Ilmuwan Ubah Kekacauan Kuantum Menjadi Sinyal Super yang Berguna

Fisikawan berhasil memanfaatkan kekacauan fenomena superradiance kuantum untuk menciptakan sinyal gelombang mikro yang kuat guna mendukung teknologi navigasi dan komunikasi.


Fisikawan berhasil memanfaatkan kekacauan fenomena superradiance kuantum untuk menciptakan sinyal gelombang mikro yang kuat guna mendukung teknologi navigasi dan komunikasi.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Fenomena superradiance yang selama ini dianggap sebagai gangguan teknis kini berhasil diubah menjadi sumber sinyal mikromanipulasi yang stabil.
  • Peneliti dari Austria dan Jepang menemukan bahwa interaksi antar partikel yang kacau justru bisa mengorganisir diri untuk menciptakan energi yang kuat.
  • Penemuan ini berpotensi meningkatkan akurasi jam atom, sistem navigasi (GPS), hingga teknologi pemindaian medis di masa depan.


DUNIA kuantum seringkali terdengar seperti fiksi ilmiah yang penuh dengan ketidakteraturan. 


Namun, bagi para fisikawan, ketidakteraturan tersebut—atau yang sering disebut sebagai kekacauan kuantum—adalah musuh utama dalam membangun teknologi masa depan. 


Baru-baru ini, sebuah terobosan mengejutkan datang dari tim peneliti internasional yang justru berhasil menjinakkan kekacauan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berguna.


Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Physics mengungkapkan bahwa fenomena yang disebut superradiance ternyata bisa dieksploitasi. 


Selama puluhan tahun, superradiance dianggap sebagai "hama" dalam sistem kuantum karena sifatnya yang tidak stabil dan sering merusak data. 


Namun, peneliti dari Universitas Teknologi Wina (TU Wien) di Austria dan Okinawa Institute of Science and Technology (OIST) di Jepang membuktikan sebaliknya.


Konsep superradiance pertama kali diusulkan oleh fisikawan Robert Dicke pada tahun 1954. 


Fenomena ini terjadi ketika sekelompok partikel (seperti atom) bekerja sama atau berinteraksi secara kolektif untuk memancarkan kilatan energi yang jauh lebih kuat daripada yang bisa dilakukan oleh satu partikel sendirian.


Bayangkan sebuah stadion yang penuh dengan orang. Jika semua orang berteriak secara acak, suara yang dihasilkan hanya akan menjadi kebisingan yang tidak jelas. 


Namun, dalam superradiance, partikel-partikel ini seolah-olah melakukan "tepuk tangan serempak" yang menghasilkan dentuman energi luar biasa. 


Masalahnya, dentuman ini biasanya terjadi sangat singkat dan langsung menghancurkan kestabilan sistem di sekitarnya.


Dalam eksperimennya, para ilmuwan menjebak cacat atom kecil di dalam ruang gelombang mikro (microwave cavity). 


Mereka menggunakan putaran elektron (electron spins) yang berfungsi sebagai magnet miniatur untuk mewakili keadaan kuantum. Awalnya, interaksi antar magnet ini terlihat sangat berantakan dan kacau.


Namun, lewat simulasi komputer yang intensif, tim menemukan sesuatu yang ajaib. 


"Sistem itu mengatur dirinya sendiri, menghasilkan sinyal gelombang mikro yang sangat koheren dari gangguan yang biasanya menghancurkannya," kata Wenzel Kersten, penulis utama studi tersebut dari TU Wien. 


Dengan kata lain, kekacauan tersebut justru menjadi "bahan bakar" untuk menciptakan sinyal yang tahan lama dan stabil.


Mengapa penemuan ini penting bagi kita? Sinyal gelombang mikro yang stabil dan kuat adalah jantung dari banyak teknologi modern. 


Melansir dari laman MIT Technology Review, stabilitas sinyal dalam skala kuantum sangat krusial untuk pengembangan jam atom generasi berikutnya yang jauh lebih akurat daripada yang digunakan satelit GPS saat ini. 


Akurasi GPS yang lebih tinggi berarti navigasi kendaraan otonom (mobil tanpa sopir) akan menjadi jauh lebih aman.


Selain itu, karena sinyal ini sangat sensitif terhadap perubahan medan magnet terkecil, teknologi ini bisa diaplikasikan pada alat pemindai medis (seperti MRI) agar menjadi lebih portabel dan presisi dalam mendeteksi penyakit di dalam tubuh manusia.


Kae Nemoto, fisikawan dari OIST, menyatakan bahwa penemuan ini mengubah cara pandang ilmuwan terhadap dunia kuantum. 


Sesuatu yang dulu dianggap sebagai rintangan teknis, kini justru menjadi jalan pembuka bagi era baru teknologi komunikasi dan navigasi yang lebih canggih.


Disadur dari Gizmodo - Physicists Turn Quantum Chaos Into Something Surprisingly Useful.

Post a Comment

أحدث أقدم