Manusia Bukan Satu-satunya yang Kerap Salah Ingat, Sotong juga

Ingatan kita, terlepas dari semua kebaikan yang ditimbulkannya, juga bisa salah. Nah, sotong pun ternyata mungkin mengalami hal serupa.


Seperti manusia, sotong juga ternyata kerap alami ingatan palsu. (Foto Ilustrasi: Pawel Kalisinski/Pexels)
Seperti manusia, sotong juga ternyata kerap alami ingatan palsu. (Foto Ilustrasi: Pawel Kalisinski/Pexels)


ngarahNyaho - Otak kita menyimpan informasi memori sedikit demi sedikit. Karenanya, aspek-aspek ingatan kita bisa menjadi campur aduk saat kita merekonstruksinya.


Kondisi tersebut bisa menyebabkan timbulnya apa yang disebut ingatan palsu. Kini, untuk pertama kalinya, bukti ingatan palsu juga terlihat pada sotong, makhluk yang sangat berbeda dari manusia.


Ini adalah petunjuk yang dapat membantu kita lebih memahami kecerdasan yang kuat dan aneh yang ditunjukkan, tidak hanya oleh sotong (Sepia officinalis).


Hal serupa juga dialami kerabat dekatnya cephalopoda, seperti gurita dan, pada tingkat lebih rendah, cumi-cumi.


“Hasil kami menunjukkan bahwa sotong memang membentuk ingatan palsu visual, tetapi bukan ingatan palsu penciuman," tulis tim yang dipimpin oleh Lisa Poncet dari Universitas Caen Normandy, Perancis. 


“Kesalahan memori ini mungkin menjadi indikasi pertama adanya proses rekonstruksi dalam memori cephalopoda,” lanjut tim peneliti seperti dikutip dari Science Alert.


Dalam eksperimen sebelumnya, sotong telah menunjukkan beberapa bukti kecerdasan yang mencengangkan. Hewan itu bahkan lulus tes kognitif yang dirancang untuk anak-anak manusia dalam hal kesabaran. 


Sotong juga dapat dilatih untuk mengenali bentuk dan mengasosiasikan bentuk tersebut dengan suguhan tertentu.


Dan, relevan dengan hasil studi terbaru dari Poncet dan kawan-kawan, mereka telah menunjukkan daya ingat yang sangat tajam, spesifik, dan mendetail. 


Hewan laut yang aneh ini dapat mengingat apa yang mereka makan, di mana mereka memakannya, dan kapan dimakan; tingkat detail yang dikenal sebagai memori episodik.


Yang ingin diketahui oleh Poncet dan rekan-rekannya adalah bagaimana ingatan-ingatan tersebut diingat kembali.


Apakah ingatan-ingatan itu muncul dari otak dalam sekejap, atau apakah, seperti manusia, otak sotong perlu merekonstruksi potongan-potongan ingatan dari mana ingatan-ingatan tersebut telah dikodekan dan disimpan.


Ingatan palsu tercipta ketika ingatan yang sangat mirip bercampur aduk, sehingga para peneliti merancang eksperimen mereka berdasarkan hal tersebut. 


Mereka memaparkan sotong pada serangkaian pengalaman serupa yang melibatkan wadah berisi makanan ringan di dalamnya.


Meski hasilnya memang tidak langsung, hasil eksperimen namun menunjukkan bahwa ingatan palsu telah ditanamkan oleh informasi visual yang menyesatkan.


Penelitian ini masih berada pada tahap awal, jadi untuk saat ini yang kita tahu adalah cara sotong mengingat ingatan bisa sangat mirip dengan cara kita melakukannya.


Ada beberapa petunjuk lain bahwa ingatan sotong mungkin memiliki kemiripan dengan ingatan manusia. 


Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa sotong pada umumnya tampaknya menjalani tidur REM, sebuah fase yang terkait dengan stabilisasi memori.


Sebenarnya ini semua sangat menarik untuk diketahui. Cephalopoda menyimpang dari vertebrata sekitar 550 juta tahun yang lalu, dan evolusi selanjutnya sangat berbeda dari hampir semua organisme lain di Bumi. 


Artinya, makhluk lucu ini berpotensi mengajarkan banyak hal kepada kita tentang evolusi kognisi dan kecerdasan.


Dan ada satu hal lagi yang sepertinya memberi petunjuk bahwa kecerdasan sotong jauh lebih dalam dari yang kita ketahui – dan penelitian lebih lanjut diperlukan. | Sumber: Science Alert


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama