Banyak yang percaya arah putaran air wastafel berbeda tergantung belahan bumi. Faktanya, itu hanyalah mitos akibat salah kaprah sains.
Ringkasan
- Efek Coriolis (dampak rotasi Bumi) memang nyata, tetapi terlalu lemah untuk memengaruhi air skala kecil.
- Arah putaran air pembuangan rumah tangga murni ditentukan oleh bentuk wadah dan cara air masuk.
- Eksperimen membuktikan efek rotasi Bumi pada air baru terlihat di tangki raksasa dengan kontrol ketat, bukan di kamar mandi.
PERNAH dengar mitos kalau air pembuangan di bathtub atau toilet berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara (seperti di New York), tapi searah jarum jam di selatan (seperti Sydney)?
Jika kamu mempercayainya karena menonton episode lawas The Simpsons tentang Bart yang menyelidiki hal ini di Australia, selamat, kamu telah dibohongi oleh film kartun.
Secara ilmiah, gagasan ini bersumber dari Efek Coriolis. Saat Bumi berotasi, permukaan di area ekuator bergerak lebih cepat daripada di kutub.
Perbedaan kecepatan ini membuat pergerakan massa besar, seperti udara dan air, tampak berbelok.
Sebagai informasi tambahan, inilah alasan mengapa badai topan berputar ke arah yang berlawanan di kedua belahan bumi, seperti yang dicatat oleh lembaga meteorologi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Namun, mari garis bawahi kata "massa besar" dan "jarak yang sangat jauh". Efek Coriolis itu lemah. Ia butuh ruang dan waktu berhari-hari untuk menciptakan perubahan yang kasatmata.
Sementara itu, air kotor di wastafel atau mangkuk kloset kita hanya punya waktu beberapa detik sebelum lenyap tertelan pipa pembuangan.
Susanne Horn, profesor dinamika fluida dari Coventry University, Inggris, menegaskan bahwa pada skala kamar mandi, detail remeh-temehlah yang memegang kendali.
Putaran air lebih dipengaruhi oleh desain kloset, bentuk saluran yang tidak simetris, atau bahkan sekadar sisa riak gerakan tangan kita saat mencabut penyumbat.
Jadi, kalau air wastafel kita berputar aneh secara acak, salahkan tukang ledengnya atau bentuk wadahnya, bukan rotasi planet ini.
Lantas, apakah mitos ini 100% omong kosong? Tidak juga, kamu bisa membuktikannya.
Dalam eksperimen yang dipublikasikan di jurnal Nature, ilmuwan MIT (1962) untuk belahan bumi utara, dan University of Sydney (1965) untuk selatan, berhasil membuktikan arah putaran ini.
Syaratnya?
Mereka menggunakan tangki raksasa, mendiamkan air selama berhari-hari agar benar-benar mati, dan mengurasnya dengan ekstra pelan untuk menghilangkan semua variabel luar.
Hanya dalam kondisi laboratorium super steril itulah air mau tunduk pada rotasi Bumi. Intinya, hukum fisika skala planet tidak berlaku untuk genangan air yang baru saja kita pakai untuk menyikat gigi.
Disadur dari Live Science - Does water drain in different directions in the Northern and Southern hemispheres? yang diakses pada Agustus 2026.

Posting Komentar