Rahasia "Jam Weker" Otak Terungkap, Gen Ini Ternyata Polisi Lalu Lintasnya

Peneliti Melbourne menemukan jalur genetik krusial yang bertindak layaknya polisi lalu lintas untuk mengatur jadwal perkembangan sel otak sejak kandungan.


Peneliti Melbourne menemukan jalur genetik krusial yang bertindak layaknya polisi lalu lintas untuk mengatur jadwal perkembangan sel otak sejak kandungan.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Gen DLX2 berperan mencegah sel otak muda berubah menjadi sel pendukung terlalu cepat, memastikan mereka menjadi neuron tepat waktu.
  • Gangguan pada "jadwal" pertumbuhan ini diyakini menjadi pemicu tumor otak ganas pada anak-anak saat sel saraf mendadak mogok matang.
  • Pemetaan jalur genetik ini membuka peluang riset lanjutan untuk memperbaiki opsi pengobatan kanker otak dan gangguan saraf.


OTAK manusia tidak dibangun seperti merakit furnitur IKEA, tinggal mengikuti petunjuk lalu berharap tidak ada baut tersisa.


Sebelum lahir, jutaan sel harus berkembang, berpindah ke lokasi yang tepat, lalu mengambil identitas yang sesuai. Salah waktu sedikit saja, hasilnya bisa berbeda.


Riset terbaru dari Murdoch Children's Research Institute (MCRI) yang dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature Communications berhasil membongkar proses genetik di balik pembentukan otak tersebut.


Dr. Ryan Leung, peneliti MCRI, menjelaskan bahwa otak berkembang sangat pesat sebelum kelahiran. Sel-sel harus menerima instruksi yang tepat di waktu yang tepat pula agar bisa pindah ke lokasi yang benar.


Untuk membuktikannya, mereka menggunakan teknik genomik mutakhir pada tikus yang direkayasa agar tidak memiliki gen DLX1 dan DLX2.


Hasilnya? Tanpa kehadiran gen DLX2, lalu lintas sel otak jadi kacau balau. Gen ini rupanya bertugas sebagai "polisi lalu lintas" yang memastikan sel otak muda matang menjadi neuron di saat yang pas.


Ia mencegah sel-sel tersebut buru-buru berubah jadi sel pendukung. Rupanya, di dunia seluler pun, "dewasa sebelum waktunya" sangat tidak dianjurkan.


Ketika gen-gen ini dihilangkan, sel-sel tersebut kebingungan dan nyasar ke lokasi yang salah.


Tim peneliti bahkan menemukan sub-wilayah baru di otak depan, menegaskan bahwa dalam pertumbuhan sel, lokasi menentukan prestasi.


Penemuan ini menjadi titik terang untuk kasus glioma tingkat tinggi pada anak (pHGGs), jenis tumor agresif di otak dan saraf tulang belakang.


Tumor mematikan ini diyakini muncul gara-gara sel punca saraf mendadak mogok kerja dan berhenti matang di tengah jalan.


Profesor David Eisenstat, Ketua Grup Neuro-onkologi MCRI, menegaskan bahwa meskipun riset ini berfokus pada perkembangan otak normal, hasilnya sangat krusial.


Jalur molekuler yang mengatur sel otak inilah yang sering kali "dibajak" dan dirusak oleh tumor otak anak.


Diketahui, tumor otak dan sistem saraf pusat merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada anak-anak usia 0-14 tahun.


Memahami bagaimana "sirkuit" ini error dari pabriknya adalah langkah penting untuk akhirnya mencari pengobatan yang lebih baik.


Disadur dari Medical Xpress  - Genetic pathway offers new insight into timing of early brain development yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama