Musik Bisa Bantu untuk Mengingat, pada Orang Tua Sekalipun

Musik bisa menjadi landasan bagi orang yang sudah lanjut usia untuk membentuk 'perancah kognitif' atau membantu menyimpan ingatan.


Musik bisa bantu lansia untuk menyimpan ingatan baru. (Foto Ilustrasi: Freepik)
Musik bisa bantu lansia untuk menyimpan ingatan baru. (Foto Ilustrasi: Freepik)


ngarahNyaho - Tak terbantahkan, usia bisa memengaruhi memori seseorang. Nama, peristiwa, dan garis waktu umum semuanya dapat menjadi sedikit lebih kabur seiring berjalannya waktu.


Kondisi tersebut tak hanya menimpa seseorang yang didiagnosis menderita demensia atau penyakit neurologis lainnya. Semua orang bisa mengalaminya. 


Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengingat bagian-bagian penting dari musik dapat bertahan bahkan di usia tua. 


Temuan tersebut, yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE, menyoroti hubungan unik yang dibuat manusia dengan bunyi musik.


Hasil studi ini juga dapat berfungsi sebagai landasan untuk membantu pasien yang hidup dengan kondisi neurodegeneratif membentuk memori baru.


Penulis penelitian merekrut 90 peserta sehat berusia antara 18-86 tahun yang baru saja keluar dari Orkestra Simfoni Newfoundland di St. John's, Kanada. 


Peserta diminta untuk mendengarkan orkestra memainkan tiga komposisi berbeda, satu karya W.A. Mozart dan dua karya eksperimental yang sama sekali baru yang ditulis khusus untuk penelitian tersebut. 


Tema-tema Mozart diingat dengan baik tanpa memandang usia atau latar belakang musik.


Eksperimen tersebut berupaya untuk melihat bagaimana orang-orang dari berbagai usia berhasil mengingat musik dengan berbagai tingkat keakraban dan nada. 


Komposisi pertama, Eine kleine Nachtmusik karya Mozart yang terkenal, dianggap familier karena sebagian besar pendengar dapat mengenalinya.


Selain itu karya itu bernada karena mengikuti aturan umum, seperti hierarki berdasarkan skala kromatik, yang sering dikaitkan dengan musik klasik tradisional. 


Para peneliti memesan dua komposisi lainnya dari Sekolah Musik Newfoundland. Karya pertama, yang disebut Pirate Waltz, memiliki suara "tonal" yang menyenangkan tetapi baru. 


Untuk karya kedua, yang disebut Unexpectedly Absent, para musisi mengambil arah yang lain dan sengaja menciptakan suara atonal yang mengagetkan dan merayap di luar aturan dan batasan tropis musik klasik.


Peserta disajikan tema musik utama yang terkait dengan setiap karya tiga kali sebelum mereka mendengarkan komposisi secara penuh. 


Tema tersebut, dalam ketiga kasus, pertama-tama dibawakan oleh seluruh orkestra dan kemudian dimainkan secara terpisah oleh seorang solois menggunakan satu instrumen. 


Pendengar diinstruksikan untuk mengidentifikasi tema dalam pertunjukan penuh apakah itu dibawakan oleh satu atau beberapa instrumen.


Secara keseluruhan, peserta jauh lebih baik dalam mengingat tema-tema dalam karya Mozart daripada dua komposisi lainnya, yang menunjukkan aspek keakraban musik dapat memainkan peran kunci dalam ingatan. 


Ketika Mozart dikeluarkan dari analisis, para peserta, tanpa memandang usia, lebih baik dalam mengingat tema dari Pirate Waltz yang bernada daripada Unexpectedly Absent yang bernada atonal.


"Tidak adanya pengaruh usia memberikan bukti yang menggembirakan bahwa isyarat musik yang beragam dapat mendorong perancah kognitif," tulis para peneliti.


"(Itu) pada gilirannya meningkatkan pengodean dan pengenalan selanjutnya," lanjut para peneliti seperti dikutip ngarahNyaho dari Popular Science


"Penampilan yang lebih baik dalam lingkungan ekologis dibandingkan laboratorium mendukung perluasan studi ekologi di lapangan."


Peneliti percaya alasan pendengar dapat secara akurat mengidentifikasi tema dalam karya Mozart ada hubungannya dengan emosi yang dapat ditanamkan oleh tema dalam musik tertentu pada orang. 


Sebagian besar peserta dalam penelitian tersebut telah mendengar pertunjukan tersebut beberapa waktu lalu dan pertunjukan masa lalu itu mengodekan dirinya sendiri jauh di dalam ingatan mereka. 


Temuan ini, menurut peneliti, menunjukkan kemungkinan menggunakan musik sebagai jenis "perancah kognitif" atau alat bantu musik untuk membantu orang membangun dan menyimpan ingatan baru.


"Pengenalan musik dapat dianggap sebagai kekuatan, yang dapat digunakan untuk mengembangkan aspek memori lainnya dalam lingkungan rehabilitasi,” tulis peneliti.


Secara teori, penelitian menunjukkan kata-kata atau konsep baru mungkin lebih mudah diingat seiring berjalannya waktu jika dipasangkan dengan memori musik yang sudah dikenal.


Analisis tersebut tampaknya juga memberikan kredibilitas kepada guru bahasa dasar di seluruh dunia, yang selama beberapa generasi telah memadukan musik dan lagu dengan pembelajaran. |


Sumber: PopSci

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama