Sekitar 67 juta tahun lalu, cumi-cumi ternyata sudah menyebar jauh melintasi lautan dunia, sebelum asteroid Chicxulub menghantam Bumi.
Ringkasan
- Fosil paruh cumi-cumi ditemukan di South Dakota, Amerika Serikat, lebih dari 10.000 kilometer dari lokasi temuan sebelumnya.
- Temuan itu menunjukkan cumi-cumi telah menyebar luas sekitar 1 juta tahun sebelum kepunahan massal akibat tumbukan Chicxulub.
- Perubahan besar ekosistem laut ternyata sudah berlangsung sebelum asteroid datang membawa kiamat bagi dinosaurus nonburung.
CUMI-CUMI dan gurita sering kali dianggap menyerupai makhluk luar angkasa yang terdampar di Bumi. Namun, melacak masa lalu mereka adalah mimpi buruk bagi para paleontolog.
Tubuh mereka yang lembek tanpa tulang keras sangat sulit berubah menjadi fosil. Ditambah lagi, cairan amonia di dalam jaringan tubuh, yang membantu mereka mengapung, justru merusak proses pemfosilan.
Praktis, hanya paruh keras mirip paruh burung yang menjadi satu-satunya peninggalan mereka untuk diabadikan oleh zaman.
Shin Ikegami dari Hokkaido University bersama timnya mencoba peruntungan dengan menganalisis batuan sedimen seukuran bola basket asal South Dakota.
Wilayah yang kini daratan kering itu dulunya adalah samudra dangkal bernama Western Interior Seaway sekitar 67 juta tahun lalu.
Ternyata cumi-cumi sudah cukup lama menjadi pengembara laut. Hasil penelitian, cumi-cumi pada periode Kapur telah menghuni wilayah laut yang jauh lebih luas daripada yang sebelumnya diketahui.
Temuan ini berasal dari empat fosil paruh cumi-cumi berusia sekitar 67 juta tahun yang ditemukan di South Dakota.
Para peneliti menggunakan teknik yang mereka sebut digital fossil mining. Sebuah bongkahan sedimen seukuran bola basket digerus sedikit demi sedikit, hanya sekitar seperseratus milimeter setiap kali.
Lebih dari 5.000 foto beresolusi tinggi kemudian digunakan untuk merekonstruksi isi batu tersebut secara digital.
Hasilnya, empat struktur yang diyakini sebagai paruh bawah cumi-cumi, masing-masing sekitar 1 sentimeter. Bentuknya bahkan mengindikasikan dua spesies baru.
Yang paling mengejutkan bukan spesies barunya, melainkan lokasinya. Sebelumnya, seluruh fosil cumi-cumi Kapur yang diketahui berasal dari wilayah yang dahulu merupakan Pasifik barat laut.
Temuan di South Dakota menunjukkan hewan ini telah menyeberangi lebih dari 10.000 kilometer dan mencapai Western Interior Seaway, laut purba yang membelah Amerika Utara.
Selama ini, penyebaran global cumi-cumi modern kerap dikaitkan dengan perubahan ekosistem setelah asteroid Chicxulub menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun lalu dan mengakhiri era dinosaurus nonburung.
Namun, fosil South Dakota berusia sekitar 1 juta tahun lebih tua daripada tumbukan tersebut. Artinya, diversifikasi dan penyebaran sebagian hewan laut modern sudah berlangsung sebelum bencana itu.
Menurut Ikegami, temuan tersebut menunjukkan bahwa restrukturisasi ekosistem laut sebenarnya telah dimulai sebelum kepunahan massal.
Asteroid mungkin mengubah permainan secara drastis, tetapi ia bukan peluit tanda pertandingan dimulai.
Temuan ini juga membantu mempersempit waktu kapan cumi-cumi mulai menyebar ke berbagai samudra.
Untuk mengetahui seberapa cepat perjalanan itu berlangsung, para peneliti masih membutuhkan fosil dari wilayah di antara Pasifik dan Western Interior Seaway.
Disadur dari Eos - "Squid Were on the Move Before the Chicxulub" yang diakses pada September 2026.

إرسال تعليق