Sepotong 'Novel Perang' Karya Homer Ditemukan di Perut Mumi Mesir

Arkeolog menemukan mumi era Romawi di Oxyrhynchus, Mesir, yang menyimpan gulungan papirus berisi penggalan kisah Perang Troya di dalam perutnya.


Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir via Live Science.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir via Live Science.


Ringkasan

  • Papirus berisi bagian Iliad ditemukan di dalam perut mumi Mesir era Romawi.
  • Ini pertama kalinya teks sastra Yunani digunakan dalam proses mumifikasi.
  • Penemuan ini menunjukkan percampuran budaya Mesir, Yunani, dan Romawi dalam ritual kematian.


SEBUAH penemuan unik datang dari dunia arkeologi. Sepotong teks sastra klasik Yunani ditemukan di tempat yang tak terduga, di dalam tubuh mumi Mesir.


Para peneliti mengungkap bahwa papirus berisi bagian dari Iliad karya Homer sengaja dimasukkan ke dalam perut mumi sebagai bagian dari ritual pemakaman.


Mumi tersebut berasal dari era ketika Mesir berada di bawah kekuasaan Romawi, kira-kira antara 30 SM hingga abad ke-7 M.


Temuan ini dari situs kuno Oxyrhynchus, yang kini dikenal sebagai Al-Bahnasa. Situs ini memang terkenal sebagai “ladang harta karun” papirus, sekitar 500.000 fragmen ditemukan sejak akhir abad ke-19.


Papirus yang ditemukan ditulis dalam bahasa Yunani dan memuat bagian dari Buku 2 Iliad, khususnya daftar kapal yang digunakan dalam Perang Troya.


Menurut tim dari University of Barcelona, teks ini kemungkinan dimasukkan ke dalam tubuh saat proses pembalseman.


Mengapa teks sastra dimasukkan ke dalam mumi? Itu masih menjadi misteri. Namun, para peneliti menduga papirus tersebut berfungsi sebagai semacam “jimat” untuk melindungi arwah di alam baka.


Dalam tradisi Mesir-Romawi, memasukkan papirus ke dalam tubuh mumi bukan hal aneh.


Biasanya, teks yang digunakan bersifat magis atau religius. Namun, menemukan karya sastra Yunani klasik dalam konteks ini benar-benar baru.


Peneliti menyebut temuan ini sebagai “luar biasa” karena ini adalah pertama kalinya teks sastra Yunani ditemukan secara sengaja sebagai bagian dari proses mumifikasi.


Ahli linguistik yang menganalisis papirus tersebut menekankan bahwa keunikan temuan ini bukan hanya pada teksnya, tetapi juga konteksnya.


Sebelumnya, banyak papirus dari Oxyrhynchus ditemukan di tempat sampah kuno atau arsip, bukan di dalam tubuh manusia.


Penemuan ini juga mencerminkan percampuran budaya yang kuat di Mesir pada masa Romawi.


Setelah kematian Cleopatra, Mesir menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Budaya Yunani dan Romawi pun menyatu dengan tradisi Mesir, termasuk dalam praktik pemakaman.


Masuknya teks Iliad, kisah perang legendaris Yunani, ke dalam ritual Mesir mungkin menunjukkan bahwa masyarakat saat itu tidak melihat batas tegas antara budaya. Sastra bisa menjadi bagian dari spiritualitas.


Selain papirus, para arkeolog juga menemukan hal menarik lain di situs yang sama, mumi-mumi dengan lidah emas.


Dalam penggalian terbaru (akhir 2025), ditemukan tiga lidah emas tambahan dan satu lidah dari tembaga.


Dalam kepercayaan Mesir kuno, emas melambangkan daging para dewa. Lidah emas diyakini memungkinkan arwah berbicara dengan para dewa di alam baka.


Belum diketahui apakah mumi dengan papirus Iliad juga memiliki lidah emas atau tidak, karena penelitian masih berlangsung.


Identitas mumi tersebut masih belum sepenuhnya terungkap. Para peneliti baru memastikan bahwa ia adalah pria dewasa.


Studi lanjutan diharapkan bisa mengungkap lebih banyak, mulai dari status sosial hingga alasan spesifik penggunaan teks Iliad.


Temuan ini membuka banyak pertanyaan baru:, apakah teks sastra memiliki fungsi spiritual? Atau sekadar simbol status intelektual?


Yang jelas, penemuan ini menunjukkan bahwa dunia kuno jauh lebih kompleks, dan lebih nyeleneh daripada yang kita bayangkan.


Disadur dari Live ScienceEgyptian mummy has part of the 'Iliad' in its abdomen, archaeologists discover.




Post a Comment

أحدث أقدم