Bagi sebagian orang, gerhana Matahari bukan hanya peristiwa alam, tapi juga pertanda tentang masa depan.
Sebagian orang percaya gerhana Matahari adalah pertanda tentang masa depan. (Foto Ilustrasi: A Owen/Pixabay)
ngarahNyaho - Dalam sebagian besar sejarah manusia, peristiwa kosmik tidak dipahami sebagai hasil fisika sederhana, tapi pesan dari dewa, Tuhan, atau pertanda mengenai masa depan.
Demikian juga berlaku pada gerhana matahari total, ketika bulan menutupi seluruh matahari, sehingga menyebabkan malam hari selama beberapa menit di siang hari.
Peristiwa yang tidak boleh dilewatkan dan aneh seperti gerhana matahari total, cukup masuk akal, merupakan sesuatu yang dianggap layak untuk dicatat oleh nenek moyang kita.
Gerhana matahari paling awal yang tercatat terjadi pada tahun 1223 SM, terukir pada lempengan tanah liat Mesopotamia kuno.
Selama ribuan tahun sejak pencatatan awal tersebut, budaya di seluruh dunia telah mendokumentasikan dan menafsirkan gerhana matahari dengan berbagai cara.
Catatan sejarah tersebut bahkan membantu para ilmuwan tenaga surya untuk lebih memahami matahari di zaman modern.
Saat ini, kita memahami gerhana matahari sebagai keselarasan bumi, bulan, dan matahari yang terjadi secara kebetulan (tetapi dapat diprediksi).
Bulan menghalangi matahari jika dilihat dari sudut pandang kita.
Meskipun planet-planet lain kemungkinan besar mengalami gerhana sebagian, posisi bulan kita secara unik sedemikian rupa sehingga ukurannya sama persis dengan matahari.
Hal tersebut, sepenuhnya menghalangi cahaya terangnya.
Beberapa catatan gerhana tertua ditemukan dalam literatur, seperti History of the Peloponnesian War oleh sarjana Yunani kuno Thucydides: “Pada hari-hari pertama musim panas berikutnya terjadi gerhana matahari pada saat bulan baru.”
Petroglif di Irlandia dan Amerika Barat Daya juga mengisyaratkan pengamatan gerhana di masa lalu, dengan spiral dan simbol lain yang berhubungan dengan Bumi, bulan, dan Matahari dalam tarian langitnya.
Beberapa catatan Cina kuno juga menggambarkan kapan “matahari telah dimakan”—bahkan termasuk catatan mengerikan bahwa dua penasihat kaisar dibunuh karena gagal memprediksi gerhana.
Sebuah teks Hindu kuno bernama Rig Veda menceritakan bagaimana matahari menghilang sekitar tahun 4000 SM, hingga dibebaskan oleh tokoh agama Rishi Atri.
Beberapa teks baru ditulis bertahun-tahun setelah gerhana benar-benar terjadi, namun demikian kisah-kisah astronomi umumnya tersimpan dengan baik dalam ingatan orang-orang.
"Karena langit berulang setiap tahun, meskipun peristiwa seperti gerhana jarang terjadi,” jelas astronom Mayank Vahia dari Universitas Mumbai seperti dikutip dari Popular Science.
“Kita telah melihat hal ini dalam cerita suku-suku di India yang dapat mengingat peristiwa yang terjadi 3000 tahun yang lalu, dijalin menjadi cerita mitos yang bagus tentang Ursa Major.”
Gerhana bisa melambangkan kemalangan atau takdir yang besar, tergantung pada siapa kamu bertanya. Raja dan kaisar dari negara-negara seperti Mesopotamia kuno sering melihat gerhana sebagai tanda pasti kejatuhan mereka.
Raja Henry I memperkuat takhayul bangsa Eropa tentang pertanda buruk gerhana. Ia meninggal tak lama setelah gerhana dan rumor menyebar dengan liar setelah kebetulan itu.
Namun beberapa peradaban besar seperti Aztec tampaknya tidak terlalu peduli sama sekali.
Penduduk asli Amerika Utara juga mempunyai perspektif yang berbeda mengenai gerhana; Suku Paiute Selatan melihat gerhana sebagai waktu untuk refleksi, cinta, dan memberi.
Sementara suku lain seperti Ho-Chunk dan Crow memperlakukannya sebagai waktu untuk permulaan yang baru.
Sekitar tahun 1600-an, ilmu tenaga surya seperti yang kita kenal sekarang muncul.
Astronom terkenal Johannes Kepler berpendapat bahwa corona—cincin filamen dan cahaya redup yang terlihat mengelilingi matahari selama gerhana—sebenarnya adalah bagian dari matahari, yang kini kita ketahui kebenarannya.
Pada tahun 1800-an, orang-orang mengambil foto pertama gerhana matahari, dan saat ini orang-orang di seluruh dunia mengambil foto selfie saat gerhana terjadi di wilayah mereka masing-masing.
Sejarah gerhana tidak hanya menghubungkan kita dengan manusia sepanjang waktu—berbagi rasa takjub akan keberadaan kita di kosmos—tetapi juga menyoroti pergerakan halus di tata surya kita.
Misalnya, catatan gerhana menunjukkan bahwa Bumi berotasi dengan kecepatan yang hampir sama seperti 3.000 tahun lalu dan memungkinkan kita melacak perubahan pergerakan planet.
“Pergerakan bumi berangsur-angsur melambat namun terkadang terjadi perubahan mendadak akibat peristiwa geologi,” tambah Vahia.
“Catatan gerhana purba, khususnya Gerhana Matahari, penting dalam menyediakan data berkualitas tinggi untuk memvalidasi perhitungan kami.”
Ditambah lagi, gerhana telah menyebabkan beberapa terobosan ilmiah besar, seperti penemuan unsur helium dan pengujian teori relativitas umum Einstein yang terkenal. |
Sumber: PopSci

Posting Komentar