Ilmuwan punya beberapa jawaban menarik, mengapa kita kerap merasakan kelelahan luar biasa setelah berlibur di pantai.
Ringkasan
- Panas dan sinar matahari bikin tubuh kerja ekstra keras menjaga suhu tetap stabil.
- Dehidrasi dan aktivitas fisik ringan tapi terus-menerus bikin energi cepat habis.
- Paparan sinar matahari dan panas memengaruhi otak dan bisa picu rasa kantuk.
KAMU mungkin pernah merasakan nikmatnya duduk santai di bawah payung pantai, mendengarkan suara ombak, dan tidak melakukan apa-apa. Tapi begitu sampai rumah atau hotel, rasanya seperti habis ikut maraton.
Badan pegal, mata berat, dan bawaannya pengen langsung tidur. Apa yang terjadi?
Menurut artikel dari Popular Science, penyebab kelelahan usai berlibur ke pantai bukan cuma satu. Tubuh kita secara alami memang bekerja lebih keras saat berada di bawah panas matahari.
Craig Crandall, fisiolog dari University of Texas Southwestern Medical Center, menjelaskan bahwa tubuh manusia wajib menjaga suhu internalnya tetap stabil di sekitar 37°C.
Saat berada di suhu panas, tubuh harus mempercepat aliran darah ke permukaan kulit agar bisa membuang panas dan itu bikin jantung bekerja lebih keras dari biasanya.
Detak jantung pun bisa melonjak dari 60 ke 110 denyut per menit, meski kamu hanya duduk santai di kursi pantai!
Saat kita berkeringat untuk mendinginkan tubuh, cairan tubuh banyak yang hilang. Tapi karena suasana pantai cenderung santai, kita sering lupa untuk minum cukup air.
Padahal, dehidrasi ringan saja bisa bikin kita lemas, sulit berkonsentrasi, dan merasa malas beraktivitas.
Lebih parahnya, banyak orang justru minum bir atau koktail, yang bersifat diuretik alias mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Hasilnya, double lelah.
Penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi ringan sudah bisa menurunkan performa kognitif dan suasana hati (Ganio et al., British Journal of Nutrition, 2011). Jadi, haus sedikit saja bisa langsung bikin kamu ngantuk.
Pantai memang bukan gym, tapi coba pikir lagi. Kamu jalan di pasir, yang berat, sambil bawa tikar, payung, dan cooler box. Mungkin kamu berenang, main bola, atau ngejar anak kecil.
Gerakan-gerakan ringan seperti itu, kalau dilakukan selama berjam-jam, setara olahraga ringan tapi nonstop.
Crandall bilang, dibanding duduk di kantor seharian, aktivitas di pantai sebenarnya jauh lebih berat, meskipun terasa menyenangkan.
Paparan sinar UV dari matahari juga bisa jadi penyebab rasa capek. Kalau kamu sampai terbakar matahari (sunburn), tubuh akan merespons dengan reaksi peradangan, rasa lelah, pusing, bahkan demam ringan.
Tapi bahkan tanpa terbakar, sinar matahari bisa bikin tubuh lambat bereaksi.
Studi tahun 2021 di International Journal of Environmental Research and Public Health menunjukkan bahwa pekerja luar ruangan yang kena sinar matahari langsung menunjukkan penurunan kognitif lebih cepat, walau suhu sekitarnya sama.
Menariknya, sebuah riset tahun 2022 terhadap lalat buah menemukan bahwa panas ekstrem bisa memicu sinyal di otak yang mendorong rasa kantuk, semacam mekanisme “siesta” biologis.
Walau belum terbukti pada manusia, mungkin inilah alasan kenapa kita jadi mudah mengantuk saat siang hari di pantai.
Jadi, haruskah melawan rasa lelah?
Jawabannya, tak perlu. Crandall menyarankan, kalau kamu sudah cukup minum, makan, dan pakai tabir surya, maka rasa kantuk itu bukan tanda bahaya—tapi mekanisme alami tubuh buat istirahat.
Jadi, nikmatin saja. Ambil napas, berbaring di bawah payung, dan kalau perlu tidur siang.
Disadur dari Popular Science.

Posting Komentar