Ingin Tidur Nyenyak? Setel Mode Senyap di Ponsel saja Tidaklah Cukup

Hasil studi di Amerika Serikat menunjukkan bagaimana layar perangkat begitu mengganggu tidur para remaja, bahkan dalam mode senyap sekalipun.


Layar perangkat sangat mengganggu waktu tidur remaja. (Foto Ilustrasi: Freepik)
Layar perangkat sangat mengganggu waktu tidur remaja. (Foto Ilustrasi: Freepik)


ngarahNyaho - Sebuah studi di Amerika Serikat yang terbit di Journal of Adolescent Health mengungkapkan tentang layar pada perangkat gawai dengan kualitas tidur pada remaja.


“Memastikan remaja mendapatkan tidur yang cukup sangatlah penting, karena hal ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental mereka.”


Demikian kata penulis utama Jason Nagata, MD, profesor pediatri di University of California, San Francisco, sebagaimana dikutip dari EurekAlert. 


“Penelitian kami menemukan membiarkan notifikasi menyala, bahkan dalam mode senyap, menyebabkan kurang tidur dibandingkan dengan mematikan ponsel sepenuhnya atau menyimpannya di luar kamar tidur.”


Nagata pun mengungkapkan beberapa hal penting dan tips agar tidur si bujang dan gadis bisa nyenyak.


  • Simpan layar di luar kamar tidur. 

Memiliki TV atau perangkat yang terhubung ke internet di kamar tidur dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih pendek.


  • Matikan telepon. 

Membiarkan dering telepon menyala atau mengubah notifikasi menjadi senyap atau bergetar dikaitkan dengan kurang tidur dibandingkan dengan mematikan telepon sepenuhnya. 

 

Membiarkan dering telepon tetap menyala dikaitkan dengan risiko gangguan tidur 25 persen lebih tinggi dibandingkan mematikannya. 

 

Sebanyak 16,2 persen remaja melaporkan adanya panggilan telepon, pesan teks, atau email yang membangunkan mereka setelah mencoba untuk tidur dalam seminggu terakhir.


  • Jangan menggunakan media sosial atau perangkat elektronik lainnya sebelum tidur. 

Menggunakan media sosial, chatting di internet, bermain video game, browsing internet, dan menonton atau streaming film, video, atau acara TV saat berada di tempat tidur sebelum tidur semuanya dikaitkan dengan kurang tidur.


  • Jika Anda terbangun di malam hari, jangan menggunakan ponsel atau berinteraksi dengan media sosial. 

Seperlima remaja melaporkan bahwa mereka menggunakan ponsel atau perangkat lain setelah terbangun di malam hari dalam seminggu terakhir. Hal ini dikaitkan dengan kurang tidur semalaman.


Para peneliti menganalisis data dari 9.398 praremaja berusia 11-12 tahun yang menjadi bagian dari Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja.


Ini merupakan studi jangka panjang terbesar mengenai perkembangan otak dan kesehatan anak di Amerika Serikat. Data dikumpulkan dari tahun 2018-2021.


Para remaja dan orang tua mereka menjawab pertanyaan tentang kebiasaan tidur mereka dan remaja ditanya tentang penggunaan layar dan media sosial mereka sebelum tidur. 


Seperempat remaja mengalami gangguan tidur. Sebanyak 16,2 persen melaporkan terbangun oleh panggilan telepon, pesan teks, atau email saat tidur setidaknya sekali dalam seminggu terakhir. 


Selain itu, 19,3 persen melaporkan menggunakan ponsel atau perangkat lain jika mereka terbangun di malam hari.


“Remaja bisa sangat sensitif terhadap notifikasi telepon, sering kali langsung terbangun ketika mendengar teleponnya,” kata Nagata. 


“Meskipun ponsel dalam keadaan senyap atau bergetar, remaja mungkin masih memeriksanya dalam semalam. Begitu mereka mulai membaca atau merespons pesan, mereka bisa menjadi lebih waspada dan aktif.”


“Perkembangan remaja adalah masa yang penuh tantangan bagi banyak orang mengingat tekanan sosial dan perubahan fisik, psikologis, dan emosional yang terjadi,” kata rekan penulis, Kyle T. Ganson.


“Memahami proses ini dan hadir untuk mendukung generasi muda dalam penggunaan media sosial sangatlah penting,” tambah asisten profesor di Fakultas Sosial Factor-Inwentash Universitas Toronto itu.


Sebelumnya, pejabat kesehatan di AS merekomendasikan label peringatan untuk platform media sosial karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja. 


Mereka menyoroti potensi hubungan antara penggunaan media sosial dan kualitas tidur yang buruk di kalangan remaja. | Sumber: EurekAlert

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama