Babi Laut Aneh dan Makhluk tak Lazim Lainnya Terlihat di Rembesan Dingin di Kedalaman 2.836 Meter

Hewan-hewan di dasar laut itu menemukan cara untuk hidup tanpa sinar matahari.


(Foto: ROV SuBastian/Schmidt Ocean Institute via IFL Science)
(Foto: ROV SuBastian/Schmidt Ocean Institute via IFL Science)


ngarahNyaho - Penemuan luar biasa banyak didapat para ilmuwan selama ekspedisi di Palung Atacama, sebuah formasi sedalam 8.000 meter yang membentang di sepanjang Peru dan Chili. 


Kali ini, dalam ekspedisi penelitian di R/V Falkor milik Schmidt Ocean Institute, mereka menemukan rembesan dingin terdalam dan paling utara di Chile pada kedalaman 2.836 meter.


Rembesan dingin adalah area di mana hidrokarbon seperti metana membentuk gelembung di sepanjang dasar laut. 


Semakin dalam menyelam, semakin sulit kita untuk menemukannya. Menemukan rembesan yang memecahkan rekor kali ini membutuhkan waktu lebih dari 12 jam menggunakan data pemetaan dasar laut.


Semua bukti menunjukkan bahwa itu adalah rembesan metana, sebuah fenomena yang diketahui terjadi di sepanjang zona subduksi di mana dua lempeng tektonik bertabrakan dan saling menekan.


Hal itu, sama seperti Zona Subduksi Cascadia yang mengeluarkan pelumas dengan cara yang sangat aneh. 


Metana dapat menjadi sumber daya yang bagus untuk hewan laut dalam seperti kerang, lobster jongkok, dan cacing tabung, karena gas ini memberi makan bakteri yang menjadi makanan mereka.


“Mikroba yang hidup di rembesan ini memiliki strategi luar biasa untuk menghasilkan makanan tanpa sinar matahari,” kata pemimpin ekspedisi Dr Lauren Seyler dari Stockton University.


“Di Bumi ini, kehidupan dalam kegelapan merupakan sesuatu yang asing dan memberikan informasi penting untuk memahami bagaimana organisme bertahan dalam kondisi paling ekstrem. 


"Kami masih mencoba mencari tahu bagaimana kehidupan dimulai di Bumi," lanjut Seyler sebagaimana dikutip dari IFLScience.


"Lingkungan yang menyediakan energi kimia untuk kehidupan, seperti ini, mungkin memberikan petunjuk tentang percikan yang menyulut seluruh keanekaragaman hayati di planet kita yang indah ini.”


Bakteri ini sangat penting karena sinar matahari tidak dapat mencapai kedalaman ini. 


Sebab itu, makhluk ini sangat menarik bagi para ahli astrobiologi yang mencoba mencari tahu bagaimana kehidupan dapat berevolusi di habitat yang tidak memungkinkan kehidupan berkembang. 


“Gurun Atacama adalah model analog Mars yang terkenal di Bumi," kata Dr Armando Azua-Bustos dari Centro de Astrobiología (CAB, CSIC-INTA).


"Ini berisi wawasan berharga tentang bagaimana kehidupan, jika muncul di Mars, mungkin bisa beradaptasi dengan permukaan bumi yang semakin kering."


Azua-Bustos berharap informasi yang dikumpulkan itu bisa membantu dalam mencari tanda-tanda biologis ketika, misalnya, mempelajari lautan Enceladus dan Europa di Saturnus dan Jupiter.


Sebanyak 70 spesimen dikumpulkan selama ekspedisi, beberapa di antaranya dianggap sebagai spesies baru bagi ilmu pengetahuan. 


Bahkan mungkin terdapat beberapa fosil hidup dalam campuran berupa brakiopoda, leptokiton, dan crinoid, yang diduga merupakan keturunan dekat dari fosil yang ditemukan di Gurun Atacama.


Dan perjalanan ke dasar laut tidak akan lengkap tanpa penampakan babi laut, salah satu teripang teraneh di planet ini. 


Mereka mengendus di sepanjang dasar laut, menyaring potongan organik untuk dimakan, dan tersedia dalam berbagai macam warna – termasuk merah jambu “Barbie sea pig”. [Sumber: IFL Science ]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama