Nagatitan dari Thailand, Dinosaurus Leher Panjang Terbesar di Asia Tenggara

Sekitar 113 juta tahun lalu, Asia Tenggara ternyata dihuni dinosaurus raksasa sepanjang 27 meter yang baru saja diidentifikasi ilmuwan.


Sekitar 113 juta tahun lalu, Asia Tenggara ternyata dihuni dinosaurus raksasa sepanjang 27 meter yang baru saja diidentifikasi ilmuwan.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan gambar dari Patchanop Boonsai.


Ringkasan

  • Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis di Thailand.
  • Dinosaurus ini diperkirakan sepanjang 27 meter dan berbobot hingga 28 ton, terbesar di Asia Tenggara.
  • Penemuan ini menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki keragaman dinosaurus raksasa yang lebih besar daripada dugaan sebelumnya.


PARA paleontolog menemukan spesies dinosaurus baru dari Thailand yang disebut-sebut sebagai sauropoda terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. 


Penemuan ini bukan cuma menambah daftar dinosaurus raksasa dunia, tetapi juga membuka gambaran baru tentang betapa beragamnya kehidupan dinosaurus di kawasan Asia pada awal Zaman Kapur.


Dinosaurus anyar itu diberi nama Nagatitan chaiyaphumensis. Fosilnya ditemukan di Formasi Khok Kruat, Provinsi Chaiyaphum, Thailand timur laut. 


Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, hewan purba ini hidup sekitar 113 juta tahun lalu.


Ukurannya benar-benar masif. Panjang tubuhnya diperkirakan mencapai 27 meter dengan bobot sekitar 25 hingga 28 ton. 


Sebagai gambaran, dinosaurus ini diperkirakan lebih berat sekitar 10 ton dibanding “Dippy”, kerangka terkenal Diplodocus carnegii yang dipamerkan di berbagai museum dunia.


Meski begitu, menurut peneliti utama Thitiwoot Sethapanichsakul dari University College London, ukuran Nagatitan masih kalah dibanding sauropoda superbesar.


Contohnya seperti Patagotitan yang diperkirakan berbobot 60 ton atau Ruyangosaurus sekitar 50 ton.


Nama “Nagatitan” sendiri diambil dari kata “Naga”, makhluk mitologi yang sangat dikenal di Asia Tenggara, dipadukan dengan kata “titan” yang berarti raksasa. Nama itu terasa pas mengingat ukurannya yang luar biasa.


Para peneliti menjuluki dinosaurus ini sebagai “titan terakhir” Thailand. Alasannya, fosilnya ditemukan di lapisan batuan termuda yang masih mengandung sisa dinosaurus di negara tersebut.


Menurut Sethapanichsakul, setelah periode itu wilayah Asia Tenggara mulai berubah menjadi laut dangkal. 


Kondisi tersebut membuat peluang ditemukannya dinosaurus dari masa yang lebih muda menjadi jauh lebih kecil.


Artinya, Nagatitan chaiyaphumensis mungkin merupakan salah satu sauropoda besar terakhir yang pernah hidup di kawasan Asia Tenggara sebelum lingkungan berubah drastis.


Saat masih hidup, Nagatitan tidak sendirian. Ekosistem tempat ia hidup ternyata sangat ramai dan penuh ancaman.


Dinosaurus raksasa pemakan tumbuhan ini berbagi habitat dengan iguanodontia, ceratopsia awal, hingga predator besar seperti carcharodontosauria dan spinosaurid


Selain dinosaurus, kawasan tersebut juga dihuni hiu purba, kura-kura, kerabat buaya, dan pterosaurus yang terbang di langit.


Kondisi ini menunjukkan bahwa Asia Tenggara pada periode Kapur Awal memiliki ekosistem yang sangat kompleks dan kaya kehidupan.


Untuk mengetahui posisi Nagatitan dalam pohon keluarga dinosaurus, para ilmuwan membandingkan anatominya dengan lebih dari 150 spesies dinosaurus lain.


Hasilnya menunjukkan bahwa hewan ini termasuk kelompok Euhelopodidae, yakni kelompok titanosauriform yang sebagian besar ditemukan di Asia. 


Kelompok ini juga mencakup dinosaurus terkenal seperti Phuwiangosaurus sirindhornae dari Thailand dan Tangvayosaurus hoffeti dari Laos.


Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa Asia pernah menjadi pusat evolusi penting bagi dinosaurus sauropoda raksasa.


Para peneliti menduga peningkatan ukuran tubuh dinosaurus Asia pada pertengahan Zaman Kapur dipengaruhi oleh suhu global yang lebih hangat dan meluasnya habitat yang cocok untuk hewan-hewan besar pemakan tumbuhan.


Selama ini, pembahasan dinosaurus raksasa sering didominasi temuan dari Amerika Selatan atau China. 


Penemuan Nagatitan memperlihatkan bahwa Asia Tenggara mungkin menyimpan jauh lebih banyak kejutan paleontologi daripada yang diperkirakan.


Thailand sendiri dalam beberapa dekade terakhir memang menjadi salah satu lokasi penting penelitian dinosaurus di Asia. 


Fosil-fosil sauropoda, theropoda, hingga dinosaurus bertanduk terus ditemukan dari berbagai formasi batuan di negara itu.


Penelitian baru ini juga membantu ilmuwan memahami pola persebaran titanosauriform di Asia dan bagaimana kelompok dinosaurus raksasa itu berevolusi di lingkungan tropis purba.


Dengan kata lain, Asia Tenggara bukan sekadar “wilayah pinggiran” dunia dinosaurus. 


Kawasan ini kemungkinan pernah menjadi rumah bagi komunitas dinosaurus raksasa yang sangat beragam, dan mungkin masih banyak yang belum ditemukan.


Disadur dari Sci.News - Giant New Dinosaur Species Discovered in Thailand Reveals Hidden Diversity of Asian Titans




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama