Tak Sekadar Menari, Lebah Madu juga Peduli dengan Jumlah Penonton

Tarian komunikasi lebah madu, waggle dance, ternyata bukan komunikasi satu arah, melainkan interaksi dua arah yang dinamis.


Tarian komunikasi lebah madu, waggle dance, ternyata bukan komunikasi satu arah, melainkan interaksi dua arah yang dinamis.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Peneliti menemukan tarian waggle lebah madu dipengaruhi oleh jumlah lebah yang menyaksikannya.
  • Saat penonton sedikit, lebah menari lebih singkat dan menyampaikan informasi dengan kurang akurat.
  • Temuan ini menunjukkan komunikasi lebah merupakan proses dua arah, bukan sekadar penyampaian pesan satu arah.


BAGI kamu yang menyukai tayangan dokumenter alam liar, kamu  mungkin sudah tidak asing dengan waggle dance atau tarian lebah. 


Selama puluhan tahun, dunia sains meyakini bahwa tarian ini adalah cara lebah pengembara memberi tahu lokasi sumber makanan kepada teman-temannya secara satu arah. 


Namun, sebuah studi terbaru justru menemukan fakta unik: lebah ternyata memperhatikan siapa saja yang menonton mereka sebelum mulai berdansa!


Riset yang digagas oleh para ilmuwan dari Xishuangbanna Tropical Botanical Garden (XTBG) di bawah naungan Chinese Academy of Sciences (CAS) ini membuktikan adanya efek audiens dalam koloni lebah. 


Hasil studi menarik ini resmi diterbitkan dalam jurnal bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).


Untuk membuktikan apakah lebah benar-benar peduli dengan penontonnya, para peneliti melakukan eksperimen yang cukup unik. Mereka sengaja memanipulasi jumlah lebah di dalam sarang.


Dalam satu skenario, mereka mengurangi jumlah lebah dewasa yang bertugas mencari makan. 


Di skenario lain, mereka memenuhi sarang dengan lebah-lebah yang masih sangat muda (belum cukup umur untuk memahami tarian), namun tetap menjaga jumlah total populasi sarang agar stabil. 


Peneliti kemudian mengamati bagaimana para lebah penari merespons perubahan jumlah penonton yang potensial ini.


Hasilnya sangat mengejutkan. Konten, durasi, dan kualitas tarian lebah sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan jumlah penonton yang "seumur" atau berkompeten di dalam sarang.


Ketika sarang sepi dari lebah pencari makan yang siap mendengarkan, perilaku lebah penari langsung berubah drastis. Mereka tampak bingung dan tidak fokus.


"Lebah penari yang memiliki sedikit pengikut melakukan putaran tarian yang lebih sedikit, serta mengodekan arah dan jarak makanan dengan jauh kurang presisi," ungkap Dong Shihao, peneliti dari XTBG.


Alih-alih menari dengan rapi, lebah-lebah ini justru terlihat sibuk mencari perhatian. 


Saat penonton langka, mereka menghabiskan lebih banyak waktu bergerak ke sana kemari dan menjelajahi area sarang yang lebih luas. 


Gerakan acak ini tampaknya dilakukan demi merekrut lebah lain yang mungkin terlewat.


Sayangnya, karena terlalu banyak bergerak dan sering terdistraksi untuk mencari penonton, konsentrasi lebah penari menjadi buyar. 


Hal inilah yang membuat gerakan dansa mereka menjadi tidak konsisten, sehingga informasi koordinat makanan yang disampaikan menjadi kurang akurat.


Selama ini, studi mengenai komunikasi hewan sering kali mengabaikan "efek audiens" ini. 


Namun, penelitian dari China ini memberikan bukti langsung pertama bahwa penyampaian informasi pada serangga sosial seperti lebah dimodulasi oleh umpan balik dari si penerima pesan.


"Tarian lebah bukan sekadar pengirim yang menyiarkan pesan seadanya. Ini adalah interaksi dua arah. Sinyal tarian itu sendiri dibentuk oleh para penontonnya," jelas Tan Ken, peneliti lain dari XTBG.


Diketahui, waggle dance merupakan salah satu bentuk bahasa simbolis paling rumit di dunia hewan selain manusia. 


Lebah menggunakan sudut tarian relatif terhadap matahari untuk menunjukkan arah, dan durasi getaran perut untuk menunjukkan jarak.


Berdasarkan studi klasik dari peraih Nobel Karl von Frisch yang dicatat dalam sejarah etologi, kesalahan kecil dalam sudut tarian bisa membuat lebah lain tersesat hingga ratusan meter dari sumber bunga. 


Fakta terbaru dari peneliti Chuba memberikan wawasan baru bagi ilmuwan tentang cara pandang, bagaimana gangguan sosial di dalam sarang dapat memengaruhi kelangsungan hidup seluruh koloni lebah.


Disadur dari laman Chinese Academy of Sciences (CAS) - Honey Bee Waggle Dance Depends on Its Audience, Study Finds. 



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama