Ilmuwan Bikin 4 Varian Es Krim Gunakan Susu Tak Biasa

Tim ilmuwan pangan di West Pomeranian University of Technology, Polandia, menguji kelayakan susu kuda untuk bahan es krim. Hasilnya?


Ilmuwan dari Polandia menguji kelayakan es krim berbahan susu kuda. (Foto Ilustrasi: Julia Kuzenkov/Pexels)
Ilmuwan dari Polandia menguji kelayakan es krim berbahan susu kuda. (Foto Ilustrasi: Julia Kuzenkov/Pexels)


ngarahNyaho - Ilmuwan dari West Pomeranian University of Technology, Polandia, menemukan bahwa menggunakan susu kuda sebagai pengganti susu sapi untuk membuat es krim adalah pilihan makanan yang tepat. 


Dalam penelitian mereka, yang dipublikasikan di situs akses terbuka PLOS ONE, kelompok tersebut menciptakan empat jenis es krim menggunakan susu kuda dan berbagai jenis bakteri.


Lazimnya, es krim dibuat dengan menambahkan susu sapi ke dalam krim sapi bersama dengan bahan lainnya. Hasilnya adalah suguhan manis yang populer di seluruh dunia. 


Dalam studi baru ini, tim menemukan bahwa mengganti susu sapi dengan susu kuda dan kemudian menambahkannya ke krim sapi adalah pilihan makanan yang tepat.


Konsumsi susu kuda bukanlah hal yang aneh. Banyak budaya di seluruh dunia menggunakannya sebagai pengganti susu sapi selama berabad-abad. Banyak yang percaya, susu kuda bermanfaat untuk kesehatan.


Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa susu kuda lebih mirip susu manusia dibandingkan susu sapi dan orang yang alergi terhadap susu sapi dapat meminum susu kuda dengan aman.


Susu kuda juga memiliki enzim dan protein bermanfaat yang tidak ditemukan dalam susu sapi, dan lebih rendah lemak. 


Oleh karena itu, tak sedikit ilmuwan mencari kemungkinan penggunaan susu kuda sebagai pengganti susu sapi dalam berbagai produk makanan.


Kali ini, tim peneliti menciptakan empat jenis es krim, semuanya dengan susu kuda, bukan susu sapi.  Pertama, mereka menambahkan bakteri yogurt. Kedua mereka menambahkan bakteri yogurt dan inulin, suatu probiotik. 


Tahap ketiga, mereka menambahkan strain bakteri yang disebut lacticaseibacillus rhamnosu, dan tahap keempat, mereka menambahkan strain bakteri lain yang disebut laktiplantibacillus.


Pengujian sampel dari setiap batch menunjukkan bahwa semuanya serupa dalam hal karakteristik overrun dan leleh serta kadar protein. 


Semuanya juga ternyata lembut dan menarik—dan semuanya memiliki rasa dan tekstur yang enak, menurut 60 sukarelawan yang mencicipi es krim dan memberikan pendapat mereka.


Hanya saja, sampel dengan bakteri yogurt dan inulin ditemukan memiliki sedikit rasa asam. | 


Sumber: Phys


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama