Bukan Soal Tatapan, Bagian Putih Bola Mata Pengaruhi Kesan Pertama

 Orang cenderung menilai wajah dengan bagian putih mata yang lebih terlihat sebagai lebih tepercaya, menarik, ramah, dan berstatus sosial lebih tinggi, menurut penelitian terbaru.


Orang cenderung menilai wajah dengan bagian putih mata yang lebih terlihat sebagai lebih tepercaya, menarik, ramah, dan berstatus sosial lebih tinggi, menurut penelitian terbaru.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Putih mata yang lebih terlihat membuat wajah dinilai lebih tepercaya, menarik, dan mudah diajak berinteraksi.
  • Efek ini berlaku pada penilai laki-laki maupun perempuan, serta pada wajah laki-laki maupun perempuan.
  • Penelitian masih memiliki keterbatasan karena mayoritas partisipan dan foto yang digunakan berasal dari kelompok berkulit putih.


DALAM hitungan sepersekian detik, otak manusia sudah mulai "menghakimi" wajah orang lain. Sebelum mendengar cara bicara atau mengenal kepribadiannya, kita sering kali sudah membentuk kesan awal. 


Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa salah satu pemicunya ternyata sesederhana seberapa banyak bagian putih mata yang terlihat.


Tim peneliti yang dipimpin Mathias Boyer-Brosseau bersama Simon Rigoulot dan Sébastien Hétu ingin mengetahui apakah luas area putih mata, dikenal sebagai sklera, benar-benar memengaruhi penilaian sosial seseorang


Selama ini, sejumlah penelitian hanya menemukan hubungan, tetapi belum bisa memastikan apakah sklera memang menjadi penyebabnya atau sekadar kebetulan yang berkaitan dengan ciri wajah lain.


Untuk mengujinya, para peneliti merekrut 162 orang dewasa di Amerika Serikat melalui survei daring. 


Mereka diminta menilai 100 foto wajah berekspresi netral yang diambil dari basis data Karolinska Directed Emotional Faces. 


Foto-foto tersebut dimodifikasi secara digital sehingga hanya berbeda pada luas area putih mata yang terlihat, sementara detail wajah lainnya dipertahankan.


Hasilnya, wajah dengan paparan sklera yang lebih besar memperoleh nilai lebih tinggi dalam empat aspek sekaligus, yaitu kepercayaan, daya tarik fisik, keramahan (kemauan untuk diajak berinteraksi), dan perkiraan status sosial. 


Dengan kata lain, sedikit tambahan putih mata saja sudah cukup membuat seseorang tampak lebih positif di mata orang lain.


Menariknya, efek ini tidak bergantung pada jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan memberikan penilaian serupa terhadap wajah laki-laki maupun perempuan. 


Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya bagian putih mata yang terlihat kemungkinan merupakan isyarat sosial umum, bukan sekadar faktor yang berkaitan dengan daya tarik pasangan.


Mengapa bisa demikian? Salah satu penjelasan yang diajukan peneliti adalah bahwa sklera yang lebih terlihat memudahkan orang lain mengikuti arah pandangan mata. 


Kemampuan membaca arah tatapan merupakan bagian penting dalam komunikasi sosial karena membantu kita memahami fokus perhatian, niat, dan kemungkinan tindakan seseorang.


Penjelasan lain berkaitan dengan proses penuaan. Saat seseorang masih muda, terutama pada usia awal 20-an, area putih mata umumnya lebih terlihat. 


Seiring bertambahnya usia, jaringan di sekitar mata mengendur sehingga bagian putih mata tampak berkurang. 


Akibatnya, sklera yang lebih terekspos mungkin secara tidak sadar diasosiasikan dengan keremajaan, kesehatan, dan vitalitas.


Namun, peneliti mengingatkan bahwa temuan ini tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan. 


Sebagian besar partisipan dan foto dalam penelitian berasal dari orang berkulit putih, sehingga belum diketahui apakah hasil serupa berlaku pada semua kelompok etnis dan budaya


Selain itu, untuk memperbesar area putih mata, ukuran bukaan mata juga ikut diperbesar. Bisa jadi, bukan hanya putih matanya yang berpengaruh, tetapi juga ukuran mata secara keseluruhan.


Penelitian ini juga menyoroti adanya halo effect, yaitu bias psikologis ketika seseorang yang dianggap menarik otomatis dinilai lebih baik dalam aspek lain, misalnya lebih jujur atau lebih ramah. 


Dengan kata lain, penilaian sosial kita sering kali bukan hasil analisis mendalam, melainkan jalan pintas yang diambil otak.


Disadur dari PsyPost - People judge faces with more visible eye whites as more trustworthy and attractive yang diakses pada Juli 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم