Temuan di Jerman, Panel Surya di Lahan Gambut Tingkatkan Keanekaragaman Burung

Pemasangan panel surya di lahan gambut basah Jerman terbukti meningkatkan keanekaragaman jenis burung dibanding lahan pertanian terdegradasi.


Pemasangan panel surya di lahan gambut basah Jerman terbukti meningkatkan keanekaragaman jenis burung dibanding lahan pertanian terdegradasi.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Keanekaragaman burung meningkat di taman panel surya yang dibangun di atas lahan gambut yang dibasahi kembali (rewetted peatland).
  • Panel surya bukan sekadar pembangkit listrik, tetapi juga menjadi tempat bertengger, berburu serangga, dan berlindung bagi berbagai spesies burung.
  • Peneliti mengingatkan hasil ini masih perlu diuji lebih lanjut karena belum bisa dipastikan apakah peningkatan keanekaragaman disebabkan oleh pemulihan lahan, panel surya, atau kombinasi keduanya.


KETIKA ekolog Hanna Rae Martens berkunjung ke taman surya di Jerman utara, ia disuguhi pemandangan unik. Kawanan burung apung-tanah (meadow pipit) yang hinggap santai di atas panel surya. 


Struktur kaca dan logam tersebut tampaknya diperlakukan layaknya dahan pohon buatan tempat mereka bersiap meluncur menangkap serangga.


Hasil studi Martens dan timnya dari University of Greifswald yang terbit di jurnal Ecological Solutions and Evidence menunjukkan dampak positif dari instalasi panel surya di lahan gambut.


Kombinasi pembasahan kembali lahan gambut (rewetting) dan instalasi panel surya menghadirkan habitat yang jauh lebih kaya spesies dibanding lahan pertanian kering di sekitarnya. 


Ini penemuan menarik, mengingat reputasi lahan gambut rusak yang selama ini lebih sering menjadi "pabrik emisi" daripada rumah burung.


Secara alami, lahan gambut sehat adalah pahlawan pembendung krisis iklim karena menyimpan karbon terestrial terbanyak. Namun saat dikeringkan demi alih fungsi pertanian, gambut justru melepas karbon secara masif. 


Di Jerman, sekitar 95% lahan gambut telah rusak dan menyumbang 37% emisi gas rumah kaca sektor pertanian. 


Secara global, gambut kering menyumbang 5% emisi antropogenik—dua kali lipat lebih banyak ketimbang seluruh emisi industri penerbangan dunia!


Membasahi kembali lahan gambut adalah kunci penghentian emisi. Sayangnya, tanah yang kembali basah kuyup bikin petani pusing karena mayoritas tanaman pangan tidak bisa tumbuh. 


Di sinilah kompromi manis tercipta: pasang panel surya di atas tanah basah. Pemilik lahan tetap panen cuan dari listrik bersih, sementara ekosistem gambut perlahan bangkit dari 'kematian'.


Guna memantau siapa saja 'penghuni' baru kawasan tersebut, tim Martens memasang alat perekam suara hemat biaya bernama AudioMoth di taman surya dan lahan rumput kering terdekat sepanjang musim kawin 2024. 


Ribuan rekaman audio berdurasi 40 detik kemudian dianalisis oleh BirdNetkecerdasan buatan berbasis jaringan saraf tiruan khusus pengenal suara burung.


Hasilnya, taman surya tersebut memikat perpaduan spesies yang agak "ajaib".


Dari burung rawa seperti reed bunting dan meadow pipit yang terancam punah, hingga burung yang biasa nongkrong di pekarangan kota seperti burung gereja (Eurasian tree sparrow). 


Kehadiran spesies rawa membuktikan bahwa tanahnya memang berhasil dibasahi, sedangkan spesies non-rawa memanfaatkan kerangka panel surya sebagai struktur bertengger.


Meski temuan ini memberi angin segar, sejumlah pakar luar menyarankan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan absolut. 


Michael Schummer, associate professor dari SUNY College of Environmental Science and Forestry, menyoroti jarak antaralat perekam yang hanya 90 meter—jauh di bawah standar minimal 250 meter. 


Hal ini berpotensi mencatat burung yang sama berulang kali dan menggelembungkan estimasi keragaman.


Sementara itu, Guido Bakema dari Wageningen University mempertanyakan apakah keragaman burung meningkat karena faktor airnya atau faktor panel suryanya.


Ini mengingat studi ini tidak membandingkan taman surya basah dengan lahan gambut basah tanpa panel. 


Martens mengakui keterbatasan tersebut karena belum ada taman surya gambut basah lain di sekitar lokasi untuk dijadikan pembanding. 


Namun, ia kini telah memperluas penelitiannya ke lima lokasi berbeda demi membedah dampak desain panel secara lebih presisi.


Disadur dari Eos.org - For the Birds: Solar Panels over Peatlands May Increase Avian Biodiversity yang diakses pada Juli 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama