Penelitian mengungkapkan bahwa tanaman pangan seperti tomat, padi, dan kanola secara aktif menghentikan penyerapan zat besi saat mengalami kekeringan.
Ringkasan
- Peneliti menemukan bahwa tanaman seperti kanola, tomat, dan padi mengurangi kemampuan menyerap zat besi saat mengalami kekeringan.
- Perubahan ini berkaitan dengan penurunan aktivitas sistem imun dan mekanisme penyerapan zat besi pada akar tanaman.
- Temuan tersebut dapat memengaruhi kualitas gizi hasil panen dan berpotensi memperburuk masalah kekurangan zat besi pada manusia.
SELAMA ini, kita mungkin berpikir bahwa saat tanah mengering, tanaman hanya mengalami dehidrasi biasa. Namun, peneliti dari University of Calgary, Kanada, mengungkap sisi lain yang mengejutkan.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell menyebutkan, tanaman yang stres karena kekurangan air ternyata secara sengaja melakukan "reprogramming" atau mengatur ulang metabolisme mereka.
Alih-alih bertahan hidup dengan menyerap nutrisi sebanyak-banyaknya, tanaman justru sengaja mengerem penyerapan zat besi dan menurunkan sistem kekebalan tubuh mereka sendiri.
Dr. Connor Fitzpatrick, asisten profesor di Department of Biological Sciences, University of Calgary, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena adanya perubahan spesifik pada struktur akar tanaman.
"Saat stres akibat kekeringan melanda, tanaman akan mematikan mesin penyerapan zat besi dan sistem imun mereka," ujarnya seperti dilansir dari EurekAlert.
Tindakan ekstrem tanaman ini memicu kondisi unik di bawah tanah.
Penurunan sistem imun akar membiarkan kelompok bakteri tanah tertentu, yang bernama Streptomyces, berkembang biak dengan sangat subur.
Sayangnya, kehadiran bakteri ini tidak serta-merta membawa keuntungan.
Beberapa jenis Streptomyces memang ada yang membantu tanaman bertahan, tetapi sebagian strain lainnya justru mengganggu stabilitas pertumbuhan tanaman.
Penemuan ini mematahkan teori lama yang menganggap tanaman mengirimkan sinyal darurat (cry for help) saat kekeringan hanya untuk menarik mikroba baik yang bisa menyelamatkan mereka.
Mengapa riset biologis ini sangat penting bagi kita manusia? Jawabannya ada pada ketahanan pangan dan pemenuhan nutrisi harian.
Zat besi merupakan mikronutrien esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memproduksi hemoglobin.
Defisiensi atau kekurangan zat besi merupakan salah satu masalah malnutrisi paling meluas di dunia yang menjangkiti miliaran orang, terutama memicu anemia pada anak-anak dan ibu hamil.
Sebagian besar asupan zat besi harian manusia bersumber dari tanaman pangan, seperti sereal, sayuran, dan biji-bijian.
Di sisi lain, perubahan iklim global membuat frekuensi, durasi, dan intensitas kekeringan di wilayah pertanian dunia semakin parah dari tahun ke tahun.
Artinya, ancaman perubahan iklim bersifat ganda.
Kekeringan tidak lagi sekadar tentang ladang yang gersang atau volume panen yang menyusut (kuantitas), melainkan juga tentang penurunan kualitas makanan yang kita konsumsi secara drastis.
Beras atau tomat yang berhasil dipanen dari lahan yang kering kemungkinan besar memiliki kandungan zat besi yang jauh lebih rendah daripada biasanya.
Kita terancam menghadapi situasi di mana perut kita kenyang oleh kalori, tetapi tubuh kita kelaparan karena miskin nutrisi mikro (hidden hunger).
Meski terdengar mengkhawatirkan, penemuan dari University of Calgary ini memberikan peta jalan yang jelas bagi masa depan dunia agrikultur.
Melalui manipulasi eksperimental terhadap tingkat stres kekeringan dan ketersediaan zat besi di laboratorium, para peneliti kini memahami pola kerja bawah tanah ini dengan sangat baik.
Pengetahuan baru ini membuka pintu lebar-lebar bagi para inovator pertanian untuk menciptakan formula perawatan tanah berbasis probiotik mikroba pintar.
Selain itu, para pemulia tanaman juga bisa mulai merancang varietas tanaman rekayasa genetika atau hibrida baru yang tetap tangguh mempertahankan mesin penyerapan zat besinya, meskipun tanah di sekitarnya sedang kering kerontang.
Dengan begitu, kualitas nutrisi pangan di piring kita tetap terjaga di masa depan yang makin panas ini.
Disadur dari EurekAlert - Research shows plants such as canola, tomatoes and rice reduce iron uptake when stressed by drought.

إرسال تعليق