Main Ular Tangga Ternyata Bikin Anak Jago Matematika, Ini Rahasianya!

Bermain papan permainan angka linier secara rutin terbukti efektif meningkatkan kemampuan matematika dasar dan numerasi anak usia prasekolah hingga SD.


Bermain papan permainan angka linier secara rutin terbukti efektif meningkatkan kemampuan matematika dasar dan numerasi anak usia prasekolah hingga SD.Ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik


Ringkasan

  • Permainan papan (board games) dengan jalur angka linier terbukti secara ilmiah meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini.
  • Hanya dengan sesi bermain selama 10 menit, anak-anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam berhitung dan pengenalan angka.
  • Aktivitas ini menjadi solusi murah dan efektif bagi orang tua untuk mendukung kesuksesan akademik anak di masa depan.


SIAPA sangka permainan sederhana seperti ular tangga atau permainan papan (board games) lainnya punya dampak besar bagi otak si kecil.


Tinjauan riset dari HEDCO Institute di University of Oregon (UO) mengungkapkan bahwa permainan papan dengan jalur angka lurus (linier) dapat memperkuat keterampilan matematika anak-anak secara signifikan.


Laporan bertajuk "Evidence-Based Ways to Play" ini melakukan meta-analisis terhadap 18 studi yang melibatkan anak-anak dari jenjang prasekolah hingga kelas dua SD. 


Hasilnya, hanya dengan beberapa sesi bermain singkat selama 10 menit, manfaatnya bisa bertahan lama.


Gena Nelson, profesor riset dari UO College of Education, menjelaskan bahwa keterampilan matematika awal adalah prediktor kuat bagi kesuksesan anak di sekolah nantinya. 


"Tinjauan ini menunjukkan bahwa sesi bermain singkat dengan board games angka linier dapat meningkatkan keterampilan dasar seperti berhitung, pengenalan angka, hingga pemahaman kuantitas," ungkapnya.


Riset ini menemukan adanya peluang sebesar 76 persen bahwa permainan ini akan meningkatkan kemampuan numerasi anak. 


Numerasi yang dimaksud mencakup kemampuan berhitung secara urut, memahami bahwa angka terakhir yang diucapkan mewakili jumlah total benda, hingga mengenali simbol angka itu sendiri.


Berbeda dengan permainan yang sifatnya melingkar atau acak, jalur linier membantu anak memvisualisasikan "garis bilangan". 


Saat mereka menggerakkan bidak selangkah demi selangkah, otak mereka memproses hubungan antara gerakan fisik, urutan angka, dan besaran nilai. 


Nelson merekomendasikan permainan seperti The Great Race atau sumber dari DREME Family Math sebagai referensi yang sudah teruji secara ilmiah.


Peneliti lain dari UO, Marah Sutherland, menambahkan bahwa kunci efektivitas permainan ini adalah adaptivitas. 


"Penting bagi aktivitas matematika awal untuk bisa disesuaikan dengan tingkat kesiapan belajar anak," ujarnya. 


Dengan memberikan tantangan yang sesuai porsi, anak tidak akan merasa tertekan, melainkan merasa sedang bermain sambil belajar.


Disadur dari EurekAlert - Board games boost young kids’ math skills, UO research review shows.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama