Paparan dingin secara rutin melalui rompi pendingin ternyata dapat membantu mengurangi lemak tubuh, menurut penelitian terbaru yang melibatkan orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
Ringkasan
- Studi baru menemukan bahwa penggunaan rompi pendingin selama enam minggu membantu peserta mengurangi lemak tubuh.
- Paparan dingin diduga mengaktifkan lemak cokelat (*brown fat*) yang membakar energi untuk menghasilkan panas.
- Meski menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa paparan dingin bukan pengganti pola makan sehat dan olahraga.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis atau pun profesional.
BELAKANGAN ini, berbagai metode paparan dingin seperti berendam air es, mandi air dingin, hingga cold plunge menjadi tren di media sosial.
Para penggemarnya mengklaim praktik tersebut memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kebugaran hingga membantu menurunkan berat badan.
Kini, penelitian awal yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity menambah bukti bahwa paparan suhu dingin memang mungkin memiliki efek nyata terhadap komposisi tubuh.
Dalam penelitian yang dipimpin para ilmuwan dari Leiden University Medical Center di Belanda, sebanyak 47 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dilibatkan dalam percobaan.
Sekitar setengah dari peserta diminta mengenakan rompi pendingin dan pelindung pinggang khusus selama dua jam setiap pagi selama enam minggu.
Hasilnya cukup menarik. Kelompok yang rutin terpapar dingin kehilangan rata-rata sekitar 0,9 kilogram atau hampir dua pon selama masa penelitian.
Sebaliknya, kelompok kontrol yang tidak menggunakan rompi pendingin justru mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar 0,6 kilogram.
Menurut salah satu penulis studi, Mariëtte Boon, penelitian ini termasuk salah satu yang pertama meneliti dampak paparan dingin dalam jangka waktu relatif panjang pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Para peneliti kemudian mencoba memahami apa yang menyebabkan perubahan tersebut. Salah satu jawabannya kemungkinan terletak pada jaringan lemak khusus yang dikenal sebagai lemak cokelat atau brown fat.
Tidak semua lemak dalam tubuh memiliki fungsi yang sama. Sebagian besar lemak yang menumpuk di perut, paha, atau pinggul merupakan lemak putih (white fat), yang berfungsi menyimpan energi.
Sebaliknya, lemak cokelat bekerja seperti "tungku mini" di dalam tubuh. Ketika seseorang merasa kedinginan, jaringan ini aktif membakar kalori untuk menghasilkan panas dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Menurut Helen Budge, ahli biologi dari University of Nottingham School of Medicine, paparan dingin harian dapat mengaktifkan lemak cokelat sehingga tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas.
Para peneliti juga menduga bahwa aktivitas lemak cokelat yang meningkat dapat memberikan efek positif lain, seperti membantu mengatur kadar lemak darah, gula darah, dan peradangan.
Faktor-faktor tersebut diketahui berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Yang menarik, analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar penurunan berat badan pada kelompok pengguna rompi pendingin berasal dari berkurangnya lemak tubuh.
Massa tanpa lemak, seperti otot dan tulang, relatif tidak berubah.
Temuan ini cukup penting karena banyak metode penurunan berat badan sering kali menyebabkan hilangnya massa otot bersamaan dengan lemak.
Keunggulan rompi pendingin dibandingkan metode lain adalah kemudahannya.
Tidak semua orang memiliki waktu atau fasilitas untuk berendam dalam bak penuh es setiap hari. Sebaliknya, rompi pendingin dapat digunakan sambil menjalankan aktivitas pagi.
Meski demikian, tim peneliti menduga efek yang mirip mungkin juga bisa diperoleh melalui mandi air dingin atau berenang di air bersuhu rendah.
Untuk menguji dugaan tersebut, mereka sedang menjalankan penelitian lanjutan yang meneliti apakah mandi air dingin selama 90 detik setiap pagi dapat membantu proses penurunan berat badan.
Namun, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menganggap paparan dingin sebagai solusi ajaib untuk menurunkan berat badan.
Sejumlah penelitian sebelumnya memang menemukan manfaat potensial dari paparan dingin. Namun bukti ilmiahnya masih terus berkembang.
Pada tahun 2022, James Mercer dari The Arctic University of Norway bersama rekan-rekannya meninjau 104 penelitian tentang efek kesehatan dari paparan air dingin.
Kesimpulannya, sejumlah manfaat memang tampak menjanjikan, tetapi masih diperlukan penelitian yang lebih ketat untuk memastikan efeknya.
Selain itu, sebuah penelitian pada tahun 2025 menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit di air dingin cenderung makan lebih banyak segera setelahnya dibandingkan mereka yang berada di air bersuhu normal.
Artinya, kalori yang terbakar selama paparan dingin bisa saja tergantikan kembali jika seseorang kemudian makan dalam jumlah lebih besar.
Karena itu, para pakar menekankan bahwa prinsip dasar pengelolaan berat badan tetap sama: tubuh harus membakar lebih banyak energi daripada yang dikonsumsi.
Paparan dingin mungkin dapat menjadi alat tambahan yang membantu proses tersebut.
Hanya saja, manfaatnya kemungkinan akan jauh lebih efektif jika dipadukan dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Disadur dari Smithsonian Magazine - Regularly Wearing a Cooling Vest Might Help You Lose Body Fat, According to a New Study.

Posting Komentar