Makanan Siap Saji Jadi Biang Kerok Sepertiga Kematian akibat Penyakit Jantung

Konsumsi makanan ultra-proses (ultra-processed food/UPF) memicu sepertiga total kasus penyakit dan kematian akibat gangguan jantung.


https://www.scimex.org/newsfeed/around-a-third-of-all-heart-related-deaths-and-disease-could-be-due-to-ultraprocessed-foodsIlustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Sekitar 23% hingga 38% kematian akibat penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke) dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses.
  • Memotong setengah porsi konsumsi makanan ultra-proses harian berpotensi menyelamatkan hingga 8.300 nyawa setiap tahunnya.
  • Kebijakan struktural seperti pajak makanan manis dan label peringatan di kemasan terbukti efektif menekan konsumsi makanan tidak sehat ini.


Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis atau diet profesional.


PERNAHKAH menghitung berapa banyak makanan kemasan atau siap saji yang kamu santap dalam sehari? Mulai dari sosis, mi instan, minuman bersoda, hingga camilan manis di supermarket. 


Makanan-makanan ini masuk dalam kategori ultra-processed food (UPF). Rasanya memang lezat dan praktis, tetapi sebuah riset terbaru membawa kabar yang cukup mengejutkan bagi kesehatan kita.


Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Preventive Medicine mengungkapkan fakta medis yang mencengangkan. 


Riset yang dipresentasikan pada Kongres Obesitas Internasional (ICO 2026) di Meksiko ini menyebutkan bahwa sekitar 23% hingga 38% kematian akibat penyakit kardiovaskular dipicu oleh konsumsi UPF. 


Tidak hanya itu, makanan jenis ini juga bertanggung jawab atas sepertiga dari total kasus baru penyakit jantung koroner dan stroke.


Studi yang dipimpin oleh Dr. Virginie Hamel dan Dr. Jean-Claude Moubarac dari Universitas Montreal, Kanada, ini melakukan simulasi yang menarik.


Jika masyarakat mau mengurangi setengah saja dari porsi konsumsi UPF mereka, ada sekitar 5.000 hingga 8.300 kematian yang bisa dicegah setiap tahunnya. 


Menurut para ahli, dampak buruk ini tidak hanya terjadi di Kanada, tetapi juga mengintai masyarakat di negara-negara berpenghasilan tinggi dan berkembang lainnya yang pola makannya sudah didominasi makanan instan.


Mengapa makanan ultra-proses begitu berbahaya? UPF umumnya telah melalui proses pabrikan yang panjang, tinggi kalori, sarat gula tambahan, garam, dan lemak jenuh, namun sangat miskin nutrisi serta serat. 


Mengonsumsinya secara berlebihan dalam jangka panjang akan memicu faktor risiko utama penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol melonjak, diabetes, hingga obesitas.


Para peneliti menegaskan bahwa edukasi individu saja tidak akan cukup untuk mengubah kebiasaan ini. 


Lingkungan kita saat ini sudah telanjur "dikepung" oleh makanan instan yang murah dan mudah didapat. Oleh karena itu, pemerintah perlu turun tangan lewat kebijakan yang tegas.


Beberapa negara telah membuktikan keberhasilan intervensi ini. Di Meksiko, penerapan pajak sebesar 10% untuk minuman manis berhasil memotong konsumsi UPF secara signifikan. 


Sementara itu di Cile, kewajiban memasang label peringatan gizi di bagian depan kemasan sukses menurunkan pembelian makanan tinggi kalori hingga seperempatnya.


Disadur dari Scimex - Around a third of all heart related deaths and disease may be due to ultraprocessed foods yang diakses pafa Juli 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم