Alien Bisa Jadi Bertahan Hidup di Planet dengan Bintang Beradiasi Ultraviolet Tinggi

Peneliti melakukan simulasi dan menemukan kemungkinan kehidupan yang lebih tinggi di planet berbatu dengan pancaran radiasi intens dari bintangnya. 


(Gambar Ilustrasi: NASA/JPL-Caltech)
(Gambar Ilustrasi: NASA/JPL-Caltech)


ngarahNyaho - Bintang-bintang berukuran lebih kecil dan dingin dibandingkan Matahari umum dijumpai di alam semesta. Tapi, bintang-bintang itu bisa jadi lebih ganas jika menyangkut aktivitas dan radiasi ultraviolet yang intens. 


Banyak dunia berbatu telah ditemukan di sekitar bintang katai M ini, namun mengingat kondisi tersebut membuat para peneliti mempertanyakan kesesuaiannya untuk kehidupan. 


Nah, hasil studi peneliti dari Universitas Washington, AS, yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, berpendapat bahwa ada kemungkinan dunia-dunia ini benar-benar mempertahankan atmosfernya.


Tim di balik penelitian ini memodelkan planet-planet mulai dari asal usulnya yang cair hingga pembentukan kerak batuan dan atmosfer. 


Simulasi menunjukkan, atmosfer pertama yang terbentuk kemungkinan besar dihancurkan oleh bintang tersebut, namun atmosfer kedua mungkin akan terbentuk, dan planet-planet mungkin dapat mempertahankan atmosfer itu.


“Salah satu pertanyaan paling menarik saat ini dalam astronomi planet ekstrasurya adalah: Dapatkah planet berbatu yang mengorbit bintang katai M mempunyai atmosfer yang dapat mendukung kehidupan?”


Pertanyaan itu diungkapkan asisten profesor penulis utama Joshua Krissansen-Totton, dari Universitas Washinton, seperti dikutip dari UW News. 


“Temuan kami memberi alasan untuk memperkirakan bahwa beberapa planet ini memang memiliki atmosfer, yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan sistem planet umum ini dapat mendukung kehidupan.”


Idenya adalah, selama planet-planet tersebut berada di zona layak huni dan tidak terlalu dekat dengan bintang, mereka akan mampu membentuk air di atmosfernya dengan cukup cepat. 


Pada awalnya, planet cair akan diselimuti oleh hidrogen dan akan terhempas oleh bintang – namun pada planet dengan suhu sedang, hidrogen akan bergabung dengan oksigen untuk membentuk air.


Air dan gas berat lainnya kemudian akan membentuk atmosfer yang menurut simulasi stabil dari waktu ke waktu. Planet-planet yang lebih dingin ini, tempat hujan terbentuk dengan cepat, memiliki atmosfer yang lebih stabil.


Tujuh planet dalam sistem TRAPPIST-1 adalah contoh sempurna dari dunia berbatu di sekitar katai-M. 


Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) saat ini sedang mempelajarinya, namun sejauh ini hanya data tentang dunia terdekat yang telah dipublikasikan. Dan, kemungkinan besar planet tersebut tidak memiliki atmosfer.


“Lebih mudah bagi JWST untuk mengamati planet-planet panas yang paling dekat dengan bintang karena planet-planet tersebut memancarkan lebih banyak radiasi termal, yang tidak terlalu terpengaruh oleh gangguan dari bintang. 


"Untuk planet-planet tersebut, kita mempunyai jawaban yang cukup jelas: Mereka tidak memiliki atmosfernya tebal," kata Krissansen-Totton menjelaskan.


“Bagi saya, hasil ini menarik karena menunjukkan bahwa planet-planet yang beriklim sedang mungkin memiliki atmosfer dan harus disurvei dengan cermat menggunakan teleskop, terutama mengingat potensi kelayakan huninya.” |


Sumber: UW News 


Post a Comment

أحدث أقدم