Kucing juga Bersedih Saat Ditinggal oleh 'Teman Serumah'

Penelitian terbaru menunjukkan, kucing menunjukkan tanda-tanda kesedihan ketika hewan peliharaan lain meninggal, terutama jika mereka tinggal serumah.


Kucing juga bersedih bila ditinggal mati hewan peliharaan lain. (Foto Ilustrasi: wirestock/Freepik)
Kucing juga bersedih bila ditinggal mati hewan peliharaan lain. (Foto Ilustrasi: wirestock/Freepik)


ngarahNyaho - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kucing, seperti anjing, mengalami kesedihan setelah kehilangan hewan peliharaannya.


Para peneliti dari Universitas Oakland di AS, memberikan bukti bahwa kucing juga mengalami serangkaian gejolak emosi ketika melihat hewan peliharaan lainnya meninggal.


Mereka mencatat bahwa kucing, khususnya kucing domestik menunjukkan perubahan perilaku seperti kesedihan setelah kematian hewan peliharaan lainnya.


“Mereka (kucing) tidak terlalu banyak tidur, makan, dan bermain, tetapi lebih banyak mencari perhatian manusia dan hewan peliharaan lainnya," demikian para peneliti dalam makalahnya.


Kucing yang bersedih biasanya bersembunyi, menghabiskan waktu sendirian, dan tampak mencari teman mereka yang hilang. Dalam banyak kasus, kucing bereaksi keras jika ada kucing atau anjing yang mati.


Tunjukkan cinta dan empati 


Dalam penelitian tersebut para peneliti mempelajari pemelihara ebih dari 450 kucing, yang memiliki hewan peliharaan lain. Mereka diminta untuk mengungkapkan perilaku kucing, dan bagaimana perilaku mereka setelah hewan peliharaan lainnya mati.


Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa kucing tampaknya sangat terpengaruh, khususnya jika mereka tinggal bersama sesama hewan peliharaannya dalam waktu yang cukup lama. 


Beberapa perubahan umum pada kucing juga termasuk berkeliaran di sekitar rumah mencari sesama hewan peliharaan. Tanda-tanda lain juga bisa termasuk penarikan diri dan kelesuan.


Artinya, kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda menjadi kurang aktif dan tidak mau bermain. Para ahli mengatakan bahwa di waktu lain beberapa kucing bisa menjadi sangat vokal. 


Hal tersebut mungkin termasuk mereka menangis dengan suara keras, terutama di malam hari dan merasa cemas atau bingung atas meninggalnya pasangannya.


Dalam beberapa kasus, para peneliti mengatakan bahwa kucing bahkan menjadi lebih melekat, meminta lebih banyak perhatian dari pemiliknya, dan terkadang juga menjadi lebih menyendiri. 


Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kucing juga memiliki rasa cinta dan simpati yang mendalam terhadap pasangannya.


Bertentangan dengan kesalahpahaman bahwa kucing tidak punya hati, penelitian membuktikan sebaliknya. Meskipun ekspresi kesedihan mereka mungkin tidak terlalu kentara.


Perubahan perilaku dan suasana hati mereka menunjukkan betapa mereka sangat mencintai dan peduli. |


Sumber: Interesting Eengineering

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama