Kuburan Nuklir Raksasa di Finlandia Siap Beroperasi, Diklaim Aman hingga 100 Ribu Tahun

Finlandia segera mengoperasikan fasilitas bawah tanah pertama di dunia untuk menyimpan limbah bahan bakar nuklir bekas secara permanen hingga puluhan ribu tahun ke depan.


Finlandia segera mengoperasikan fasilitas bawah tanah pertama di dunia untuk menyimpan limbah bahan bakar nuklir bekas secara permanen hingga puluhan ribu tahun ke depan.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Finlandia segera membuka Onkalo, fasilitas penyimpanan permanen limbah nuklir pertama di dunia.
  • Limbah radioaktif akan dikubur 433 meter di bawah tanah dalam batuan berusia 1,9 miliar tahun.
  • Fasilitas ini dirancang tetap aman setidaknya selama 100.000 tahun, meski masih memunculkan perdebatan soal risiko jangka sangat panjang.


DI wilayah Eurajoki, Finlandia barat daya, sebuah proyek yang telah dirancang selama puluhan tahun kini hampir mencapai garis akhir. 


Jauh di bawah permukaan tanah, pada kedalaman sekitar 433 meter, terdapat fasilitas bernama Onkalo, yang dalam bahasa Finlandia berarti "gua" atau "rongga".


Fasilitas ini digali langsung ke dalam batuan dasar yang sangat tua dan stabil, berusia sekitar 1,9 miliar tahun.


Jika seluruh proses perizinan berjalan lancar, Onkalo akan menjadi tempat penyimpanan permanen limbah bahan bakar nuklir pertama di dunia yang benar-benar beroperasi.


Selama lebih dari 70 tahun sejak pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dibangun pada era 1950-an, negara-negara di seluruh dunia masih bergulat mencari solusi permanen bagi limbah radioaktif. 


Sebagian besar limbah tersebut hingga kini masih disimpan di fasilitas penyimpanan sementara.


Finlandia berpotensi menjadi negara pertama yang berhasil menerapkan solusi penyimpanan geologis jangka panjang dalam skala penuh.


Negeri yang dikenal paling bahagia itu akan mendahului negara lain seperti Swedia dan Prancis yang juga tengah mengembangkan proyek serupa.


Saat ini, bahan bakar nuklir bekas dari pembangkit listrik di Olkiluoto masih disimpan dalam kolam pendingin khusus. 


Setelah Onkalo mulai beroperasi, limbah tersebut akan dipindahkan ke fasilitas bawah tanah secara bertahap.


Menurut Philippe Bordarier, kepala eksekutif perusahaan operator nuklir TVO, proses penyimpanan permanen kemungkinan dimulai pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.


Mereka hanya tinggal menunggu persetujuan akhir dari otoritas keselamatan radiasi Finlandia (STUK).


Onkalo dirancang mampu menampung sekitar 6.500 ton uranium bekas dari lima reaktor nuklir Finlandia. Tiga di antaranya berada di kompleks Olkiluoto yang terletak di tepi Laut Baltik.


Pembangunan fasilitas ini dimulai pada 2004 oleh perusahaan pengelola limbah nuklir Posiva. Nilai investasinya kini diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar euro atau lebih dari Rp18 triliun.


Salah satu aspek paling menakjubkan dari proyek ini adalah rentang waktu yang dipertimbangkan para ilmuwan.


Bahan bakar bekas akan ditempatkan terlebih dahulu ke dalam kapsul tembaga yang sangat tahan korosi. 


Kapsul-kapsul tersebut kemudian diturunkan ke lubang-lubang khusus yang telah dibor di dalam terowongan bawah tanah.


Setelah itu, ruang di sekeliling kapsul akan diisi dengan tanah liat bentonit, material alami yang dapat mengembang saat terkena air dan berfungsi sebagai lapisan pelindung tambahan.


Ketika satu terowongan sepanjang sekitar 300 meter telah penuh, pintu masuknya akan ditutup menggunakan sumbat beton bertulang baja.


Menurut ahli kimia Posiva, Lauri Parviainen, limbah radioaktif tersebut akan tetap sangat berbahaya selama puluhan ribu tahun. 


Namun setelah sekitar 100.000 tahun, tingkat radioaktivitasnya diperkirakan mendekati kadar bijih uranium alami yang menjadi bahan bakunya.


Karena itu, seluruh sistem dirancang agar tetap aman setidaknya selama periode tersebut. Bahkan secara filosofis, kata Parviainen, targetnya adalah membuat penyimpanan yang aman "selamanya".


Meski terdengar futuristis, para ilmuwan tetap mempertimbangkan berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi dalam rentang waktu luar biasa panjang.


Pakar keselamatan nuklir STUK, Jarkko Kyllonen, menjelaskan bahwa analisis risiko telah dilakukan hingga satu juta tahun ke masa depan.


Beberapa ancaman utama yang diperhitungkan adalah korosi pada kapsul tembaga dan aktivitas geologis selama zaman es di masa depan. 


Gempa bumi atau pergerakan lapisan tanah dalam skala ribuan hingga ratusan ribu tahun berpotensi merusak kapsul dan menyebabkan kebocoran radioaktif.


Meski demikian, berbagai studi dan simulasi yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan hasil yang dinilai positif oleh regulator Finlandia.


Berbeda dengan Prancis yang menghadapi penolakan cukup besar terhadap proyek penyimpanan limbah nuklir bawah tanah, masyarakat Finlandia cenderung lebih menerima Onkalo.


Menurut profesor ilmu sosial Matti Kojo dari LUT University, penolakan memang sempat muncul ketika proyek ini pertama kali diperkenalkan pada 1970-an. 


Namun seiring waktu, kepercayaan masyarakat terhadap penilaian ilmiah dan pengawasan regulator meningkat.


Dukungan terhadap energi nuklir di Finlandia bahkan berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah negara tersebut.


Meski begitu, kritik tetap ada. Organisasi konservasi alam Finlandia menilai tidak ada pihak yang dapat menjamin keamanan fasilitas selama ribuan hingga ratusan ribu tahun. 


Mereka berpendapat bahwa limbah nuklir tetap menyimpan risiko jangka panjang yang tidak boleh diremehkan.


Di bawah hukum Finlandia, seluruh limbah nuklir yang dihasilkan di negara itu harus disimpan di dalam negeri. 


Aturan ini berbeda dengan masa sebelum 1994 ketika sebagian bahan bakar bekas diekspor ke negara lain, termasuk Rusia.


Pemerintah Finlandia saat ini juga tengah mempertimbangkan pengembangan reaktor nuklir modular kecil atau Small Modular Reactors (SMR), yang dianggap lebih fleksibel dan murah dibanding reaktor konvensional.


Namun, bagaimana limbah dari reaktor generasi baru tersebut akan dikelola masih dalam tahap kajian. Pemerintah menargetkan evaluasi mengenai hal itu selesai pada tahun depan.


Jika Onkalo berhasil beroperasi sesuai rencana, maka Finlandia menyelesaikan salah satu masalah terbesar industri nuklir.


Tidak hanya itu, negara ini juga dapat menjadi contoh bagi dunia dalam menghadapi warisan radioaktif yang akan bertahan jauh lebih lama daripada peradaban manusia modern.


Disadur dari Tech Xplore - In Finland, radioactive spent nuclear fuel soon to be buried underground.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama