Selada Rasa Steak: Penelitian Terbaru Bikin Tanaman Bisa Hasilkan Protein Daging

Tanaman selada dan tembakau hasil rekayasa genetika kini mampu memproduksi mioglobin, protein khas otot hewan yang memberi warna dan cita rasa daging.

Tanaman selada dan tembakau hasil rekayasa genetika kini mampu memproduksi mioglobin, protein khas otot hewan yang memberi warna dan cita rasa daging.


Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Peneliti memasukkan gen mioglobin ke kloroplas selada dan tembakau, sehingga daun tanaman dapat menjadi “pabrik” protein hewani.
  • Selada menghasilkan sekitar 48 mg mioglobin per kilogram daun segar, sementara tembakau sekitar 94 mg.
  • Tantangan berikutnya adalah membuat lebih banyak mioglobin terikat heme, komponen yang diperlukan agar protein benar-benar berfungsi seperti mioglobin dalam daging.


BAGI kaum vegetarian yang diam-diam merindukan gurihnya daging, atau para sapi yang berharap tidak berakhir di meja makan, kabar dari Imperial College London dan Kyomei ini mungkin terdengar menarik. 


Lewat metode plant molecular farming, para peneliti menyuntikkan instruksi genetik ke kloroplas tanaman agar selnya memproduksi mioglobin.


Mioglobin adalah protein yang terdapat di otot hewan dan berfungsi mengikat oksigen. 


Protein ini juga berperan penting dalam memberikan warna merah pada daging sekaligus menyumbang karakter rasa gurih dan sedikit sensasi metalik.


Karena mengandung heme, molekul yang membawa zat besi, mioglobin menarik perhatian industri daging nabati. 


Zat besi dalam bentuk heme juga umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang banyak ditemukan pada tumbuhan.


Nah, para peneliti dari Imperial College London, Bezos Centre for Sustainable Protein, Kyomei, dan sejumlah institusi lain mencoba pendekatan yang cukup nyeleneh: membuat tanaman memproduksi protein otot hewan.


Mereka memasukkan gen mioglobin babi ke kloroplas selada dan tembakau. Kloroplas dipilih karena organel ini memiliki genom sendiri dan terdapat dalam jumlah banyak di dalam sel tumbuhan. 


Dengan banyak salinan materi genetik, peluang memproduksi protein dalam jumlah besar pun meningkat.


Hasilnya, tanaman tembakau menghasilkan sekitar 94 mg mioglobin per kilogram daun segar, sedangkan selada sekitar 48 mg/kg. Jika dihitung berdasarkan berat kering, keduanya mencapai sekitar 800–810 mg/kg. 


Produksi di kloroplas tembakau juga sedikitnya tiga kali lebih tinggi dibandingkan ketika gen yang sama ditempatkan di inti sel.


Tapi jangan buru-buru membayangkan salad rasa steak. Mioglobin yang dihasilkan masih jauh lebih sedikit dibandingkan yang terdapat dalam otot hewan. 


Daging sapi memiliki sekitar 10 kali lebih banyak mioglobin berdasarkan berat kering. Jadi, untuk sementara, selada belum berubah menjadi steak. 


Ada persoalan yang lebih penting: heme.


Mioglobin yang dibuat tanaman memang terlipat dengan struktur yang benar, tetapi hanya sekitar 35 persen mioglobin hasil pemurnian dari tembakau yang membawa heme. 


Sebagai pembanding, mioglobin yang diproduksi menggunakan bakteri dapat mencapai sekitar 80 persen terikat heme.


Artinya, tanaman sudah bisa membuat “badan” proteinnya, tetapi belum cukup mahir memasangkan komponen penting yang membuatnya benar-benar bekerja.


Karena itu, penelitian ini belum menghasilkan tanaman yang bisa langsung dipanen lalu dijadikan burger. 


Protein tersebut masih perlu diekstraksi, dimurnikan, dan diuji lebih lanjut, termasuk bagaimana pengaruhnya terhadap warna, rasa, keamanan pangan, serta biaya produksi.


Peneliti juga belum menghitung apakah produksi mioglobin dari tanaman benar-benar lebih murah atau lebih ramah lingkungan dibandingkan fermentasi mikroba.


Meski begitu, penelitian ini menunjukkan kemungkinan baru: tanaman pangan dapat menjadi pabrik biologis untuk menghasilkan bahan protein hewani tanpa harus memelihara hewannya. 


Selada pun akhirnya punya kesempatan melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan sapi—meski sejauh ini gajinya masih berupa sinar matahari dan pupuk.


Disadur dari ZME Science - Scientists Have Engineered Lettuce and Tobacco to Make a Meat Protein yang diakses pada September 2026. 


/


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama