Anorthosites tipe masif merupakan formasi batuan beku seluas 42 ribu kilometer persegi dan menampung deposit bijih titanium yang membingungkan para ilmuwan.
Ilmuwan coba ungkap misteri batu purba yang terbentuk miliaran tahun silam. (Foto Ilustrasi: Freepik)
ngarahNyaho - Sebuah studi yang diterbitkan di Science Advances pada bulan ini menyoroti hubungan rumit antara evolusi mantel dan kerak bumi serta kekuatan tektonik yang telah membentuk planet ini.
Penelitian ini juga memberikan cara-cara baru untuk mengeksplorasi kapan lempeng tektonik dimulai, bagaimana dinamika subduksi terjadi miliaran tahun yang lalu, dan evolusi kerak bumi.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Duncan Keller dan Cin-Ty Lee dari Rice University, AS, mempelajari anorthosit tipe masif untuk menguji gagasan tentang magma yang membentuknya.
Penelitian ini berfokus pada anorthosit Marcy dan Morin, contoh klasik dari orogen Grenville di Amerika Utara yang berusia sekitar 1,1 miliar tahun.
Para peneliti menganalisis isotop boron, oksigen, neodymium dan strontium dalam batuan serta melakukan pemodelan petrogenetik.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa magma yang membentuk anorthosites ini kaya akan lelehan yang berasal dari kerak samudera yang diubah oleh air laut pada suhu rendah.
Mereka juga menemukan ciri-ciri isotop yang sesuai dengan batuan zona subduksi lainnya seperti serpentinit jurang.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa anorthosit raksasa ini kemungkinan besar berasal dari pencairan ekstensif kerak samudera yang tersubduksi di bawah batas benua yang konvergen,” kata Keller.
“Karena mantel di masa lalu lebih panas, proses ini secara langsung menghubungkan pembentukan anorthosit tipe masif dengan evolusi termal dan tektonik Bumi.”
Studi yang menggabungkan metode klasik dengan penerapan baru analisis isotop boron pada anorthosit tipe masif ini menunjukkan, batuan terbentuk selama subduksi sangat panas yang mungkin terjadi miliaran tahun yang lalu.
Anorthosit tipe masif tidak terbentuk di Bumi saat ini.
Hasil studi yang menghubungkan batuan ini dengan subduksi yang sangat panas di masa awal Bumi membuka pendekatan interdisipliner baru untuk memahami bagaimana batuan ini mencatat evolusi fisik planet kita.
“Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang formasi batuan purba dan menyoroti implikasi yang lebih luas terhadap sejarah tektonik dan termal bumi,” kata Lee. |
Sumber: EurekAlert

إرسال تعليق