Cara Langsing Tanpa Harus Repot Hitung Kalori

Menurunkan berat badan mungkin tak selalu harus dimulai dengan kalkulator kalori, timbangan dapur, dan rasa bersalah setiap kali makan gorengan.


Menurunkan berat badan mungkin tak selalu harus dimulai dengan kalkulator kalori, timbangan dapur, dan rasa bersalah setiap kali makan gorengan.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • 83 persen peserta turun berat badan dalam 12–15 minggu, rata-rata sekitar 3 kilogram.
  • 34 persen peserta kehilangan ≥5 persen berat badan, tingkat yang dianggap bermakna secara klinis.
  • Peserta yang paling konsisten mengikuti rekomendasi pola makan personal mengalami penurunan berat badan lebih besar.


Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis.


SELAMA bertahun-tahun, diet sering terasa seperti ujian matematika yang tidak pernah selesai. Makan nasi harus dihitung. Ayam harus ditimbang. Saus dicurigai. Gorengan? Sebaiknya jangan ditanya.


Tapi sebuah analisis baru menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda: bagaimana kalau pola makan disesuaikan dengan karakteristik dan respons tubuh masing-masing orang?


Peneliti dari ZOE dan King's College London menganalisis data 5.048 orang yang memiliki BMI 25 atau lebih. Sekitar 80 persen peserta adalah perempuan, dengan usia rata-rata 59 tahun.


Sebelum mengikuti program ZOE, peserta mencatat pola makan mereka. 


Selanjutnya, mereka mendapatkan rekomendasi makanan yang dipersonalisasi berdasarkan kualitas diet serta bagaimana pilihan makanan tersebut mendukung kesehatan tubuh dan mikrobioma usus.


Hasilnya cukup menarik. Setelah sekitar tiga bulan, 83 persen peserta mengalami penurunan berat badan, dengan rata-rata kehilangan sekitar 3 kilogram.


Lebih jauh lagi, 34 persen peserta berhasil kehilangan sedikitnya 5 persen berat badan. 


Dalam penelitian terkait penurunan berat badan, angka tersebut bukan sekadar angka di timbangan karena penurunan sekitar 5 persen berat badan dapat berkaitan dengan perbaikan kesehatan metabolik.


Yang juga menarik adalah hubungan antara kepatuhan terhadap rekomendasi dan hasilnya.


Dari sekitar 2.200 peserta yang mencapai skor diet ZOE minimal 70 dari 100, yang menunjukkan kepatuhan cukup baik, rata-rata penurunan berat badan mencapai 3,6 kilogram. 


Sebanyak 42 persen dari kelompok ini kehilangan sedikitnya 5 persen berat badan.


Jadi, apa rahasianya? Bukan berarti tubuh tiba-tiba menemukan cara untuk membatalkan hukum fisika.


Gagasan di balik nutrisi personal adalah bahwa respons tubuh terhadap makanan tidak selalu sama pada setiap orang. 


Penelitian PREDICT sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan respons metabolik individu setelah mengonsumsi makanan yang sama, termasuk pada kadar gula dan lemak dalam darah.


Artinya, dua orang bisa makan menu yang sama, tetapi tubuh mereka tidak selalu memberikan respons yang identik.


Pendekatan personal mencoba memanfaatkan perbedaan tersebut untuk menghasilkan rekomendasi makanan yang lebih sesuai dengan individu, alih-alih memberikan satu aturan diet yang dianggap cocok untuk semua orang.


Namun, ada satu rem penting sebelum kita menyimpulkan bahwa aplikasi nutrisi adalah “jalan ninja” menuju tubuh ideal.


Analisis ini belum membuktikan bahwa rekomendasi personal secara langsung menyebabkan penurunan berat badan. Data berasal dari peserta program, dan berat badan dilaporkan sendiri oleh peserta. 


Studi ini juga tidak membandingkan secara acak pendekatan personal dengan kelompok yang menjalani metode lain.


Jadi, temuan ini lebih tepat dibaca sebagai bukti bahwa mengikuti pola makan yang dipersonalisasi berkaitan dengan penurunan berat badan, bukan sebagai jaminan bahwa semua orang akan mengalami hasil yang sama.


Disadur dari News-Medical - Personalized nutrition promotes weight loss without counting calories yang diakses pada Agustus 2026.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama