Minum Kafein Setelah Matahari Terbenam Bisa Bikin Lebih Impulsif

Minum kopi atau minuman berkafein di malam hari mungkin membantu mata tetap melek, tapi riset terbaru menunjukkan efek samping yang tak kalah penting, yakni perilaku jadi lebih impulsif


Minum kopi atau minuman berkafein di malam hari mungkin membantu mata tetap melek, tapi riset terbaru menunjukkan efek samping yang tak kalah penting, yakni perilaku jadi lebih impulsif.Foto Ilustrasi: jcomp/Freepik


Ringkasan

  • Penelitian pada lalat buah menunjukkan kafein malam hari meningkatkan perilaku impulsif, sedangkan siang hari tidak.
  • Efek ini dipicu oleh peningkatan sinyal dopamin di otak, yang melemahkan rem pengendalian diri.
  • Temuan relevan bagi pekerja shift malam; solusi sederhana adalah menghentikan konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur.


STUDI dari University of Texas at El Paso (UTEP) menemukan bahwa konsumsi kafein setelah matahari terbenam dapat mengganggu kontrol diri, membuat seseorang lebih rentan mengambil keputusan gegabah.


Tim peneliti UTEP yang dipimpin oleh Paul Sabandal dan Kyung An Han, ingin tahu apa yang terjadi jika kafein dikonsumsi setelah malam tiba. Mereka mengujinya pada lalat buah (Drosophila melanogaster).


Tim peneliti memberi pakan yang mengandung kafein kepada lalat tersebut, lalu memaparkannya pada tiupan angin kencang. 


Biasanya, lalat akan diam ketika terkena angin sebagai mekanisme bertahan hidup. Namun setelah minum kafein malam hari, banyak lalat tetap terbang, tanda klasik perilaku impulsif.


Menariknya, percobaan yang sama dilakukan di siang hari tidak memunculkan efek tersebut. Artinya, waktu konsumsi lebih menentukan daripada dosis semata. 


Karena lalat buah memiliki banyak kesamaan gen dan pola siklus harian dengan manusia, hasil ini memberi gambaran bagaimana kafein bekerja pada otak kita.


Kafein malam hari diketahui dapat menggeser jam biologis manusia hingga 40 menit, menunda pelepasan melatonin yang memicu rasa kantuk. Perubahan ini berpotensi mengganggu fungsi kontrol diri. 


Studi ini juga menemukan bahwa pekerja malam seperti perawat atau sopir truk, yang mengandalkan kopi untuk tetap terjaga, bisa saja tanpa sadar lebih berani mengambil risiko.


Analisis biokimia menunjukkan dopamin berperan besar. Ketika produksi dopamin dikurangi atau reseptor dopamin tipe D1 di otak lalat dimatikan, efek impulsif kafein menghilang. 


Sebaliknya, meningkatkan reseptor tersebut justru memperkuat perilaku impulsif. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan dopamin memengaruhi ambang rangsangan dan kontrol perilaku.


Penelitian juga menemukan bahwa lalat betina lebih sensitif terhadap efek ini dibanding jantan, meskipun kadar kafein di tubuh sama. 


Studi pada manusia mendukung temuan ini. Wanita cenderung mengalami efek negatif seperti kecemasan setelah minum kafein, sementara pria lebih sering melaporkan efek positif seperti semangat.


Meskipun studi ini tidak langsung membuktikan bahwa minum kopi tengah malam akan membuat seseorang menerobos lampu merah, bukti yang ada cukup untuk menjadi peringatan. 


Pada remaja dan mahasiswa, konsumsi kafein tinggi sudah dikaitkan dengan peningkatan perilaku berisiko, terutama saat kurang tidur.


Bagi individu, solusi sederhana adalah membatasi kafein minimal enam jam sebelum tidur. Alternatif seperti paparan cahaya terang, bergerak aktif, atau tidur singkat dapat membantu tetap terjaga tanpa mengorbankan kontrol diri. 


Tim UTEP berencana meneliti mekanisme molekuler yang membuat otak lebih sensitif terhadap kafein di malam hari, serta menguji apakah dosis lebih rendah bisa mengurangi risiko.


Disadur dari Earth.com.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama