Kucing yang biasa berkeliaran di luar ternyata cukup mudah beradaptasi menjadi kucing rumahan, menurut survei pemilik di Australia dan Selandia Baru.
Ringkasan
- Lebih dari 40 persen kucing dilaporkan terbiasa hidup sepenuhnya di dalam rumah hanya dalam hitungan hari.
- Alasan utama pemilik membatasi kucing di dalam rumah adalah keselamatan, disusul kekhawatiran terhadap satwa liar.
- Sebagian besar pemilik menilai kucing mereka tetap bahagia setelah transisi dan bahkan ingin memelihara kucing berikutnya di dalam rumah.
BIKIN kucing yang terbiasa keluyuran menjadi penghuni rumah sepenuhnya mungkin terdengar seperti proyek negosiasi tingkat tinggi.
Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup itu ternyata tidak selalu sesulit yang dibayangkan.
Peneliti dari Australia dan Selandia Baru menyurvei 87 pemilik kucing yang mencoba mengubah kucing dengan akses bebas ke luar rumah menjadi kucing indoor.
Hasilnya, lebih dari 40 persen pemilik mengatakan kucing mereka sudah beradaptasi dalam hitungan hari.
Sekitar seperempat membutuhkan waktu beberapa minggu, sementara 12,6 persen masih belum benar-benar beradaptasi.
Menurut Julia Henning dan timnya, sebagian besar pemilik justru menganggap proses tersebut lebih mudah daripada yang diperkirakan.
Perubahan perilaku kucing juga umumnya tidak terlalu besar. Beberapa kucing memang menjadi lebih sering bermain, lebih vokal, dan lebih banyak meminta perhatian.
Dengan kata lain, kucing mungkin tidak kehilangan jati dirinya hanya karena kehilangan akses ke halaman tetangga.
Mengapa kucing dibatasi di dalam rumah?
Keselamatan menjadi alasan paling dominan. Lebih dari 75 persen pemilik menyebut keselamatan kucing sebagai alasan utama, termasuk kasus kucing yang sebelumnya pernah mengalami cedera atau memiliki masalah kesehatan.
Sekitar sepertiga pemilik juga mempertimbangkan dampak kucing terhadap satwa liar.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Kucing yang berkeliaran menghadapi risiko tertabrak kendaraan, diserang predator, terpapar penyakit, atau mengalami kecelakaan lain.
Di sisi lain, kucing juga merupakan predator yang cukup efektif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kucing yang berkeliaran dapat memangsa burung dan mamalia kecil dalam jumlah besar.
Dampaknya menjadi persoalan serius terutama di wilayah yang memiliki satwa liar rentan terhadap predasi kucing.
Jadi, ketika seekor kucing membawa pulang "hadiah" berupa burung atau kadal, pemiliknya mungkin melihatnya sebagai tanda kasih sayang. Bagi satwa yang bersangkutan, tentu interpretasinya sedikit berbeda.
Transisi ke kehidupan indoor tetap memiliki tantangan. Beberapa pemilik melaporkan kucing berusaha kabur, sementara pintu dan jendela harus lebih diperhatikan agar si ahli pelarian tidak kembali menjalankan ekspedisi malam.
Ada pula persoalan emosional. Sebagian pemilik merasa bersalah karena membatasi kebebasan kucing. Biaya pemeliharaan juga bisa meningkat, meskipun biaya dokter hewan dilaporkan menurun pada sebagian peserta.
Rumah dengan anak kecil menjadi tantangan tersendiri karena pintu lebih sulit dijaga tetap tertutup.
Menariknya, hanya 13,8 persen pemilik yang mengaku melakukan persiapan sebelum transisi. Sebagian lainnya bahkan melakukannya secara mendadak karena masalah kesehatan atau keselamatan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi lingkungan rumah dapat membantu kucing beradaptasi.
Pada akhirnya, mayoritas pemilik menilai kucing mereka tetap bahagia setelah menjadi kucing indoor dan mengatakan akan memilih cara yang sama untuk kucing peliharaan berikutnya.
Artinya, mengubah kucing petualang menjadi penghuni rumah mungkin bukan hukuman penjara seperti yang kadang dikhawatirkan.
Dengan lingkungan yang sesuai, stimulasi, permainan, dan perhatian yang cukup, sebagian besar kucing tampaknya bisa menerima perubahan itu.
Tentu saja, kucing tetaplah kucing. Mereka mungkin sudah kehilangan akses ke jalan, tetapi belum tentu kehilangan hak untuk menatap pemiliknya dengan ekspresi seolah-olah manusialah yang sebenarnya sedang tinggal di rumah mereka.
Disadur dari IFL Science - Is It Cruel To Keep Cats Indoors? Turns Out Our Feline Friends May Change Their Stripes More Easily Than We Thought yang diakses pada Agustus 2026.

Posting Komentar