Bukan Cuma Manusia, China Pakai AI "Pengenal Wajah" Buat Lacak Ikan di Tibet

China menerapkan teknologi pengenal wajah berbasis AI di Bendungan Zangmu, Tibet, guna memantau dan memetakan migrasi ikan secara real-time.


China menerapkan teknologi pengenal wajah berbasis AI di Bendungan Zangmu, Tibet, guna memantau dan memetakan migrasi ikan secara real-time.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • AI menggabungkan kamera optik beresolusi tinggi dan sonar untuk mengenali ikan secara real-time.
  • Sistem dilaporkan mampu mencapai akurasi sekitar 95 persen dalam identifikasi spesies dan pemantauan perilaku ikan.
  • Teknologi ini membantu memantau dampak bendungan terhadap migrasi ikan, tetapi tidak menghapus persoalan ekologis yang ditimbulkan bendungan.


DI Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Zangmu di Sungai Yarlung Tsangpo, Tibet, ikan kini punya semacam petugas imigrasi digital.


Bedanya, mereka tidak perlu menunjukkan paspor dan, tentu saja, tidak bisa mengajukan keberatan ketika datanya dicatat.


Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut digunakan untuk memantau ikan yang melewati jalur khusus di sekitar bendungan.


Mengutip Interesting Engineering, teknologi ini menggabungkan kamera optik beresolusi tinggi, pencitraan sonar, serta rekaman historis untuk mengenali dan menghitung ikan secara otomatis.


Sebelumnya, pemantauan semacam ini mengandalkan manusia yang mengamati ikan dari balik kaca dan mencatat kemunculannya satu per satu.


Cara tersebut tidak hanya melelahkan, tetapi juga berpotensi menghasilkan kesalahan dan sulit dilakukan sepanjang waktu.


Kini, algoritma dapat bekerja 24 jam sehari. Sistem menganalisis bentuk tubuh saat berenang, bentuk sirip, pola atau tanda khas pada tubuh, serta karakteristik lain untuk membantu membedakan spesies ikan asli Dataran Tinggi Tibet.


Sistem juga mencatat jumlah ikan, suhu air, dan waktu terjadinya migrasi.


Menurut laporan tersebut, tingkat akurasinya mencapai sekitar 95 persen untuk tugas identifikasi, penghitungan, dan analisis karakteristik renang ikan.


Mengapa ikan perlu diawasi?


Bendungan memang menghasilkan listrik rendah karbon dan dapat membantu pengendalian air.


Namun, bagi ikan migrasi, bendungan merupakan penghalang raksasa yang memutus jalur menuju habitat mencari makan atau tempat berkembang biak.


Zangmu memiliki tinggi sekitar 116 meter dan kapasitas pembangkitan 510 megawatt. Untuk membantu ikan melewati penghalang tersebut, bendungan dilengkapi fishway atau jalur migrasi ikan dengan kemiringan relatif landai.


Desainnya menggunakan rangkaian undakan dan aliran air yang dikalibrasi agar ikan dengan kemampuan berenang lebih lemah tetap dapat bergerak ke hulu.


Menurut laporan yang dikutip South China Morning Post, jalur tersebut memungkinkan sejumlah spesies asli melewati bendungan.


Sejak beroperasi pada 2015, sekitar 570.000 ikan langka dilaporkan telah bermigrasi ke hulu melalui jalur tersebut.


Teknologi AI kemudian berfungsi seperti sistem sensus otomatis: bukan sekadar mengetahui bahwa ada ikan lewat, tetapi juga mencoba menjawab ikan apa, berapa jumlahnya, kapan bergerak, dan bagaimana perilakunya.


Pemanfaatan AI untuk pemantauan ikan sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru.


Peneliti di Amerika Serikat, misalnya, juga menggunakan kamera, sonar, dan pembelajaran mesin untuk mendeteksi, menghitung, serta mengidentifikasi ikan.


USGS mencatat bahwa AI dapat membantu mempercepat pemrosesan data dan pemantauan populasi satwa liar.


Sonar pencitraan juga memungkinkan peneliti memantau ikan ketika kondisi air keruh atau pencahayaan buruk.


Dengan memanfaatkan pantulan gelombang suara, perangkat dapat menghasilkan gambaran pergerakan ikan di bawah permukaan.


Masalahnya, kemampuan menghitung ikan dengan lebih pintar tidak otomatis membuat bendungan menjadi lebih ramah lingkungan.


Bendungan dapat memecah habitat, mengubah suhu dan aliran air, mengganggu perpindahan sedimen serta nutrien, dan menghalangi perjalanan ikan menuju tempat pemijahan.


Karena itu, fishway, program penangkaran, pelepasan kembali ikan, dan pemantauan berbasis AI lebih tepat dilihat sebagai upaya mengurangi dampak, bukan menghapus dampaknya.


Di Zangmu sendiri, program pembiakan dilaporkan telah melepaskan hampir 2 juta ikan ke alam untuk membantu mempertahankan populasi.


Disadur dari Interesting EngineeringHigh-tech surveillance: China deploys ‘fish facial recognition’ at Tibet hydro station yang diakses pada Agustus 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم