Badai besar di Colorado membuat jam atom pembentuk standar waktu resmi AS melambat 4,8 mikrodetik.
Ilustrasi sasis MCMS dengan 16 saluran pengukuran jam. Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto NISTRingkasan
- Standar waktu resmi AS, UTC(NIST), sempat melambat 4,8 mikrodetik akibat gangguan listrik saat badai besar di Colorado.
- Perlambatan terjadi karena hubungan antara jam atom dan sistem pengukur terganggu, meski jam tetap berdetak via baterai cadangan.
- Gangguan mikrodetik ini tidak berpengaruh signifikan bagi kebanyakan orang, tetapi penting bagi sistem teknologi presisi tinggi.
BADAI besar dengan angin kencang yang melanda Colorado Desember 2025 lalu ternyata berimbas lebih dari sekadar pohon tumbang dan pemadaman listrik.
Dampak tidak langsungnya juga sempat “mengacaukan” standar waktu resmi Amerika Serikat, meskipun hanya dalam hitungan mikrodetik.
Menurut laporan ScienceAlert, gangguan ini terjadi ketika lebih dari selusin jam atom terputus dari sistem sinkronisasi mereka akibat pemadaman listrik di fasilitas National Institute of Standards and Technology (NIST) di Boulder, Colorado.
Akibatnya, standar waktu resmi AS, yang dikenal sebagai UTC(NIST), mengalami perlambatan sekitar 4,8 mikrodetik.
Meskipun jumlah ini sangat kecil, jauh di bawah ambang penglihatan manusia (misalnya, kedipan mata berdurasi sekitar 572.000 mikrodetik), gangguan tersebut menarik perhatian para ahli karena potensi dampaknya bagi teknologi presisi tinggi.
UTC(NIST) adalah versi waktu resmi yang ditetapkan oleh NIST untuk Amerika Serikat, yang berbeda dari UTC global. Standar ini dibentuk oleh puluhan jam atom super presisi yang beroperasi secara terus-menerus.
Jam-jam ini biasanya sinkron satu sama lain melalui sistem pengukuran multi-kanal yang kompleks.
Badai tersebut membawa angin sekuat badai tropis, merusak saluran listrik dan memicu pemadaman keamanan oleh perusahaan energi terbesar di Colorado.
Di tengah situasi ini, generator cadangan di fasilitas NIST gagal mempertahankan koneksi antara beberapa jam atom dengan sistem pengukuran dan distribusi waktu mereka.
“Semua jam atom terus berdetak berkat baterai cadangan,” jelas Jeff Sherman, fisikawan senior di NIST, kepada NPR. “Yang gagal justru koneksinya ke sistem pengukuran utama dan cadangan.”
Lebih dari 20 jam atom, mayoritas hydrogen masers dan beberapa cesium beam, berputar bergantian untuk menyuplai UTC(NIST), dan biasanya sekitar 10–15 jam dipilih untuk menentukan standar waktu aktif pada satu waktu.
Sistem pengukuran yang cermat dapat mendeteksi perubahan frekuensi sekecil mungkin, yang kemudian diproses oleh algoritma komputer pengatur waktu.
Ketika koneksi antarjam ini putus sementara, nilai yang dicatat mengalami sedikit deviasi. Hasilnya, waktu resmi AS untuk sementara tampak melambat sebelum masalah kembali diperbaiki.
Angka 4,8 mikrodetik mungkin tampak sangat kecil, namun dalam dunia teknologi presisi tinggi, perbedaan sekecil itu bisa berarti banyak.
Jaringan telekomunikasi, sistem navigasi berbasis satelit seperti GPS, dan berbagai aplikasi industri bergantung pada sinkronisasi waktu super-akurat.
Bahkan fluktuasi mikrodetik pun bisa memengaruhi sistem yang saling terhubung secara global, mulai dari jaringan listrik pintar hingga pasar keuangan yang bergerak dalam hitungan milidetik.
Para peneliti kini sudah memastikan pasokan listrik ke fasilitas NIST telah pulih, dan mereka telah memperbaiki “blip waktu” tersebut. Sistem UTC(NIST) kini kembali berjalan normal dan terkalibrasi dengan standar global.
Insiden seperti ini mengingatkan kita bahwa infrastruktur digital yang tampak tak terlihat di balik layar, seperti standar waktu, bergantung pada elemen fisik yang rentan terhadap gangguan alamiah.
Badai, gempa, atau gangguan lainnya bisa berdampak lebih luas daripada sekadar pemadaman listrik dan pohon tumbang.
Seperti halnya cadangan generator yang ternyata gagal menjaga sinkronisasi, peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya desain sistem yang lebih tangguh terhadap gangguan ekstrem.
Perangkat yang kita anggap “tak terlihat” sebenarnya memainkan peran penting dalam menjaga ritme aktivitas modern kita.
Disadur dari ScienceAlert.
إرسال تعليق