Ini pertama kalinya virus raksasa ditemukan hidup di permukaan es dan salju yang didominasi mikroalga.
Sekilas terlihat seperti air kotor, namun kantong tersebut penuh dengan mikroorganisme, salah satunya adalah ganggang es yang menggelapkan es. (Foto: Laura Perini via EurekAlert)
ngarahNyaho! - Virus raksasa belakangan ini sebenarnya sudah banyak ditemukan. Tak hanya di lautan, dalam tanah, darat, bahkan pada manusia.
Namun, Laura Perini dari Departemen Ilmu Lingkungan di Universitas Aarhus mengatakan, ini pertama kalinya virus raksasa ditemukan hidup di permukaan es dan salju yang didominasi mikroalga.
"Kami menganalisis sampel dari es gelap, salju merah, dan lubang leleh (kriokonit). Baik di es gelap maupun salju merah, kami menemukan tanda-tanda virus raksasa yang aktif.
"Dan ini adalah pertama kalinya mereka ditemukan di permukaan es dan salju yang mengandung mikroalga berpigmen dalam jumlah besar," kata Laura Perini seperti dikutip dari EurekAlert.
Beberapa tahun yang lalu semua orang mengira bagian dunia ini tidak ada kehidupan. Namun saat ini kita mengetahui, beberapa mikroorganisme hidup di sana, termasuk virus raksasa.
Tak kasat mata
Bagian dari lapisan es Greenland dengan es yang menghitam yang disebabkan oleh alga. (Foto: Shunan Feng via EurekAlert)
Meski virusnya berukuran raksasa, namun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Laura Perini bahkan belum pernah melihatnya dengan mikroskop cahaya.
"Cara kami menemukan virus adalah dengan menganalisis semua DNA dalam sampel yang kami ambil," kata dia.
"Dengan menyaring kumpulan data besar ini untuk mencari gen penanda tertentu, kami menemukan rangkaian yang memiliki kemiripan tinggi dengan virus raksasa yang diketahui," dia menjelaskan.
Untuk memastikan bahwa DNA virus tidak berasal dari mikroorganisme yang sudah lama mati, melainkan dari virus hidup dan aktif, mereka juga mengekstraksi semua mRNA dari sampel.
Ketika rangkaian DNA yang membentuk gen diaktifkan, mereka ditranskripsi menjadi potongan beruntai tunggal yang disebut mRNA.
Potongan-potongan ini berfungsi sebagai resep untuk membangun protein yang dibutuhkan virus. Jika mereka ada maka virusnya hidup.
Lebih besar dari bakteri
Lebih besar dari bakteri
Virus biasanya jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus lazimnya berukuran 20-200 nanometer, sedangkan bakteri pada umumnya berukuran 2-3 mikrometer.
Dengan kata lain virus normal berukuran sekitar 1000 kali lebih kecil dari bakteri. Namun virus raksasa tumbuh hingga ukuran 2,5 mikrometer. Itu lebih besar dari kebanyakan bakteri.
Tak hanya berukuran lebih besar, genom virus ini jauh lebih besar daripada virus biasa.
Bakteriofag, bakteri yang menginfeksi virus, memiliki antara 100.000 dan 200.000 huruf dalam genomnya. Virus raksasa ada sekitar 2.500.000.
Atur pertumbuhan ganggang
Ganggang menghitamkan es. Ketika hal ini terjadi, es akan memantulkan lebih sedikit sinar matahari dan mencair lebih cepat. Beberapa wilayah di Greenland ditumbuhi alga hitam. (Foto: Laura Perini via EurekAlert).
Virus raksasa ini mungkin mengatur pertumbuhan ganggang salju di es dengan menginfeksinya. Mengetahui cara mengendalikan virus-virus ini dapat membantu kita mengurangi pencairan sebagian es.
Setiap musim semi ketika matahari terbit di Kutub Utara setelah berbulan-bulan gelap, kehidupan kembali muncul.
Beruang kutub muncul dari sarang musim dinginnya, burung laut Arktik terbang kembali dari perjalanan panjang mereka ke selatan, dan musk oxen mengarungi utara.
Namun hewan bukanlah satu-satunya kehidupan yang 'dibangkitkan kembali' oleh matahari musim semi. Alga yang tertidur di atas es mulai mekar di musim semi dan menghitamkan sebagian besar es.
Ketika es menghitam, kemampuannya memantulkan sinar matahari berkurang dan ini mempercepat pencairan es. Meningkatnya pencairan es memperburuk pemanasan global.
Nah, para peneliti bisa jadi telah menemukan cara untuk mengendalikan pertumbuhan alga salju dan mungkin dalam jangka panjang mengurangi sebagian es yang mencair.
Laura Perini menduga virus raksasa memakan alga salju dan dapat bekerja sebagai mekanisme kontrol alami terhadap pertumbuhan alga.
"Kami tidak tahu banyak tentang virus ini, tapi menurut saya virus ini bisa berguna sebagai cara untuk mengurangi pencairan es yang disebabkan oleh pertumbuhan alga.
"Seberapa spesifiknya dan seberapa efisiennya, kami belum tahu. Namun dengan mengeksplorasinya lebih jauh, kami berharap dapat menjawab beberapa pertanyaan tersebut," katanya. [Sumber: EurekAlert]

إرسال تعليق