Studi baru menunjukkan makanan kaya flavanol, seperti kakao dan teh, dapat melindungi pembuluh darah saat duduk lama.
Ilustrasi: rawpixel.com/Freepik
Ringkasan
- Makanan kaya flavanol membantu menjaga fungsi pembuluh darah saat duduk lama.
- Manfaat flavanol berlaku terlepas dari tingkat kebugaran fisik.
- Kakao, teh, apel, dan buah beri mudah ditambahkan ke pola makan harian.
DUDUK terlalu lama sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, di kantor, di kendaraan, hingga di rumah. Konsekuensinya kesehatan serius, terutama bagi sistem pembuluh darah.
Kabar baiknya, penelitian terbaru menemukan cara yang relatif sederhana dan “lezat” untuk mengurangi risikonya, mengonsumsi makanan kaya flavanol.
Riset menunjukkan, asupan flavanol secara rutin, senyawa alami yang banyak terdapat dalam teh, buah beri, apel, dan kakao, dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah pada pria selama periode duduk berkepanjangan.
Temuan dari University of Birmingham, Inggris, dipublikasikan di Journal of Physiology dan menyoroti peran penting nutrisi dalam melawan dampak buruk gaya hidup sedentari.
Menurut data sebelumnya, orang dewasa muda menghabiskan rata-rata enam jam per hari dalam posisi duduk. Kurangnya gerak ini terbukti menurunkan fungsi pembuluh darah.
Bahkan, penurunan hanya 1% fungsi vaskular, yang diukur dengan metode flow-mediated dilatation (FMD), dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular hingga 13%, termasuk penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.
Tim peneliti ingin mengetahui apakah pilihan makanan tertentu bisa melindungi sistem vaskular dari dampak duduk tanpa jeda.
Fokus mereka tertuju pada flavanol, kelompok senyawa polifenol yang sebelumnya diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk saat tubuh mengalami stres mental.
Studi ini melibatkan 40 pria muda sehat, separuh dengan tingkat kebugaran tinggi dan separuh lainnya dengan kebugaran lebih rendah.
Para peserta mengonsumsi minuman kakao tinggi flavanol (695 mg flavanol) atau kakao rendah flavanol (5,6 mg) sebelum menjalani dua jam duduk terus-menerus.
Perempuan tidak dilibatkan karena fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi respons vaskular—topik yang disarankan peneliti untuk diteliti lebih lanjut.
Sebelum dan sesudah periode duduk, peneliti mengukur berbagai indikator kesehatan pembuluh darah, termasuk FMD pada arteri lengan dan kaki, tekanan darah, aliran darah, serta oksigenasi otot kaki.
Hasilnya, peserta yang mengonsumsi kakao rendah flavanol mengalami penurunan fungsi pembuluh darah, peningkatan tekanan darah diastolik, dan penurunan aliran darah, terlepas dari tingkat kebugaran mereka.
Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi kakao tinggi flavanol tidak mengalami penurunan FMD, baik di arteri lengan maupun kaki.
Ini merupakan bukti pertama bahwa flavanol dapat mencegah gangguan fungsi pembuluh darah akibat duduk lama pada pria muda sehat.
Menariknya, manfaat ini tidak bergantung pada tingkat kebugaran awal, artinya flavanol berpotensi membantu berbagai kelompok aktivitas.
“Bahkan individu dengan kebugaran tinggi tidak kebal terhadap dampak duduk lama,” kata Dr. Sam Lucas, profesor fisiologi di University of Birmingham.
“Namun setelah minuman tinggi flavanol, fungsi pembuluh darah tetap stabil setelah dua jam duduk.”
Menambahkan flavanol ke dalam pola makan sehari-hari relatif mudah. Produk kakao tertentu diproses dengan metode yang mempertahankan kadar flavanol.
Alternatif lainnya, termasuk apel, plum, buah beri, kacang-kacangan, serta teh hijau dan hitam, bahan yang umum tersedia di dapur.
Para peneliti menekankan bahwa strategi nutrisi ini sebaiknya dikombinasikan dengan jeda aktivitas, seperti berdiri atau berjalan singkat.
Sejalan dengan rekomendasi ini, pedoman kesehatan global, termasuk dari WHO, menyarankan untuk mengurangi waktu duduk dan memecahnya dengan aktivitas ringan guna menurunkan risiko kardiovaskular.
Kesimpulannya, flavanol bukan “obat ajaib” yang menggantikan gerak, tetapi alat bantu efektif untuk mengurangi dampak buruk duduk lama, terutama di era kerja modern yang menuntut banyak waktu di depan layar.
Disadur dari Scitech Daily.

Posting Komentar