Investor Misterius Gelontorkan Dana untuk Bangun Perumahan di Dasar Laut

Sebuah proyek yang bertujuan untuk membangun koloni manusia di bawah laut didanai oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. 


Sebuah proyek yang bertujuan untuk membangun koloni manusia di bawah laut didanai oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya.     Gambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/FreepikGambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/Freepik


Ringkasan: 

  • Proyek DEEP bertujuan untuk membangun permukiman manusia permanen di bawah laut.
  • Proyek ini didukung oleh seorang donor misterius dengan dana yang sangat besar.
  • DEEP bekerja sama dengan lembaga akreditasi internasional untuk memastikan keselamatan dan keamanan proyek.
  • Proyek ini berfokus pada penelitian ilmiah dan eksplorasi, dan tidak pada pariwisata.


ngarahNyaho - Belum lama ini, seorang pria bernama Stockton Rush menjadi kaya dengan mengajak klien-klien ke bawah air dengan kapal selam 'eksperimen' miliknya. 


Perusahaan Rush, Oceangate, menghasilkan uang dengan merayu klien-klien kaya dan mengajak mereka bertamasya ke lokasi bawah laut tempat bangkai kapal Titanic berada. 


Peran Rush dalam bisnis tersebut berakhir ketika ia dan kliennya tewas tertabrak kapal selamnya sendiri, yang meledak—mungkin karena kekurangan struktural pada lambungnya.


Bencana Oceangate menimbulkan kesuraman pada industri pariwisata bawah laut yang sebelumnya relatif tidak dikenal. Namun, masih banyak proyek bawah laut sektor swasta yang terus berlanjut dan salah satunya disebut DEEP.


Tujuan utama DEEP adalah membangun koloni bawah laut permanen untuk tujuan penelitian dan eksplorasi ilmiah. 


Upaya tersebut berupaya untuk menjauhkan diri secara substansial dari perusahaan-perusahaan seperti Oceangate, yang dituduh menghindari peraturan dan mengambil jalan pintas untuk mengejar keuntungan. 


Sebaliknya, DEEP saat ini bekerja sama dengan badan akreditasi internasional, Det Norske Veritas (DNV), untuk memastikan bahwa kendaraan dan struktur bawah lautnya mematuhi peraturan keselamatan yang ditetapkan dan kuat. 


Alih-alih berfokus pada pariwisata, organisasi tersebut mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk menciptakan pangkalan akuatik tempat manusia dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang lautan.


"Tujuannya adalah untuk hidup di lautan, selamanya. Untuk memiliki pemukiman manusia permanen di semua lautan di seluruh dunia," kata Mike Shackleford, kepala operasi DEEP, kepada The Guardian.


Inovasi teknologi yang diperlukan untuk mencapai prestasi ambisius itu melibatkan penciptaan kapal selam baru dan jaringan pangkalan bawah laut, yang disebut sebagai 'sentinel'. 


DEEP memiliki situs webnya sendiri, tempat Anda dapat melihat laporan yang cukup terbuka dan transparan tentang berbagai proses dan kesulitan rekayasanya. 


Perusahaan tersebut saat ini memiliki pangkalan operasi di Gloucestershire, daerah barat di Inggris dekat perbatasan Welsh. 


Di sana, perusahaan tersebut memiliki danau sedalam 80 meter tempat mereka dapat menguji kendaraan selam dan membangun visinya untuk peradaban akuatik. 


Pangkalan tersebut juga memiliki "sekolah pelatihan", tempat para ilmuwan yang berpartisipasi dapat menjalani pendidikan tentang cara hidup dan bekerja di lingkungan bawah laut.


The Guardian melaporkan bahwa DEEP juga memiliki seorang donatur misterius yang berkantong tebal. 


Media tersebut menulis bahwa instalasi tersebut "didanai oleh seorang investor swasta anonim dengan kantong tebal yang ingin menggelontorkan ratusan juta pound (jika tidak lebih) ke dalam sebuah proyek yang akan 'meningkatkan pemahaman tentang lautan dan peran pentingnya bagi umat manusia'". 


The Guardian menambahkan bahwa tim pimpinan DEEP "tetap bungkam tidak hanya tentang jumlahnya tetapi juga tentang identitas investor.


"Siapa pun yang berada di baliknya, besarnya investasi tersebut berarti bahwa ide yang terdengar ambisius tersebut tampaknya akan segera menjadi kenyataan.”


The Guardian, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke pangkalan DEEP di Gloucestershire, melaporkan beberapa pemandangan dan suara di lokasi unik tersebut.


Satu di antaranya, struktur tiruan yang dirancang untuk meniru pangkalan bawah air “penjaga” milik perusahaan tersebut.


“Berdiri di luar rumah bawah air berukuran penuh memberikan gambaran langsung tentang skala luar biasa dari usaha tersebut," tulis media seperti dikutip ngarahNyaho dari Gizmodo


"Area rekreasi utama adalah belahan bumi berdiameter enam meter, dan jendela lubang intip berarti bahwa ketika benda yang sebenarnya terendam, akan ada perasaan yang tak terhindarkan seperti dikelilingi oleh lautan dan penghuninya.|Sumber: Gizmodo | The Guardian


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama