Kota Jalur Sutra Tenggelam di Dasar Danau Issyk-Kul

Arkeolog menemukan kota Jalur Sutra tenggelam di Danau Issyk-Kul lengkap dengan artefak, bangunan bata, dan kompleks pemakaman.


Peneliti dari Institut Arkeologi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menunjukkan bagian dari kendi kuno. Foto: Elizaveta RomashkinaPeneliti dari Institut Arkeologi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menunjukkan bagian dari kendi kuno. Foto: Elizaveta Romashkina


Ringkasan 

  • Kota Jalur Sutra abad pertengahan ditemukan tenggelam di dasar Danau Issyk-Kul.
  • Artefak yang ditemukan meliputi bangunan bata, necropolis Muslim, keramik, dan fasilitas publik.
  • Temuan mengungkap dinamika agama dan kehidupan masyarakat Issyk-Kul pada era Kara-Khanid.


DI balik keindahan Danau Issyk-Kul di Kirgizstan, tersembunyi sebuah kisah arkeologis yang nyaris tak terduga, kota kuno Jalur Sutra yang telah terkubur ratusan tahun di bawah air. 


Dalam ekspedisi bawah air terbaru, para peneliti menemukan bukti permukiman abad pertengahan, kompleks pemakaman Muslim, potongan bangunan bata, hingga keramik yang masih utuh. 


Temuan ini menegaskan keberadaan sebuah kota besar yang pernah menjadi simpul penting perdagangan lintas Asia sebelum lenyap akibat bencana alam.


Tim peneliti bekerja di bagian barat laut Danau Issyk-Kul, dan hasilnya mengejutkan, mereka menemukan sisa-sisa “sebuah kota atau aglomerasi komersial besar.” 


Kota yang dahulu ramai ini runtuh pada awal abad ke-15, dihantam gempa besar yang menenggelamkan seluruh kawasan, peristiwa yang oleh Kolchenko dibandingkan dengan tragedi Pompeii.


Meski diperkirakan kota tersebut sudah ditinggalkan sebelum bencana, gempa itu memicu perubahan drastis pada pola permukiman wilayah. 


Populasi nomadik kemudian menggantikan pusat perdagangan yang sebelumnya makmur.


Peneliti menyelami empat titik di dalam danau:


1. Lokasi pertama: ditemukan bangunan bata dan batu giling (millstone), komponen dari sepasang alat penggiling biji-bijian. Di dekatnya muncul indikasi bangunan sosial yang dihias—diduga sebuah masjid, rumah mandi, atau madrasah.


2. Lokasi kedua: mereka mengidentifikasi necropolis Muslim dari abad ke-13 hingga 14. Rangka-rangka yang ditemukan menghadap ke arah utara menuju Mekah, mengikuti tradisi pemakaman Islam.


3. Lokasi ketiga: ditemukan tiga pemakaman yang lebih tua, pecahan keramik abad pertengahan, dan sebuah bejana besar yang masih tertanam dalam lapisan dasar danau. Karena posisinya terlalu dalam, bejana itu belum bisa diangkat dan rencananya akan dicoba kembali musim mendatang.


4. Lokasi keempat: tim menemukan lebih banyak struktur dan melakukan pengeboran bawah air untuk mengambil sampel sedimen, dengan harapan mampu mengungkap tahapan perubahan kota dari masa ke masa.


Penemuan necropolis memberikan petunjuk penting terkait perkembangan agama di wilayah tersebut. 


Menurut Maksim Menshikov dari Institute of Archaeology Russian Academy of Sciences, tanah di sekitar Danau Issyk-Kul pada abad ke-10 berada di bawah kekuasaan Kara-Khanid, dinasti Turki yang memerintah wilayah Jalur Sutra.


Daerah ini dikenal majemuk secara keagamaan. Tengrianisme, Buddha, dan Kristen Nestorian hidup berdampingan. Islam baru menjadi agama yang benar-benar menyebar luas pada abad ke-13. 


Sebelum itu, ia lebih banyak dipeluk kaum elite dan pedagang aktif. Necropolis yang ditemukan kemungkinan berasal dari masa transisi besar ini, yang sekaligus memperkaya gambaran sejarah Asia Tengah.


Catatan kuno Cina juga menyebut wilayah ini, sehingga para peneliti berharap hasil temuan dapat dikaitkan dengan materi sejarah yang lebih luas.


Valery Kolchenko dari National Academy of Sciences of the Kyrgyz Republic menyamakan situs ini dengan Pompeii.


Namun gambaran lain terasa lebih cocok: sebuah “Atlantis” versi Asia Tengah yang hilang di bawah air selama berabad-abad. 


Artefak yang ditemukan memberikan gambaran kehidupan masyarakat era Jalur Sutra—dengan perdagangan, pendidikan, dan aktivitas keagamaan yang berkembang pesat sebelum akhirnya hilang akibat guncangan alam.


Dengan eksplorasi lanjutan yang direncanakan, Danau Issyk-Kul kemungkinan masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu untuk terungkap.


Disadur dari Gizmodo.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama