Dengan giginya yang kuat, komodo memakan hampir semua jenis daging, mulai dari reptil kecil dan burung hingga rusa, kuda, serta kerbau.
Gigi komodo yang kuat mengoyak mangsanya ternyata mengandung besi. (Foto: Timon Cornelissen/Pexels)
ngarahNyaho - Peneliti dari King’s College London menemukan bahwa ujung gigi komodo yang bergerigi dan mengoyak mangsanya ternyata mengandung besi.
Tak aneh bila komodo bisa mempertahankan giginya yang kuat dan tajam. Kondisi ini mungkin memberikan wawasan, bagaimana dinosaurus, seperti Tyrannosaurus rex, membunuh dan memakan mangsanya.
Dr Aaron LeBlanc, dosen Biosains Gigi di King’s College London dan penulis utama studi tersebut, menjelaskan kemiripan gigi komodo dengan dinosaurus pemakan daging.
“Komodo memiliki gigi yang melengkung dan bergerigi untuk mencabik-cabik mangsanya seperti halnya dinosaurus pemakan daging,” kata LeBlanc seperti dikutip dari Interesting Engineering.
“Kami ingin menggunakan kesamaan ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana dinosaurus karnivora makan dan apakah mereka menggunakan besi pada giginya dengan cara yang sama seperti komodo.”
Kandungan zat besi lebih tinggi
Tampilan samping dan penampang salah satu gigi komodo dianalisis dalam penelitian. (Foto: Dr Aaron LeBlanc via New Atlas)
Hewan asli Indonesia ini adalah spesies biawak terbesar yang masih hidup, biasanya memiliki berat sekitar 80 kg. Komodo merupakan predator yang mematikan.
Mereka memiliki gigi yang tajam dan melengkung mirip dengan gigi banyak dinosaurus karnivora.
Komodo memakan hampir semua jenis daging, mulai dari reptil kecil dan burung hingga rusa, kuda, dan kerbau, menggunakan giginya untuk merobek dan mencabik-cabik daging.
Para peneliti menemukan, meskipun banyak reptil mempunyai zat besi di giginya, komodo memiliki konsentrasi zat besi yang tinggi di sepanjang tepi tajam dan ujung giginya, yang membuat mereka berwarna oranye.
Sebaliknya, buaya dan biawak lainnya memiliki kandungan zat besi yang sangat rendah pada giginya sehingga seringkali tidak terlihat.
Menganalisis gigi komodo
Untuk memahami komposisi kimia dan struktur gigi komodo, para ilmuwan memeriksa tengkorak dan gigi dari koleksi museum dan mempelajari gigi Ganas.
Ganas adalah komodo berusia 15 tahun dari kebun binatang konservasi ZSL, Kebun Binatang London.
Dengan menggunakan pencitraan canggih dan analisis kimia, para peneliti menemukan bahwa zat besi pada email komodo terkonsentrasi pada lapisan tipis pada gerigi dan ujung gigi mereka.
Lapisan pelindung ini membantu menjaga ujung gigi yang bergerigi tetap tajam dan siap digunakan kapan saja.
Temuan dan penelitian lebih lanjut
Gigi komodo (perhatikan lapisan besi oranye di sepanjang tepinya) dibandingkan dengan gigi fosil Tyrannosaurus rex. (Foto: Dr Aaron LeBlanc via New Atlas)
Penelitian ini membuka pertanyaan dan jalan baru untuk menyelidiki bagaimana spesies yang punah, seperti dinosaurus, hidup dan memakan mangsanya.
“Sayangnya, dengan menggunakan teknologi yang kita miliki saat ini, kita tidak dapat melihat apakah fosil gigi dinosaurus mengandung zat besi dalam jumlah tinggi atau tidak.
"Kami berpendapat bahwa perubahan kimia yang terjadi selama proses fosilisasi mengaburkan berapa banyak zat besi yang ada pada awalnya,” kata LeBlanc.
“Apa yang kami temukan adalah bahwa dinosaurus pemakan daging yang lebih besar, seperti tyrannosaurus, memang mengubah struktur email gigi mereka.
"Jadi, meskipun komodo telah mengubah kimiawi giginya, beberapa dinosaurus mengubah struktur email giginya untuk mempertahankan ketajamannya.”
LeBlanc berpendapat bahwa analisis lebih lanjut terhadap gigi reptil tersebut mungkin dapat mengungkap penanda tambahan di dalam lapisan besi yang tetap tidak berubah selama proses fosilisasi.
Penanda semacam itu secara pasti dapat menentukan apakah dinosaurus juga memiliki gigi berlapis besi, sehingga meningkatkan pemahaman kita tentang predator tangguh ini.
Studi LeBlanc dan rekan-rekannya dipublikasikan di Nature Ecology & Evolution. |
Sumber: Interesting Engineering



إرسال تعليق