Selama ribuan tahun terbukti ampuh dalam pengobatan tradisional Cina dan kini peneliti pastikan kandungan yang berikan manfaatnya.
ngarahNyaho! - Kelabang berbisa berukuran 20 cm dapat menjadi mimpi buruk bagi siapa pun, tapi bisa bisa menyelamatkan nyawa orang yang terkena penyakit ginjal.
Dalam makalah yang terbit di Journal of Natural Products, peneliti melaporkan tentang kandungan alkoloid pada binatang berkaki banyak tersebut.
Alkoloid tersebut dapat mengurangi peradangan dan fibrosis ginjal, yang keduanya berkontribusi terhadap penyakit ginjal.
Praktik pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional Cina telah dipraktikkan selama ribuan tahun hingga saat ini.
Tulisan pertama berasal dari tahun 200 SM dengan referensi tentang pengobatan herbal dan akupunktur mulai dari teori dan praktik hingga diagnosis dan pengobatan.
Sekitar 1.500 spesies hewan digunakan dalam pengobatan tradisional Cina, namun sedikit yang diketahui tentang metabolit sekunder dari tubuh mereka untuk fungsi khusus seperti melumpuhkan mangsa.
Beberapa senyawa yang telah diteliti, seperti racun katak untuk pengobatan kanker, telah terbukti memberikan petunjuk yang bermanfaat dalam pengembangan obat.
Jadi, Yong-Xian Cheng dan rekannya memutuskan untuk meneliti metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kelabang berkepala merah Cina (Scolopendra subspinipes mutilans).
Kelabang berbisa telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan berbagai kondisi termasuk epilepsi, TBC, luka bakar, dan penyakit kardiovaskular.
Para peneliti mencampurkan sampel bubuk kelabang kering dengan etanol untuk mengekstraksi berbagai senyawa dari hewan.
Mereka kemudian memisahkan dan mengidentifikasi unsur-unsurnya dengan teknik seperti kromatografi dan spektrometri.
Tim menemukan 12 alkaloid quinoline dan isoquinoline baru, termasuk beberapa dengan struktur molekul yang tidak biasa, bersama dengan setengah lusin alkaloid lain yang sebelumnya telah terdeteksi.
Dalam kultur sel, beberapa alkaloid menunjukkan perilaku anti-inflamasi, sementara sebagian juga mengurangi fibrosis ginjal.
Penumpukan jaringan ikat ini berhubungan dengan penyakit ginjal kronis dan dirangsang oleh peradangan.
Akhirnya, para peneliti mengidentifikasi protein yang berperan dalam fibrosis ginjal dan ditargetkan oleh alkaloid fungsi ganda yang paling efektif.
Penemuan baru ini dapat membuka jalan bagi penelitian di masa depan dan pengembangan pengobatan potensial untuk penyakit ginjal, yang merupakan masalah kesehatan yang signifikan secara global. |Sumber: EurekAlert

إرسال تعليق