Tanaman kacang tunggak terbukti mampu memanggil tawon parasit lewat aroma kimiawi untuk membunuh larva lalat penggorok daun penyerangnya.
I
Ringkasan
- Saat diserang serangga penggorok daun, tanaman mengeluarkan senyawa kimia ke udara untuk menarik tawon parasit sebagai "pembunuh bayaran".
- Tanaman juga mengubah mikrobioma tanah melalui akarnya, membantu generasi berikutnya memanggil tawon lebih cepat meski belum pernah diserang.
- Temuan ini membuka peluang strategi pertanian berkelanjutan berbasis kontrol biologis tanpa ketergantungan pada pestisida beracun.
DUNIA tumbuh-tumbuhan ternyata jauh lebih penuh intrik daripada yang kita bayangkan.
Saat kita mengira tanaman hanya bisa pasrah dijadikan camilan segar oleh para serangga, tanaman kacang tunggak (Vigna unguiculata) justru membuktikan sebaliknya.
Tumbuhan ini punya 'saluran telepon darurat' untuk memanggil 'pembunuh bayaran'.
Para ilmuwan di China membongkar cara cerdik tanaman ini dalam mempertahankan diri.
Ketika lalat penggorok daun Amerika (Liriomyza trifolii) menggerogoti dan bertelur di dalam daunnya, kacang tunggak tidak sekadar diam meratapi nasib.
Tanaman ini melepas senyawa kimia mudah menguap ke udara, sebuah sinyal bahaya yang sangat disukai oleh tawon parasit (Neochrysocharis formosa).
Bagi sang tawon, aroma ini adalah undangan makan siang. Tawon akan datang, menyuntikkan telurnya ke dalam larva lalat penggorok daun, dan begitu menetas, anak-anak tawon tersebut akan menyantap larva lalat dari dalam.
Sebuah kematian mengerikan bagi si hama, namun kabar gembira bagi sang tanaman. Sungguh humor gelap ala alam semesta: musuh dari musuhku adalah jasa pembasmi hamaku.
Akan tetapi, sinyal kimiawi di udara sifatnya hanya sementara. Di sinilah letak kecerdikan tingkat lanjut dari kacang tunggak.
Peneliti menemukan bahwa tanaman ini juga memompa senyawa khusus melalui akarnya ke dalam tanah. Senyawa ini mengubah komposisi bakteri (mikrobioma) tanah di sekitarnya.
Perubahan mikrobioma tanah ini menciptakan "warisan pertahanan".
Tanaman kacang tunggak lain yang tumbuh di tanah tersebut—bahkan yang belum pernah diserang hama sama sekali—menjadi jauh lebih responsif dan mahir dalam memancarkan "peluit panggilan tawon" ketika ancaman datang.
“Temuan kami mengungkapkan lapisan pertahanan tidak langsung yang fundamental, di mana serangan hama meninggalkan 'jejak ingatan' defensif di dalam tanah,” tulis peneliti dalam publikasi mereka di jurnal Cell Reports.
Meskipun penelitian ini masih dilakukan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol ketat, potensi aplikasinya sangat besar.
Mengerti cara tanaman berkolaborasi dengan mikroba tanah dan serangga pemangsa dapat membantu manusia merancang sistem pertanian yang jauh lebih tangguh.
Di masa depan, kita mungkin tidak perlu lagi menyiram tanaman dengan pestisida beracun berbau menyengat yang merusak ekosistem.
Cukup biarkan tanah menyimpan "ingatan" pertahanan alami, dan biarkan para tawon parasit melakukan pekerjaan kotor mereka dengan senang hati.
Disadur dari Gizmodo - This Plant Summons Parasitic Wasps to Kill Its Enemies yang diakses pada Agustus 2026.

إرسال تعليق