Tak Ada Hubungan Langsung Gadget Bikin Anak Autis Telat Ngomong: Hasil Studi

Studi terbaru di AS mengungkapkan bahwa screen time tidak memicu keterlambatan bahasa pada anak autis, melainkan kebiasaan membaca bersamalah yang berdampak positif.


Studi terbaru di AS mengungkapkan bahwa screen time tidak memicu keterlambatan bahasa pada anak autis, melainkan kebiasaan membaca bersamalah yang berdampak positif.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Penelitian melibatkan 1.217 anak autistik usia 2–5 tahun di Amerika Serikat.
  • Semakin sering anak membaca buku bersama ortu atau pengasuh, semakin tinggi kemampuan bahasa ekspresif dan reseptifnya.
  • Waktu yang dihabiskan di depan layar tidak menunjukkan hubungan statistik dengan kemampuan bahasa.


RASA bersalah orang tua saat memberikan gadget pada anak autis mungkin bisa sedikit berkurang. Setidaknya, ada satu hal yang bisa kita coret dari daftar panjang dosa pengasuhan harian. 


Riset terbaru dari Smith College yang terbit di jurnal Autism Research menunjukkan bahwa screen time tidak berhubungan langsung dengan keterlambatan bicara pada anak autis.


Penelitian yang diterbitkan di Autism Research menganalisis data National Survey of Children’s Health 2018–2022, mencakup sampel nasional 1.217 anak autistik berusia 2–5 tahun. 


Peneliti melihat hubungan antara kondisi sosial-ekonomi keluarga, kebiasaan membaca bersama, penggunaan layar, serta kemampuan bahasa anak. 


Kemampuan bahasa yang diteliti mencakup dua sisi. Bahasa ekspresif berkaitan dengan kemampuan menggunakan bahasa, seperti mengucapkan kata, bertanya, dan bercerita. 


Sementara bahasa reseptif mencakup kemampuan memahami instruksi, menunjuk benda yang diminta, dan mengenali bunyi awal kata.


Hasilnya menunjukkan anak autistik dari keluarga dengan status sosial-ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan bahasa ekspresif dan reseptif lebih baik. 


Mereka juga lebih sering mengalami kegiatan membaca buku bersama di rumah. 


Yang menarik, frekuensi membaca bersama berkaitan dengan kemampuan bahasa yang lebih baik. 


Analisis peneliti juga menunjukkan aktivitas membaca bersama sebagian menjembatani hubungan antara status sosial-ekonomi keluarga dan kemampuan bahasa anak.


Artinya, kondisi ekonomi keluarga mungkin tidak bekerja sendirian. Ketersediaan waktu, energi, buku, dan kesempatan untuk melakukan aktivitas bersama anak juga dapat ikut membentuk lingkungan belajar sehari-hari.


Sebaliknya, waktu layar tidak menunjukkan hubungan statistik dengan kemampuan bahasa, baik ekspresif maupun reseptif. 


Ini berbeda dari sejumlah penelitian pada anak nonautistik yang menemukan hubungan antara penggunaan layar lebih tinggi dan kemampuan bahasa yang lebih rendah. 


Namun, hasil ini bukan berarti layar mendadak memperoleh sertifikat “aman untuk semua”. 


Peneliti sendiri menekankan bahwa tidak adanya hubungan bukan berarti waktu layar baik ataupun buruk bagi kemampuan bahasa anak autistik.


Ada pula batasan penting. Data berasal dari laporan orang tua dan menggambarkan kondisi pada satu periode, sehingga penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa membaca bersama menyebabkan kemampuan bahasa menjadi lebih baik. 


Penelitian juga mengukur jumlah waktu membaca dan penggunaan layar, bukan kualitas aktivitasnya. 


Jadi, pesan utamanya bukan mengganti buku dengan tablet atau sebaliknya. Penelitian ini justru menunjukkan bahwa lingkungan perkembangan anak jauh lebih kompleks daripada satu angka durasi screen time. 


Bahkan, membaca buku bersama, aktivitas sederhana yang nyaris tidak membutuhkan Wi-Fi, tampak memiliki kaitan yang patut diperhatikan dengan kemampuan bahasa anak autistik.


Disadur dari PsyPost - Screen time isn’t linked to language delays in autistic children, large U.S. study finds yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم