Desa “Hantu” Muncul Lagi Setelah Puluhan Tahun Tenggelam

Sebuah desa Inggris yang tenggelam lebih dari 50 tahun lalu kembali terlihat ketika kekeringan ekstrem menurunkan permukaan air waduk.


Sebuah desa Inggris yang tenggelam lebih dari 50 tahun lalu kembali terlihat ketika kekeringan ekstrem menurunkan permukaan air waduk.

Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Reruntuhan Nether Hambleton muncul dari bawah air Rutland Water setelah permukaan waduk turun drastis.
  • Desa itu dikosongkan dan ditenggelamkan dalam pembangunan waduk pada 1970-an, sementara penduduknya dipindahkan.
  • Kemunculannya menjadi pengingat bahwa kekeringan Eropa kini cukup parah hingga “menghidupkan kembali” situs-situs arkeologi yang lama terkubur.


NETHER HAMBLETON dulunya merupakan permukiman pedesaan di dekat Sungai Gwash, Inggris. 


Desa kecil ini menjadi bagian dari lanskap pertanian yang kemudian berubah total ketika pemerintah membangun waduk untuk memasok kebutuhan air kawasan tersebut. 


Pembangunan waduk, yang awalnya dikenal sebagai Empingham Reservoir dan kemudian menjadi bagian dari Rutland Water, selesai pada 1976. 


Namun, waduk membutuhkan beberapa tahun lagi untuk terisi penuh. Lebih dari 3.000 acre atau sekitar 1.200 hektare lahan di sekitarnya akhirnya berada di bawah air. 


Nasib Nether Hambleton cukup pahit. Penduduknya dipindahkan, rumah dan lahan pertanian mereka dihancurkan, lalu seluruh kawasan ditenggelamkan. 


Desa tetangganya, Upper Hambleton, masih bertahan karena berada di lokasi yang lebih tinggi.


Setelah air memenuhi waduk, Nether Hambleton praktis menghilang dari pandangan. 


Namun, bukan berarti jejaknya benar-benar lenyap. Fondasi bangunan dan susunan batu tetap berada di dasar waduk, menunggu—secara harfiah—sampai air pergi.


Musim panas 2026 membawa kondisi yang tidak biasa. Kekeringan parah di Eropa membuat permukaan air Rutland Water turun cukup rendah sehingga sebagian reruntuhan Nether Hambleton kembali terlihat. 


Fondasi batu dan sisa-sisa struktur desa kini memberikan gambaran sekilas mengenai lanskap sebelum kawasan tersebut berubah menjadi waduk. 


Ironisnya, penemuan ini bukan kabar baik soal kondisi lingkungan. 


Kemunculan desa tersebut justru menjadi semacam “alarm arkeologis”: semakin parah kekeringan, semakin banyak peninggalan yang berpotensi muncul dari tempat persembunyiannya.


Tony Grayling, pimpinan strategis kekeringan di Environment Agency sekaligus ketua National Drought Group, mengatakan kondisi kekeringan memburuk dan baru akan mereda jika kawasan itu mendapatkan hujan yang cukup dan berlangsung terus-menerus. 


Nether Hambleton bukan satu-satunya situs yang kembali terlihat. 


Kekeringan terbaru di Eropa juga membuka sejumlah peninggalan lain, termasuk benda terkait kultus kuno di Sungai Danube, Hungaria, serta bagian dari Jembatan Konstantinus di dekat Gigen, Bulgaria.


Ada ironi, manusia membangun waduk untuk mengamankan persediaan air, lalu puluhan tahun kemudian kekurangan air justru membuat sejarah yang ditenggelamkan muncul kembali. 


Disadur dari The Debrief A Lost English ‘Ghost Village,’ Long Hidden Beneath One of England’s Largest Reservoirs, Has Mysteriously Resurfaced yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama