Singkirkan Sofa Lama, Kadar Zat Pemicu Kanker Bisa Berkurang Drastis

Membuang sofa busa lama dari rumah terbukti mampu memangkas separuh kadar zat kimia beracun pemicu kanker dalam tubuh manusia.


Membuang sofa busa lama dari rumah terbukti mampu memangkas separuh kadar zat kimia beracun pemicu kanker dalam tubuh manusia.Ilustrasi: Freepik


Ringkasan


SOFA empuk di ruang tamu mungkin terlihat tak berbahaya. Namun, riset terbaru mengungkap fakta yang cukup mengganggu. 


Furnitur berbahan busa lama dapat menjadi sumber paparan bahan kimia beracun yang berisiko menyebabkan kanker. 


Sebuah studi selama satu dekade menemukan bahwa mengeluarkan sofa lama dari rumah dapat menurunkan kadar zat penghambat api berbahaya dalam darah manusia hingga sekitar 50 persen.


Penelitian ini dilakukan oleh California Department of Public Health (CDPH) bekerja sama dengan sejumlah organisasi kesehatan lingkungan, termasuk Environmental Working Group (EWG). 


Para peneliti mengikuti puluhan partisipan selama 10 tahun dengan menganalisis sampel darah serta debu rumah tangga untuk melihat bagaimana lingkungan rumah memengaruhi paparan kimia dalam jangka panjang.


Fokus utama penelitian adalah dua kelompok bahan penghambat api yang umum digunakan pada furnitur dan produk rumah tangga, polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) dan organophosphate flame retardants (OPFRs). 


PBDE selama puluhan tahun ditambahkan ke busa poliuretan pada sofa, kursi, dan kasur untuk memenuhi standar ketahanan api, khususnya di California.


Masalahnya, PBDE tidak terikat secara kimia pada material busa. Seiring waktu, zat ini dapat “bocor”, bercampur dengan debu rumah, lalu terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit. 


Paparan PBDE sebelumnya telah dikaitkan dengan kanker, gangguan saraf, penyakit tiroid, serta masalah reproduksi.


Hasil studi menunjukkan temuan yang mencolok. Pada partisipan yang menyingkirkan furnitur berbahan busa lama, khususnya yang diproduksi sebelum 2014, kadar PBDE dalam darah menurun dua hingga empat kali lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak mengganti furnitur. 


Rata-rata, kadar zat ini turun sekitar setengahnya hanya dalam waktu 1,4 tahun.


Risiko terbesar ternyata mengintai kelompok paling rentan. Bayi dan anak kecil dinilai menghadapi paparan lebih tinggi karena sering bermain di lantai, tempat debu terkontaminasi menumpuk, lalu memasukkan tangan ke mulut. 


Paparan dini semacam ini dikhawatirkan berdampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan anak.


Menariknya, penurunan signifikan hanya terlihat pada PBDE, bukan OPFR


Para peneliti menduga OPFR berasal dari lebih banyak sumber lain, seperti elektronik, interior kendaraan, dan produk plastik, sehingga mengganti sofa saja tidak cukup untuk menurunkan paparannya.


Sejak 2013, California memperbarui standar ketahanan api furnitur dan tidak lagi mewajibkan penggunaan bahan penghambat api kimia. Artinya, furnitur yang diproduksi lebih baru cenderung lebih aman. 


Namun, sofa lama yang masih digunakan bertahun-tahun kemudian tetap menjadi sumber paparan tersembunyi.


Para peneliti menyarankan beberapa langkah praktis. Mengganti sofa lama dengan produk bebas penghambat api adalah pilihan ideal, tetapi jika biaya menjadi kendala, mengganti busa bantalan sofa saja bisa menjadi alternatif lebih murah. 


Selain itu, membersihkan rumah secara rutin, terutama dengan vacuum cleaner berfilter HEPA dan mengepel debu, dapat membantu menurunkan kadar bahan kimia di dalam rumah.


Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa sumber paparan zat berbahaya sering kali justru berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, di ruang tamu kita sendiri. 


Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution.


Disadur dari Interesting Engineering.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama