Uji Gegar Otak di Lapangan Sepakbola Cukup 3 Menit, Dokter Lakukan 45 Pemeriksaan

FIFA kini memiliki prosedur pemeriksaan gegar otak khusus sepak bola, tes singkat sekitar tiga menit.


FIFA kini memiliki prosedur pemeriksaan gegar otak khusus sepak bola, tes singkat sekitar tiga menit.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • FOCUS adalah protokol pemeriksaan gegar otak pertama yang dirancang khusus untuk sepak bola.
  • Tes berlangsung sekitar tiga menit dan berisi 45 pemeriksaan yang disusun berdasarkan bukti ilmiah.
  • Jika muncul tanda atau gejala yang mencurigakan, pemain langsung dikeluarkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan demi mengurangi risiko cedera yang lebih serius.


SELAMA ini, belum ada metode pemeriksaan yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertandingan sepak bola. Padahal, benturan kepala merupakan insiden yang mengkhawatirkan.


Dokter tim biasanya mengandalkan alat pemeriksaan umum yang digunakan di berbagai cabang olahraga, atau protokol yang membutuhkan waktu 10–15 menit. 


Durasi tersebut jelas tidak praktis ketika pertandingan sedang berlangsung.


Untuk menjawab kebutuhan itu, tim peneliti yang dipimpin Dr. Kerry Peek dari FIFA Medical mengembangkan Football-Specific On-Pitch Concussion Assessment (FOCUS).


FOCUS adalah protokol pemeriksaan pertama yang benar-benar disesuaikan dengan karakteristik sepak bola.


Menurut Peek, mengenali gegar otak di tengah pertandingan merupakan tantangan besar karena selama ini tidak ada prosedur standar berbasis bukti ilmiah yang dapat dilakukan dalam waktu sangat singkat di lapangan.


FOCUS bukan disusun secara sembarangan. Tim peneliti terlebih dahulu menelaah 65 penelitian ilmiah mengenai pemeriksaan gegar otak. 


Menariknya, hanya dua penelitian yang secara khusus membahas evaluasi gegar otak pada hari yang sama di pertandingan sepak bola.


Setelah itu, dokter dan fisioterapis dari enam konfederasi sepak bola dunia diminta mengevaluasi berbagai komponen pemeriksaan. 


Hanya item yang memperoleh tingkat kesepakatan minimal 80 persen yang akhirnya dimasukkan ke dalam protokol.


Hasilnya adalah daftar pemeriksaan yang terdiri atas 45 indikator yang dikelompokkan ke dalam 11 kategori.


Beberapa kategori itu, di antaranya riwayat cedera kepala, kondisi kesadaran, keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, hingga kemampuan mata mengikuti objek yang bergerak.


Semua tahapan tersebut dirancang agar dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga menit saat pertandingan berhenti.


Pemeriksaan dimulai segera setelah pemain mengalami benturan kepala.


Dokter terlebih dahulu memperhatikan bagaimana benturan terjadi. Mereka mencari tanda-tanda yang jelas, misalnya tubuh pemain tiba-tiba lemas, mengalami kejang, atau muntah.


Selanjutnya dilakukan pemeriksaan singkat terhadap kondisi mental pemain. 


Dokter dapat menanyakan apakah pemain mengingat kejadian benturan, mengetahui lokasi pertandingan, atau mengingat siapa pencetak gol terakhir.


Selain itu, pemain diminta menjalani tes keseimbangan dengan mata tertutup, tes koordinasi seperti menyentuhkan jari ke hidung, hingga pemeriksaan pergerakan mata menggunakan pena atau jari sebagai objek.


Namun, Peek menegaskan bahwa tujuan utama FOCUS bukan untuk memastikan diagnosis gegar otak.


Sebaliknya, protokol ini bertujuan mendeteksi apakah terdapat tanda atau keluhan yang cukup kuat sehingga pemain dicurigai mengalami gegar otak dan perlu menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap di luar lapangan.


FOCUS menerapkan prinsip kehati-hatian.


Apabila muncul satu saja gejala atau tanda yang tidak dapat dijelaskan, pemeriksaan langsung dihentikan dan pemain dikeluarkan dari pertandingan untuk menjalani evaluasi lebih mendalam.


Pendekatan ini didukung berbagai penelitian yang menunjukkan, atlet yang tetap bermain setelah mengalami gegar otak cenderung membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dibanding mereka yang segera ditangani.


Sebaliknya, bila seluruh pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda mencurigakan, pemain masih harus menjalani satu tes tambahan berupa lari singkat disertai perubahan arah. 


Tujuannya untuk memastikan aktivitas fisik tidak memicu munculnya gejala baru sebelum pemain diizinkan kembali bertanding.


FOCUS telah diuji coba dalam sebuah liga profesional.


Sebanyak delapan pemain yang mengalami benturan kepala menjalani pemeriksaan menggunakan protokol baru ini.


Waktu pemeriksaan rata-rata berlangsung kurang dari tiga menit. Pemeriksaan tercepat hanya membutuhkan 18 detik, karena pemain langsung menunjukkan tanda serius sehingga harus segera ditarik keluar. 


Sementara pemeriksaan terlama berlangsung lebih dari empat menit akibat adanya luka di kepala yang memerlukan penanganan tambahan.


Dari delapan pemain tersebut, tiga pemain akhirnya dikeluarkan dari pertandingan. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, dua di antaranya dipastikan mengalami gegar otak.


Sementara lima pemain lainnya tetap melanjutkan pertandingan dan hasil pemeriksaan setelah laga menunjukkan mereka memang tidak mengalami gegar otak.


Selama ini sebagian besar alat pemeriksaan gegar otak dibuat agar dapat digunakan di semua cabang olahraga. Padahal, karakter sepak bola berbeda dengan olahraga kontak keras seperti rugby.


Angka kejadian gegar otak di rugby dilaporkan hampir sembilan kali lebih tinggi dibanding sepak bola putra. 


Sementara dokter tim sepak bola mungkin hanya menemui sedikit kasus dalam satu musim. Jadi, protokol yang sederhana dan mudah diikuti menjadi jauh lebih penting daripada mengandalkan intuisi.


Selain itu, beberapa tanda yang dianggap khas di olahraga lain belum tentu berlaku di sepak bola. Misalnya, pemain yang berbaring lama setelah benturan tidak selalu berarti mengalami gegar otak. 


Dalam situasi tertentu, pemain juga bisa tetap berada di tanah untuk mengulur waktu atau berharap mendapatkan pelanggaran.


Karena itu, FOCUS tidak langsung menganggap kondisi tersebut sebagai alasan otomatis untuk mengganti pemain. Sebaliknya, kondisi itu dijadikan sinyal agar pemeriksaan dilakukan lebih teliti.


Peluncuran FOCUS sejalan dengan perubahan aturan FIFA yang kini mengizinkan pergantian pemain permanen karena gegar otak.


Ini membuat tim tidak dirugikan karena harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.


Uji coba aturan tersebut sebelumnya menunjukkan sekitar 90 persen pemain yang mengalami gegar otak akhirnya diganti pada pertandingan yang sama. 


Namun, hampir satu dari lima pemain yang kemudian didiagnosis mengalami gegar otak sempat kembali bermain sebelum akhirnya ditarik keluar.


FOCUS diharapkan dapat memperkecil celah tersebut dengan memberikan panduan yang seragam bagi dokter, fisioterapis, maupun perawat di seluruh dunia.


Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa FOCUS bukan pengganti pemeriksaan medis lengkap seperti SCAT6.


SCAT6 tetap menjadi standar evaluasi lanjutan di ruang pemeriksaan dan membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit. 


Ke depan, uji coba berskala lebih besar masih diperlukan untuk memastikan tingkat akurasi FOCUS dalam mendeteksi gegar otak pada berbagai level kompetisi.


Disadur dari Earth.com - Football finally has its own on-pitch concussion test, a 3-minute pitchside check named FOCUS by FIFA yang diakses 3 Juli 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama