Tempat penemuan adalah kota kuno yang pada zamannya terkenal dengan seni pahat dan patung marmernya.
Patung kepala Zeus yang diperkirakan berusia 2.000 tahun ditemukan arkeolog. (Foto: X/Mehmet Nuri Ersoy)
ngarahNyaho - Arkeolog di Turki menemukan kepala Zeus yang lepas di tanah yang sekarang berada di provinsi Aydin, Turki Barat, tetapi dulunya merupakan kota kuno Aphrodisias.
Menurut pernyataan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, kepala patung itu ditemukan sekitar 50 meter dari sisa-sisa Kuil Aphrodite, yang dibangun pada 3 SM.
Para ahli memperkirakan bahwa patung Zeus dibangun sekitar waktu yang sama, atau mungkin beberapa saat kemudian.
Dengan matanya yang lebar, alisnya yang lebat, dan sebagian besar hidungnya hilang, kepala marmer itu—yang telah dibersihkan dari sisa-sisa kotoran kuno—adalah sebuah karya seni yang mencolok.
Dengan inti marmer yang berukuran dua kali lipat ukuran rata-rata manusia, masuk akal bahwa sisa patung itu kemungkinan menjulang setinggi lebih dari 3,5 meter.
Bagian belakang kepala marmer Zeus tampaknya melekat pada konsol arsitektural—braket dekoratif yang digunakan untuk menopang rak atau kepala jendela.
Ini bisa berarti, kemungkinan besar, patung itu memang hanya dibuat tanpa bagian tubuh lain. Yang pasti, kualitas pengerjaannya bukanlah suatu kejutan, mengingat asal usul Aphrodisiasnya.
Kota tersebut dinamai berdasarkan dewi cinta Yunani, Aphrodite.
Pada masa pemerintahan Romawi, kekaisaran memandang kota ini penting—Julius Caesar sendiri mengaku sebagai keturunan Aphrodite (yang oleh orang Romawi disebut Venus).
Kuil yang didedikasikan untuk dewi adalah bangunan pertama yang dibangun di pusat kota.
Kota kuno, yang muncul sekitar tahun 3 Sebelum Masehi, menjadi pusat para pematung karena kedekatannya dengan tambang marmer yang melimpah.
Ketika semakin banyak pematung pergi ke Aphrodisias untuk bekerja, semakin banyak patung marmer yang dibuat dengan indah dikirim ke seluruh Kekaisaran Romawi dan seluruh dunia Helenistik.
Hal ini memungkinkan kota untuk mengumpulkan banyak kekayaan.
Faktanya, menurut Arkeonews, Para perajin patung potret Aphrodisias, fasad bangunan, dan representasi para dewa sangat dicari di seluruh kekaisaran karena kualitas dan kecanggihan keahlian mereka.
Namun sayangnya, semua hal baik harus berakhir. Status Aphrodisias sebagai pusat seni kekaisaran hanya berumur pendek, dan berakhir sekitar tahun 7 M setelah gempa bumi.
Kota ini kemudian dijarah berkali-kali dan, pada abad pertengahan, Turki mengambil alih kendali.
Namun, patung Zeus yang ditemukan kembali berfungsi sebagai pengingat sejarah akan kekayaan bakat artistik dan peran kota kuno ini dalam kekaisaran yang luas. |
Sumber: Popular Mechanics

إرسال تعليق