
- Di bawah bangunan futuristik ini tersembunyi ruang produksi anggur yang meniru desain gua batu vulkanik kuno Tokaj.
DARI kejauhan, bangunan ini terlihat mengapung di udara, seolah menantang gravitasi di atas lanskap yang menjadi warisan dunia UNESCO.
Dirancang oleh BORD Architectural Studio, bangunan seluas 5.830 meter persegi ini memadukan keanggunan futuristik dengan tradisi anggur yang telah bertahan sejak abad ke-9.
Terletak di lereng selatan Bukit Padi, di desa Rátka, kilang anggur ini adalah bagian dari visi keluarga Sauska untuk mengawinkan desain kontemporer dengan tradisi vinikultura klasik Eropa.
Kawasan ini, yang memiliki tanah vulkanik dan lereng bergelombang, telah menjadi jantung pembuatan anggur sejak sebelum penaklukan Hungaria pada abad ke-9.
Kini, Tokaj dikenal di seluruh dunia berkat Tokaji Aszú, anggur pencuci mulut legendaris yang dijuluki “wine of kings, king of wines.”
Arsitek utama, Péter Bordás, menekankan bahwa desainnya adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Tokaj.
Ia ingin bangunannya “tidak menyentuh yang tak tersentuh” — menciptakan kesan mengapung di atas kebun anggur, ringan dan tak menindas lanskap yang sakral.
“Struktur ini harus terlihat tidak mungkin, namun tetap ada,” ujarnya seperti dikutip dari New Atlas.
Butuh sepuluh tahun pembangunan untuk mewujudkan ide ini. Hasilnya, dua lingkaran raksasa berdiameter 36 meter yang bertemu di tengah dan ditopang oleh kolom baja ramping.
Dari jauh, bangunan itu tampak melayang di antara langit dan bumi, menyatu dengan irama perbukitan dan kebun anggur di bawahnya.
Bagian bawah bangunan menyembunyikan jantung aktivitas produksi anggur: ruang fermentasi dan penyimpanan yang ditanam ke dalam bukit demi menjaga suhu stabil.
Tangki baja stainless tersusun melingkar mengelilingi ruang barel kayu besar di tengah — meniru ruang bawah tanah kuno Tokaj yang dulu dipahat dari batu vulkanik.
Interior bangunan utama mengusung estetika hangat dan alami: kayu, batu kapur lokal, dan baja gelap berpadu membentuk atmosfer elegan namun membumi.
Koridor berpenerangan lembut membawa pengunjung menuju ruang pencicipan anggur dengan jendela besar yang menghadap lanskap luas.
Di bagian atas, terdapat restoran bergaya modern dengan langit-langit melengkung dan teras terbuka, tempat pengunjung dapat menikmati makan siang atau segelas anggur sambil menatap panorama kebun anggur Tokaj yang legendaris.
Saat malam tiba, bangunan ini berubah menjadi lentera bercahaya di tengah kebun anggur. Cahaya lembut di bawah struktur memberi kesan seolah-olah bangunan itu benar-benar melayang.
Efek ini tak hanya memanjakan mata, tapi juga mewujudkan filosofi Bordás tentang “arsitektur yang hadir tanpa menguasai.”
Kini, Sauska Tokaj Winery bukan sekadar tempat produksi anggur, melainkan ikon wisata arsitektur dan gastronomi.
Pengunjung tak hanya mencicipi anggur terbaik Hungaria, tapi juga menyaksikan bagaimana tradisi berabad-abad bisa bersatu dengan imajinasi masa depan — di tempat yang benar-benar tampak “mengambang” di atas sejarah.
Disadur dari New Atlas.

إرسال تعليق