Peneliti mengembangkan cara untuk membuat perangkat kompleks dengan berbagai bahan, semisal plastik, logam, dan semikonduktor, semuanya dengan satu mesin.
Peneliti Universitas Missouri membuat mesin yang menggabungkan elemen pencetakan 3D tradisional dengan teknologi laser untuk mengembangkan produk multi-bahan dan multi-fungsi. (Foto: Sam O'Keefe)
ngarahNyaho - Peneliti perkenalkan pencetakan 3D baru dan proses laser untuk memproduksi sensor multi-material, berlapis-lapis, papan sirkuit, dan bahkan tekstil dengan komponen elektronik.
Ini disebut The Freeform Multi-material Assembly Process (FMAP) atau bila diterjemahkan secara harafiah adalah proses perakitan multi-material bentuk bebas.
FMAP adalah metode pencetakan 3D inovatif yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Missouri, Amerika Serikat.
Dengan mencetak sensor yang tertanam di dalam suatu struktur, mesin dapat membuat sesuatu yang dapat mendeteksi kondisi lingkungan, termasuk suhu dan tekanan.
Bagi peneliti lain, hal ini berarti memiliki objek yang tampak alami seperti batu atau kerang yang dapat mengukur pergerakan air laut.
Bagi masyarakat umum, aplikasinya dapat mencakup perangkat yang dapat dikenakan yang memantau tekanan darah dan tanda-tanda vital lainnya.
Tim Mizzou membuat mesin yang memiliki tiga nozel berbeda.
Satu menambahkan bahan seperti tinta, yang lain menggunakan laser untuk mengukir bentuk dan bahan, dan yang ketiga menambahkan bahan fungsional tambahan untuk meningkatkan kemampuan produk.
Dimulai dengan membuat struktur dasar dengan filamen pencetakan 3D biasa, seperti polikarbonat, sejenis termoplastik transparan.
Kemudian, ia beralih ke laser untuk mengubah beberapa bagian menjadi bahan khusus yang disebut graphene yang diinduksi laser, dan menempatkannya tepat di tempat yang dibutuhkan.
Akhirnya, lebih banyak bahan ditambahkan untuk meningkatkan kemampuan fungsional produk akhir.
“Ini membuka kemungkinan bagi pasar yang benar-benar baru,” kata Jian “Javen” Lin, seorang profesor teknik mesin dan ruang angkasa di Mizzou, seperti dikutip dari EurekAlert.
“Ini akan berdampak luas pada sensor yang dapat dipakai, robot yang dapat disesuaikan, perangkat medis, dan banyak lagi,” dia menambahkan.
Saat ini, pembuatan struktur berlapis-lapis — seperti papan sirkuit cetak — dapat menjadi proses rumit yang melibatkan banyak langkah dan bahan.
Proses-proses ini memakan biaya, waktu, dan dapat menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan.[Sumber: EurekAlert]

Posting Komentar