Para ilmuwan baru saja menyaksikan momen langka, kelahiran lubang hitam supermasif yang terjadi 8,3 miliar tahun lalu.
Ringkasan
- Teleskop James Webb milik NASA menangkap formasi lubang hitam supermasif yang belum pernah terlihat sebelumnya.
- Lubang hitam ini kemungkinan terbentuk dari awan gas besar yang runtuh, bukan dari bintang mati.
- Penemuan ini mendukung teori “heavy seeds” tentang kelahiran lubang hitam dari tabrakan galaksi.
LUBANG hitam supermasif (supermassive black hole/SMBH) adalah raksasa kosmis yang tersembunyi di pusat hampir semua galaksi besar, termasuk galaksi kita. Bagaimana mereka terbentuk masih jadi teka-teki.
Kini, dua astronom, Pieter van Dokkum dari Yale dan Gabriel Brammer dari Universitas Kopenhagen, mengeklaim telah menyaksikan kelahiran salah satunya, 8,3 miliar tahun yang lalu.
Mereka menemukannya saat menganalisis data dari James Webb Space Telescope (JWST), khususnya dalam survei COSMOS-Web, yang memetakan area luas langit.
Fokus mereka tertuju pada sebuah objek aneh di antara dua galaksi yang tengah bertabrakan dan membentuk galaksi baru bernama Infinity Galaxy—disebut demikian karena bentuknya menyerupai simbol tak hingga.
Yang menarik, di antara dua inti galaksi yang masing-masing sudah punya lubang hitamnya sendiri, ada satu objek aneh yang tampak bukan berasal dari keduanya.
Objek ini berada di tengah awan gas yang sangat padat dan aktif mengisap materi di sekitarnya—karakteristik khas bayi lubang hitam supermasif.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa ini adalah lubang hitam supermasif yang sedang terbentuk langsung dari awan gas yang terkompresi dan terguncang akibat tabrakan dua galaksi.
Jika benar, ini adalah momen yang belum pernah tertangkap sebelumnya secara langsung.
Simpulan itu juga berdasarkan data tambahan dari teleskop Keck, Chandra X-ray Observatory, dan Very Large Array.
Selama ini ada dua teori utama tentang kelahiran lubang hitam supermasif:
Light seeds — Lubang hitam kecil hasil ledakan bintang raksasa (supernova) yang kemudian bergabung membentuk lubang hitam besar. Masalahnya, proses ini terlalu lama dan tidak menjelaskan kenapa lubang hitam supermasif sudah muncul sejak alam semesta masih muda.
Heavy seeds — Awan gas raksasa di awal alam semesta bisa langsung runtuh dan membentuk lubang hitam supermasif. Teori inilah yang didukung oleh pengamatan ini.
Van Dokkum dan Brammer menjelaskan bahwa awan gas padat yang tercipta saat tabrakan galaksi bisa sangat kacau dan panas, cukup untuk kolaps secara gravitasi membentuk lubang hitam.
“Jika skenario ini terbukti benar, maka ini pertama kalinya kita menyaksikan langsung proses kelahiran lubang hitam raksasa,” tulis mereka dalam makalah yang segera terbit di Astrophysical Journal Letters.
Penemuan ini memperkuat ide bahwa lubang hitam supermasif bukan sekadar produk dari bintang-bintang mati, tapi bisa lahir langsung dari kekacauan kosmis besar.
Ini menjelaskan kenapa kita menemukan lubang hitam raksasa di pusat galaksi hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang—jauh lebih cepat dari yang mungkin dijelaskan teori sebelumnya.
Selanjutnya, para ilmuwan akan terus memantau objek ini dan mengumpulkan lebih banyak data dari James Webb dan teleskop lainnya.
Tujuannya? Melihat “foto bayi” lubang hitam monster dan memahami lebih dalam bagaimana raksasa gelap di pusat galaksi lahir ke dunia.
Disadur dari Popular Mechanics.

إرسال تعليق