Meskipun bulunya terkenal indah, ternyata waktu yang dibutuhkan flamengo untuk bersolek sama saja seperti burung lainnya.
Di luar sangkaan sebelumnya, flamengo ternyata menghabiskan waktu bersolek sama saja seperti burung lainnya. (Foto: Dr Paul Rose)
ngarahNyaho - Selama ini, flamengo diduga menghabiskan lebih banyak waktu dibandingkan burung lain untuk merapikan bulunya. Tak aneh bila, burung ini terlihat menawan.
“Tetapi hal ini belum pernah diuji hingga saat ini – dan kami terkejut saat mengetahui bahwa mereka berada di posisi 'tengah jalan' di antara burung air," ujar Dr Paul Rose dari University of Exeter.
Rose menegaskan, burung air yang paling banyak menghabiskan waktu untuk bersolek justru adalah Pelecaniformes seperti pelikan, gannet, dan burung kormoran.
Namun hal itu masuk akal, karena burung-burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air. Jadi, kata Rose, mereka perlu memelihara bulunya agar tahan air.
“Meski begitu, kita memperkirakan flamingo akan menjadi yang teratas dalam daftar bersolek, karena bulu merah muda yang subur sangat penting dalam penampilan pacaran mereka.”
Dengan warna bulunya yang cantik, flamengo kerap diduga menghabiskan banyak waktu untuk bersolek. (Foto: Dr Paul Rose)
Studi tersebut juga menemukan bahwa burung air yang ditangkap menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersolek dibandingkan burung liar.
Seperti kebanyakan burung, flamingo berdiri dengan satu kaki untuk menghemat energi dan membiarkan separuh otaknya tidur. Dengan melakukannya di dalam air, flamingo mengurangi kehilangan panas.
Rachael Kinnaird, yang mengerjakan penelitian ini sebagai bagian dari MSc Perilaku Hewan di Exeter, mengatakan, studi tersebut bertujuan untuk memahami perilaku mereka.
“Dalam kasus ini, kepercayaan luas bahwa flamingo lebih bersolek dibandingkan burung air lainnya tidaklah benar,” kata Kinnaird, peneliti dari Exeter.
Sementara Rose menekankan, dengan memahami mengapa flamingo berperilaku tertentu, kita dapat memprediksi bagaimana perubahan iklim dan habitat dapat mempengaruhi mereka.
“Saat ini, populasi flamingo yang lebih besar semakin meluas akibat perubahan iklim. Sementara itu, spesies pegunungan seperti flamingo Chili dan Andes sangat menderita.
“Mempelajari flamingo di penangkaran dapat membantu kita memahami apa yang dibutuhkan oleh flamingo liar.
“Kami memelihara begitu banyak spesies di kebun binatang di seluruh dunia – sehingga peluang untuk mempelajarinya, mempelajari bagaimana dan mengapa mereka berevolusi, sangatlah besar.”
Makalah hasil studi peneliti dari University of Exeter dan WWT Slimbridge tersebut diterbitkan dalam jurnal Applied Animal Behavior Science. |
Sumber: EurekAlert
Posting Komentar