Polusi Ternyata Bisa Bikin Sendi Makin Nyeri dan Meradang

Paparan polusi udara tinggi, khususnya partikel halus PM2.5, terbukti dapat memicu lonjakan rasa nyeri dan pembengkakan sendi bagi penderita rheumatoid arthritis.


Paparan polusi udara tinggi, khususnya partikel halus PM2.5, terbukti dapat memicu lonjakan rasa nyeri dan pembengkakan sendi bagi penderita rheumatoid arthritis.Paparan polusi udara tinggi, khususnya partikel halus PM2.5, terbukti dapat memicu lonjakan rasa nyeri dan pembengkakan sendi bagi penderita rheumatoid arthritis.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Partikel debu PM2.5 yang berukuran sangat kecil mampu menembus paru-paru hingga pembuluh darah, memicu inflamasi sistemik pada tubuh.
  • Risiko kambuhnya nyeri sendi (flare-up) meningkat signifikan jika seseorang terpapar udara kotor secara terus-menerus selama lebih dari dua minggu.
  • Menggunakan masker medis yang rapat (well-fitted) dan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan dapat membantu menekan risiko paparan polusi.


BAGI para penderita rheumatoid arthritis (RA) alias rematik autoimun, rasa nyeri dan bengkak di persendian kerap kali datang layaknya tamu tak diundang, tiba- tiba dan tanpa alasan yang jelas.


Selama ini, genetik dan kebiasaan merokok kerap dituduh sebagai biang kerok utama. Namun, riset dari Seoul National University Hospital justru menunjuk tersangka lain yang tak kasatmata: polusi udara.


Dalam studi berskala besar yang diterbitkan di jurnal Annals of the Rheumatic Diseases, para peneliti memantau 1.070 pasien RA melalui 12.583 kunjungan rawat jalan sepanjang tahun 2021 hingga 2024.


Hasilnya, semakin tinggi tingkat polusi udara di lingkungan sekitar, semakin tinggi pula tingkat keparahan penyakit serta risiko terjadinya lonjakan gejala (lare).


Dari enam jenis polutan yang diuji, seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, ozon, dan karbon monoksida, partikel debu halus PM2.5 menjadi penyebab paling dominan.


Dampaknya akan terasa jauh lebih parah apabila seseorang menghirup udara kotor tersebut secara konsisten selama lebih dari dua minggu.


Mengapa partikel ini begitu berbahaya? PM2.5 memiliki ukuran yang lebih kecil dari sel darah merah.


Ukurannya yang super mikroskopis ini membuat mereka lolos dari sistem penyaringan paru-paru, meluncur bebas ke dalam aliran darah, lalu memicu pembentukan molekul reaktif yang merusak sel dan menyebabkan peradangan.


Pada persendian yang memang sudah sensitif akibat serangan autoimun, dorongan inflamasi tambahan dari polusi ini bak menyiram minyak ke dalam api.


Jeffrey A. Sparks dari Harvard Medical School menyebut temuan ini sebagai penjelasan logis atas kasus-kasus serangan rematik yang selama ini dianggap misterius.


Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga perlu disikapi secara bijak mengingat tiap wilayah memiliki kondisi lingkungan yang berbeda.


Sebagai langkah praktis, penderita rematik disarankan untuk rutin memantau indeks kualitas udara harian.


Ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang pas di luar rumah serta menyalakan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan bisa menjadi benteng pertahanan sederhana.


Ya, obat mahal sekalipun tentu akan kewalahan jika udara yang kita hirup saban hari terus meracuni tubuh dari dalam.


Disadur dari Earth.com - Air pollution can trigger painful rheumatoid arthritis flares yang diakses pada Agustus 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama